This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Fotografer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fotografer. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 November 2013

Biografi Jerry Aurum – Fotografer Profesional yang Sukses Merubah Keterbatasan Menjadi Kekuatan

Jerry Aurum
Jerry Aurum adalah salah satu fotografi terbaik yang dimiliki Indonesia yang telah diakui dunia Internasional. Jika disebutkan namanya tentu orang akan langsung melontarkan pujian padanya.

Femalography adalah salah satu pamerannya yang membuktikan dedikasinya terhadap dunia potret memotret. Pameran yang menontonkan foto 100 wanita cantik dan ternama ini telah sukses membius para pecinta seni foto. Jerry berhasil menampakkan sisi lain dari para wanita ayu tersebut seperti indahnya ikan yang berenang di air kemudian dibekukn dengan serta merta. Tak tanggung-tanggung wanita sekelas Dian Sastrowardoyo, Aline, Rachel Maryam, Dinna Olivia, Indah Kalalo, VJ Chaty dan lain sebagainya didaulat menjadi modelnya.

Tak pelak lagi bukan hanya keahliannya dalam memotret dan desain yang dipertaruhkan namun juga ia harus merogoh kocek dalam-dalam untuk mendanai pameran tunggalnya tersebut.

 Membidik Segmen Terbaik

Jerry Aurum dan Karyanya
Jerry Aurum tak hanya piawai membidikkan kamera namun ia juga sangat lihai mengelola perusahaannya. Ia memulai dari nol dengan bermodal 500 eksemplar kalender yang ia hiasi foto-fotonya. Sebelum membuka usaha sendiri, ia sempat dua kali pindah kerja di dua perusahaan desain berbeda sebagai perancang grafis. “Saat tiba di Jakarta, saya betul-betul buta kota ini. Bahkan jalur bis pun saya tak tahu. Padahal gaji saya waktu itu hanya 1,5 juta. Bayangkan saja bagaimana pergulatan hidup di kota ini,” katanya. Akhirnya pria kelahiran Medan, 26 Mei 1976 inipun memutuskan memulai perjalanan dan peruntungannya empat bulan setelah ia menetap di Jakarta.

Barangkali, kemewahan yang ia miliki ketika memulai usahanya kala itu adalah selembar ijazah cumlaude dari jurusan desain komunikasi visual ITB dan berpeti-peti keyakinan yang menumpuk di benaknya. Dari segi modal ia tak banyak berbekal. Usia 24 tahun Jerry mulai mengoperasikan Jerry Aurum Design and Photography dari sebuah rumah kecil berukuran 2.5 x 2.5 di pinggiran Jakarta. Berbeda dengan kecenderungan yang dipilih mereka yang bermodal terbatas yang merasa nyaman bermain di segmen menengah, Jerry Justru memilih pasar premium sebagai sasarannya. Pilihan yang tak main-main mengingat ia sejatinya dihadapkan pada tantangan dan resiko yang sangat besar.

Kalender eksklusif yang ia buat sebagai modal itu sebagian ia pasarkan lewat teman-teman se almamaternya di toko oleh-oelh Ganesha ITB. “Separonya disebar secara gratis ke kenalan dan 300 perusahaan,” kenangnya. “Masak dari segitu banyak, satu persen saja gak ada yang pesan?” Katanya tentang perasaan yakin yang menetap di benaknya.

Kekuatan keyakinan memang selalu berhasil menebar aura positif. Upayanya menjaring peluang akhirnya menuai hasil. Lima tawaran kerja datang dari lima klien berbeda. Proyek pertamanya datang dari perusahaan perminyakan, Connoco Philips, yang memintanya terlibat dalam pemotretan kilang minyak di pedalaman Palembang selama tiga hari dengan nilai kontrak yang lumayan.

Keuntungan yang diperoleh dari pekerjaan yang nominal fee nya mencapai 45 juta itu lantas menjadi pijakan bagi Jerry untuk memantapkan posisi memasuki dunia usaha yang sesungguhnya. “Sejak saat itu saya tidak pernah lagi memberi harga murah untuk pekerjaan yang saya lakukan,” katanya. Menurut Jerry, pasar yang ia sasar adalah pasar premium yang juga tak pernah melihat harga. Mereka mengutamakan kualitas, profesionalisme, dan tidak mentoleransi kesalahan sekecil apapun. Maka ia pun merasa pantas menerapkan harga tinggi demi tanggung jawab terhadap kualitas yang selalu berusaha ia junjung tinggi.

Jalan Jerry masih terus berlanjut, kini setelah sewindu lebih membangun usaha, ia mulai go internasional. Ia melanglang ke sejumlah negara untuk menjajal kemampuannya. Akhirnya banyak perusahaan internasional yang mempercayai dirinya seperti Microsoft Asia, Perusahaan tembakau di Pakistan, Desainer terkemuka di Amerika, dan sebuah WO di Texas. Sedang di dalam negeri tentu saja kemampuannya tak perlu diragukan lagi. Terbukti dari jajaran perusahaan otomotif terkemuka yang memakai jasanya. Pekerjaannya pun tak hanya memotret tapi juga menjadi juri kontes potret hingga menjadi pembicara seminar.

Untuk menjaga keoptimalannya dalam bekerja, Jerry hanya membatasi mengerjakan lima proyek dalam sebulan agar hasil yang didapat benar-benar sesuai harapan.
Jerry Aurum dan Istrinya, Denada

Biodata
Nama : Jerry Aurum
TTL : Medan, 26 Mei 1976
Pendidikan : S1 Komunikasi Desain Visual, ITB

Nama Usaha : Jerry Aurum Design & Photography

Dibawah ini juga buagus lho biografinya, dibaca ya :
Biografi Sinta – Melawan Kemiskinan Dengan Keripik Pisang
Biografi Nur Annisa Rahmawati – Pemilik Butik Online Annisa, Menembus Dunia Dengan Internet
Biografi Yohan Tirtawijaya – Konsultan Arsitektur Sukses Indonesia
Biografi Yoris Sebastian Nisiho – Pendiri OMG Creative Consulting, Mereguk Kesuksesan Dari Kreativitas
Biografi Salman Azis Alsyafdi – Pendiri Warnet Gue, Mulai Usaha Tanpa Uang
Biografi Asri Tadda – Blogger Kaya Raya Dari Indonesia
Biografi Andi Sufariyanto – Pendiri Konglomerasi Adila Group, Berbisnis Untuk Pensiun Muda
Biografi Bayu Reksa Nugraha – Pemilik Banana Crispy, Berdagang Sejak SD
Biografi Anggara Kasih Nugroho Jati – Pemilik Bakso Kepala Sapi
Biografi Fahrurrazi – Pemilik dan Pendiri Sang Bintang School, Kampoenk Jenius

Selasa, 22 Oktober 2013

Biografi Jimmy Iskandar – Fotografer Profesional Potret 5 Presiden

Jimmy Iskandar
Otodidak dan telaten, sifat yang melekat pada diri Jimmy Iskandar, pewaris tahta Tarzan Photo yang berdiri sejak tahun 1948. Bermodalkan 13 jutaan, Jimmy mendongkrak Tarzan Photo menjadi primadona. Ketenarannya melambung saat mempelopori foto bermedia kanvas. Melewati tiga zaman, foto hitam putih, foto berwarna, hingga era digital. Tarzan Photo pun sukses mencatat sejarah memotret 5 presiden. Berikut ini Biografi Jimmy Iskandar.

Biografi Jimmy Iskandar

Darah sang ayah, Tjhang Khioe Sian rupanya mengalir deras pada diri Jimmy Iskandar. Sejak usia dini, Jimmy sudah mengagumi pekerjaan sang ayah sebagai juru foto dokumentasi surat-surat resmi dan pas foto dengan menggunakan alat sederhana manual.


Di usianya yang baru menginjak 18 tahun, Jimmy sudah mulai akrab dengan tombol-tombol kamera. Baginya, tahun 1980-an seperti menjadi babak baru bagi kehidupannya. Ia dituntut untuk mandiri. Ditahun itu, atas restu orang tua iapun membuka usaha fotografi dengan modal sekitar 13 jutaan. Butuh waktu 5 tahun untuk menjadi tenar.

Berkat foto kanvas yang dipeloporinya, perlahan usaha yang dibidiknya mulai melejit, bahkan hingga ranah Istanah Negara. Tak aneh, jika kemudian orderan pun terus mengalir. Fotografer yang telah melewati tiga zaman ini terus ‘berdansa’ dengan pesanan kelas atas. Dalam catatan karirnya, setidaknya ia telah sukses memotret 5 presiden RI berturut-turut. Selain itu pemotretan di event akbar seperti KTT Non Blok ke 10 (1992) dan Konferensi Asia Afrika (KAA) Golden Anniversary (2005) dalah sederet data yang menceritakan kegemilangannya selama berkarir di dunia fotografi.

Latar Belakang Kehidupan Jimmy Iskandar

Jimmy Iskandar lahir dari keluarga Tionghoa. Orang tuanya seorang fotografer yang membuka usaha jasa pemotretan di bilangan Petuakan Kota. Sejak kecil Jimmy sering membantu ayahnya untuk urusan fotografi. Tak aneh kalau diusianya yang masih muda sudah terbiasa untuk memotret meski denga alat yang masih sangat terbatas. Ia lakukan itu secara otodidak, tanpa kursus tanpa sekolah bahkan ia tak sempat meneruskan studinya ke perguruan tinggi.

Jika ditanya mengapa memilih fotografi, maka Jimmy menjawab karena sang ayah fotografer maka ia memilih fotografi sebagai jalan hidupnya. Seperti ada aliran darah yang diwariskan sang ayah pada dirinya di dunia usaha ini. Selain itu, ia tak punya banyak pilihan karena Jimmy tak tamat SMA pada tahun 1966. Karena alasan politik jadi sekolah mandarin semua ditutup oleh pemerintah. Akhirnya ia putuskan mengikuti jejak sang ayah di dunia fotografi.

Setelah menikah di tahun 1979, secara total ia terjun dan konsentrasi penuh di dunia fotografi dengan menjajal membuka studio di daerah Hasyim Ashari, Jakarta. Saat itu ia sangat senang sekali karena ayahnya memberikan nama Tarzan sebagai merk dagangnya. Itu adalah warisan yang sangat berharga.
Tarzan Photo Masa Lalu

Meraih sukses itu tidak mudah. Namun dengan penuh kerja keras, kegigihan dan konsistensi dalam membina perusahaan, ayah 3 anak berusia  64 tahun ini mampu keluar sebagai juara dalam hidupnya. Bahkan ia mampu melakukan lompatan-lompatan cerdik untuk mengembangkan perusahaannya. “Untuk sukses sangat butuh perjuangan,” ungkapnya.

Filosofi Nama ‘Tarzan’

Jimmy sangat bangga, usahanya menggunakan nama ‘Tarzan’ hal itu dikarenakan sangat bersejarahnya nama itu bagi dirinya dan sang ayah. Tentunya ini berawal dari usaha fotografi ayahnya yang juga memakai nama ‘Tarzan’. Awalnya ayahnya memakai nama Taishan, sebuah gunung yang ada di Tiongkok. Namun secara kebetulan disaat yang sama film Tarzan tengah laris. Untuk kemudahan pengucapan, akhirnya ya digantilah menjadi Tarzan. Memang namanya terkesan kampungan tapi dengan nama itu orang gampang mengingatnya. “Biarlah nama hutan tapi rezeki kota, meski awalnya saya harus berjuang
keras menggaet pelanggan,” ungkapnya.

Awal Merintis

Jika ditany bagaimana awal merintis usaha Tarzan photo ini maka jawabannya, “Wah.. cukup penuh perjuangan. Di masa itu saya sering ‘terlunta-lunta’ menyebar brosur ke perumahan dengan door to door di sekitar Jakarta. Tapi syukurlah akhirnya perjuangan saya itu berbuah manis,” tutur Jimmy.

Pelan tapi pasti, banyak customer yang memakai jasa Tarzan Photo. Soal kerja keras, semua pebisnis pasti kerja keras. Tapi Jimmy menjadikan semua tantangan yang dihadapinya itu sebagai motivasi untuk meraih sukses bukan rintangan yang menjadi kendala.
Jimmy butuh lima tahun merintis bisnis ini hingga sampai se terkenal dan sesukses ini.

Foto Kanvas

Jimmy Iskandar Pelopor Foto Kanvas Indonesia
Jimmy Iskandar juga dikenal sebagai pelopor foto kanvas yaitu foto yang dicetak di media kanvas. Sejarahnya adalah ketika ia main ke rumah temannya. Tak sengaja ia lihat gambar yang terpajang di dinding rumahnya. Wow, gambar itu sangat bagus dan sangat memukau Jimmy. Lalu ia bertanya ke pemiliknya itu lukisan atau foto, temannya menjawab bahwa itu adalah foto kanvas dari Amerika dan cukup mahal.

Malam itu juga ia terus memutar otak, bagaimana caranya agar foto kanvas bisa dibuatnya di Indonesia. Ia kemudian bereksperimen, mencetak foto diatas kanvas, awalnya selalu gagal terus hingga puluhan kali. Akhirnya Jimmy menemukan caranya. Wajarlah saat itu di tahun 1985 teknologi sangat terbatas dan internet juga belum ada. Semua itu ia pelajari dan kerjakan secara otodidak, tanpa bimbingan guru. Dan boleh dikatakan ia adalah pelopor foto kanvas di Indonesia.

Memotret Presiden Indonesia

Setelah ia berhasil dengan foto kanvasnya, Tarzan foto pun booming, banyak dicari orang. Tidak hanya di Jakarta namun juga dari Lampung, Jambi dan kota-kota lain. Namun itu bukanlah prestasi puncak.
Yang membanggakan Jimmy adalah ketika dirinya dipercaya untuk memotret 5 Presiden RI seperti HM Soeharto, BJ Habibie, Gus Dur, Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono. Selain itu ia sering melayani pemotretan pejabat negara lainnya.

Ia juga ditunjuk dan dipercaya sebagai official photographer di KTT Non Blok 10 di Jakarta dengann mengabadikan foto 108 kepala negara serta di Konverensi Asia-Afrika (KAA) Golden Anniversary yang dihadiri 110 kepala negara di Jakarta dan Bandung hanya hitungan 2 menit saja. Padahal ia tak pernah melakukan promosi apapun.

Perkembangan Terkini

Dulu foto kanvas masih sangat jarang. Maka tak aneh jika diburu orang. Di awal-awal untuk setiap foto kanvas dihargai sekitar 1,5 jutaan saat itu. Dan Tarzan Photo masih menghuni sebuah rumah kontrakan.
Seiring dengan berjalannya waktu, Tarzan Photo akhirnya mmebeli ruko di daerah Roxy Mas dan pada tahun 1995 membuka cabang di Pondok Indah, diman asaat pembukaannya dihadiri oleh Miss Universe Brazil, Dayana Tores.

Di tahun 1992, Tarzan Photo membuka bisnis lain dibidang Bridal dan Salon yang merupakan kesatuan dari perlengkapan pernikahan dalam konsep one stop wedding. Selama 62 tahun, Tarzan Photo tetap berusaha memberikan yang terbaik bagi pelanggannya.

Sebagai generasi kedua, Jimmy terbilang sukses melenggang ke puncak gerbang kegemilangann dalam karirnya, membawa Tarzan photo menuju era keemasannya. Dalm waktu cepat ia mampu berbenah. Yang semula hanya sebuha rumah kontrakan, kini berhijrah ke sebuah ruko elit dengan status hak milik. Selain itu ia juga sukses membangun brand Tarzan Photo sebagai jasa pemotretan top di negeri ini.

Jimmy juga telah sukses menggondol berbagai prestasi dan penghargaan dari dalam dan luar negeri. Mungkin karena Tarzan photo menerapkan misi memuaskan seluruh pelanggan dengan kualitas dan pelayanan dengan menggunakan manajemen parsipatoris. Sebuah manajemen yang mengedepankan keinginan pelanggan.

Yang Membuat Tarzan Photo Sukses adalah kerja keras dan memberikan service terbaik, itulah kuncinya. Jimmy sellau berusaha untuk mengetahui keinginan pelanggannya. Semua orang yang difoto itu ingin terlihat lebih cantik dan ganteng serta kelihatan lebih muda, siapapun orangnya. Itulah yang dipuaskan oleh Tarzan Photo. Kini Tarzan Photo dibantu oleh 25 orang fotografer profesional dan 150 an karyawan.

Suka Duka

Selama berkarir 62 tahun ini, Jimmy mengaku menemui berbagai suka dan duka seperti saat pembukaan awal, kamera yang ala kadarnya dan bekerja masih sendirian. Saat itu orderan juga masih sepi, hanya 2 sampai 3 orderan saja seminggu. Dan yang pasti adalah kopmplain dari pelanggan. “Ya.. namanya usaha dibidang jasa, terkadang ada komplain tapi saya sellau cepat tanggap. Kalau pelanggan terpuaskan pastilah mereka cerita ke orang lain. Dari situlah Tarzan Photo semakin terkenal,” ungkapnya.

Tak jarang demi pekerjaan Jimmy pun harus rela meninggalkan keluarganya. Seperti saat menerima orderan diluar Jakarta.

Saat ini Tarzann Photo masih memiliki tiga cabang yang semuanya di Jakarta. Ketika ditanya apakah tak ingin membuak cabang di luar kota maka jawabannya adalah ia ingin fokus ke tiga dulu karena fotografer tak sama dengan menjual kamera. Jual kamera bisa di setiap kota tapi fotografi tidak demikian, jawabnya.

Itulah Biografi Jimmy Iskandar, fotografer otodidak yang berhasil meraih sukses luar biasa di bidang fotografi melalui Tarzan Photo. Semoga kita bisa meniru kerja keras, semangat, komitmen dan visi jauhnya tentang kehidupan dan bisnis, tentunya sesuai dengan bidang kita masing-masing.

Tarzan Foto Masa Kini

Baca Juga Biografi Bagus Berikut Ini :