This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Sastrawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastrawan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Desember 2013

Biografi Oki Setiana Dewi – Artis Indonesia Tercantik

foto oki setiana dewi
biografi oki setiana dewi
Siapa yang tak kenal dengan Oki Setiana Dewi, artis cantik yang menutup aurat ini begitu mempesona karena selain tak membuka auratnya layaknya pesinetron lain tapi juga begitu cerdas. Akhir-akhir ini Oki (panggilan akrab Oki Setiana Dewi) sedang banyak diberitakan media karena sedang menjalani persiapan pernikahan. Berikut ini Biografi Oki Setiana Dewi.

Oki Setiana Dewi lahir di Batam pada tanggal 13 Januari 1989. Ia adalah anak pertama dari tiga bersaudara yang kesemuanya perempuan. Orang tua Oki bernama Sulyanto dan Yunifah Lismawati yang merupakan pasangan suami istri berdarah Jawa – Palembang.

Sejak tahun 2005, keluarga Oki hijrah dan menetap di Jawa tepatnya di Depok. Oki sendiri menyelesaikan SMA nya juga di SMAN1 Depok. Oki termasuk siswa yang pintar hingga bisa diterima di Universitas Indonesia.

Berkarir di Perfilman dan Berjilbab

Nama Oki Setiana Dewi mulai berkibar ketika dirinya memerankan Anna dalam film Ketika Cinta Bertasbih dilanjutkan dengan sinetronnya. Yang membuat artis wanita ini berbeda selain kecantikannya yang alami dan mempesona adalah jilbab syar’i nya yang menutup seluruh aurat. Oki tak seperti artis lainnya yang menaikkan popularitas dengan menonjolkan kecantikan dan aurat tubuh.

Oki juga selalu kelihatan anggun dan smart serta religius. Sebelum berjilbab, Oki sempat bermain di beberapa FTV namun kemudian berhenti lantaran produser tak mengijinkan pemainnya pakai jilbab. Oki pun memilih berhenti daripada menanggalkan jilbabnya. Namun itu semua telah diganti oleh Allah dengan menjadikan Oki sebagai pemain utama wanita dalam film dan serial KCB.

Kisah Oki ketika memutuskan memakai jilbab adalah ketika sang bunda terserang sakit yang kata dokter sudah sulit disembuhkan. Mendengar itu Oki jadi sangat sedih. Ia pun lalu memutuskan untuk berjilbab agar bisa lebih dekat dengan Allah dan bisa lebi khusyuk mendoakan kedua orang tuanya terutama bundanya. Sejak saat itulah Oki memakai jilbab.

Pendidikan dan Prestasi Lain

Setelah meluluskan kuliahnya di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Oki memutuskan untuk memperdalam ilmu ke-Islamannya dengan menjadi santri di program Tahfidzul Qur’an di Rumah Quran Depok. Ia juga mempelajari Bahasa Arab di Universitas Umm Al Qura, Makkah. Oki juga memperdalam ilmunya dengan mengambil program pasca sarjana di Universitas Negeri Jakarta jurusan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Ketika SMA, Oki selalu langganan menjadi juara kelas. Ia juga sering mewakili sekolahnya dalam berbagai perlombaan akademis dan non akademis.

Prestasi di Film

novel ketika cinta bertasbih
Oki Setiana Dewi
Dalam hal perfilm-an, tak diragukan lagi prestasi Oki. Banyak gelar telah disabetnya. Berikut ini rentetan daftar prestasi Oki di perfilm-an Indonesia :

·         Aktis Wanita Terbaik versi Islamic Movie days
·         Aktris Pendatang Baru wanita terbaik
·         Aktris pendatang baru wanita terfavorit untuk film Ketika Cinta Bertasbih di Indonesia Movie Awards 2010.
Oki Setiana Dewi juga telah membintangi banyak film dan sinetron yaitu :
·         Ketika Cinta Bertasbih 1&2 (2010)
·         Ketika Cinta Bertasbih Spesial Ramadhan (2010)
·         Ketika Cinta Bertasbih Meraih ridho Illahi (2011)
·         Dari Sujud ke Sujud (2011)

Oki juga berpartisipasi dalam mengisi soundtrack untuk film dan sinetron Dalam Mihrab Cinta (2011) dan Dari Sujud ke Sujud (2011).

Akting dan mengisi sountrack film telah dilakoninya. Saat ini Oki juga terkenal akan kepiawaiannya menulis buku. Berikut ini buku-buku best seller Oki Setianan Dewi yang juga telah dibedah di luar negeri (Malaysia, Singapore, Makkah dan Jeddah):
·         Melukis Pelangi catatan hati Oki Setiana Dewi (2011)
·         Sejuta Pelangi pernik cinta Oki Setiana Dewi (2012)
·         Cahaya di Atas Cahaya(2012)
·  Hijab Im in Love (2013) merupakan karya terbarunya yang paling berbeda karena OSD mengeluarkan pula album perdananya dengan judul yang sama. Album Hijab Im in Love (2013) ini dinyanyikan bersama adiknya, Shindy.
Kegiatan Lain
Oki juga sering mengisi seminar kemuslimahan dan kepemudaan. Oki juga meluangkan waktunya mengajar ngaji di TPA untuk anak-anak dan ibu-ibu. Oki juga memiliki komunitas sendiri yaitu Sahabat Oki Setiana Dewi atau SOSD yang telah memiliki member beribu orang baik itu di Indonesia dan juga di luar negeri. Bersama komunitas tersebut, Oki menggalakkan kegiatan DMKM yaitu Dari Masjid ke Masjid dan juga program “Yuk Mengaji, Al Qur’an di Hati” dimana pelaksanaannya juga menyentuh lingkungan Lapas Wanita Tangerang.
Kecerdasan dan prestasi Oki juga diakui ketika dirinya ditunjuk sebagai duta untuk Anak-anak Rumah Autis (2012) dan duta Internet Sehat dan Aman oleh kementrian Komunikasi dan Informatika 2010.
Oki Setiana Dewi Menikah

Oki Setiana Dewi dan Keluarga 
Baru-baru ini santer dikabarkan bahwa Oki Setianan Dewi akan menikah di bulan Januari 2014 mendatang dengan seorang pengusaha Ory Vitrio (Rio) yang telah bertaaruf sejak September 2013 silam. Rencananya pernikahan akan digelar 12 Januari 2013.

Yang membuat lebih terpesona terhadap sosok Oki adalah dirinya tidak mau melakukan foton pre wedding dengan calon suami karena belum menjadi muhrimnya sehingga tak boleh berdekatan dulu apalagi berpegangan tangan layaknya foto pre wedding lainnya. Oki mengatakan bahwa ia akan melakukan foto pasca wedding saja. "Foto nanti pasca wedding. Insya Allah kan tanggal 12 menikah, 13 aku ultah yang ke-25 tahun, kalo pasca kan udah boleh pegangan. Kalo sekarang kan belum boleh," tegasnya.


Wah... semakin kagum saja sama mbak Oki. Sukses terus mbak Oki. Semoga Allah memberkahi anda. Amin.

update: Mbak Oki Setiana Dewi dan Mas Rio akhirnya resmi menikah pada 27 September 2013. Dari pernikahannya tersebut Mbak Oki dan Mas Rio diamanahi anak lucu pada tanggal 5 Desember 2014 yang bernama Maryam Nusaibah Abdullah. Saat ini Mbak Oki dan keluarga sedang menunggu kehadiran buah hati yang kedua, ketika update ini ditulis, kemungkinan usia kandungannya mencapai hampir 9bulan. Sehat ibu dan anaknya , lancar, selamat, dan terus jadi inspirasi bagi kita2 ya mbak Oki...

Yuk baca Biografi Lainnya. Bagus-Bagus Lho...
Biografi Fatin Shidqia Lubis – Pemenang X-Factor 2013
Biografi Wilma Rudolph – Anak Kecil Yang Cacat Kakinya Menjelma Menjadi Pelari Dunia No 1
Biografi H. Daroji – Menjadi Jutawan Dari Usaha Es Krim
Biografi Fachrur Rozi dan Fadli – Dari Bisnis Sandal IMUCU Membutnya Menjadi “From Emperan to Empire”
Biografi Halfi – Mahasiswa Berpenghasilan 60 juta Perbulan dari Usaha Black Burger
Biografi Rahmat Sastro Sugito – Pencipta Sotoji | Soto Jamur Instan
Biografi Fauzan – Pendiri dan Pemilik Usaha Kaos Khas Medan
Biografi Fauziah – Pengusaha Kain Songket Yang Berpenghasilan 100 Juta Per Bulan
Biografi Peres Ariranto Pangabean – Mendulang Emas dari Hobi Mendaki Gunung
Biografi Susan Boyle – Perawan Tua Yang Mencengangkan di Ajang Britains Got Talent 2009

Senin, 18 November 2013

Biografi Adam Osborne – Penggagas Portable Komputer Pertama Di Dunia Serta Penulis Buku Manual Komputer Terlaris Di Dunia.

Adam Osborne
 Adam Osborne adalah orang yang memiliki tempat strategis dalam terciptanya PC atau Personal Computer. Adam Osborne lahir di Thailand pada tahun 1939. Ia an keluarganya kemudian pindah ke Tamil Nadu, India Selatan. Ketika tahun 1950, tepatnya saat Adam Osborne berusia 11 tahun, orang tuanya yang berkebangsaan Inggris mengajaknya untuk pulang ke Inggris.

Adam Osborne menghabiskan masa remaja hingga kuliahnya di Inggris. Ia bersekolah di Universitas Birmingham hingga mencapai gelar S1 di bidang teknik Kimia. Adam Osborne kemdian berhijrah ke Amerika untuk meneruskan pendidikannya guna meraih gelar doktor di bidang teknik Kimia. Adam menyabet gelar doktor itu dari Delaware University. Setelah gelar doktor ia kantungi, Adam kemudian dipanggil bekerja di Shell Oil, sebuah perusahaan pertambangan yang cukup bergengsi.

Menjadi Penulis

Adam Osborne adalah tipikal orang yang berfikir kreatif dan kritis. Pekerjaannya sebagai karyawan suatu perusahaan membuatnya terbelenggu dalam menyampaikan ide-ide kreatifnya walau itu adalah perusahaan besar. Ia kemudian menyatakan resign dari Shell Oil. Adam Osborne kemudian menenggelamkan dirinya dalam pekerjaan baru yaitu sebagai penulis buku panduan khususnya tentang koputer baru yang akan dikembangkan oleh dunia.  Karena keahliannya menulis buku panduan ini, Ia kemudian diangkat oleh perusahaan mikroprosesor terkemuka yaitu Intel Inc. Untuk menuliskan buku panduan tentang komputer.

Pekerjaan sebagai penulis buku panduan adalah sebuah pekerjaan lepas , hingga pada tahun 1972, Adam Osborne atau yang lebih akrab dipanggil Osborne mendirikan Osborne and Associates yaitu sebuah perusahaan yang brgerak di bidang penulisan buku panduan komputer secara manual yang sederhana dan gak rumit. Buku itu mengungkapkan bagaimana menjalankan komputer dengan mudah. Bahasa buku tersebut sangat ringan, enak dibaca, mudah dipahami dan tidak bertele-tele sehingga memudahkan dalam membaca bagi yang masih newbie dalam hal perkomputeran.

Adam Osborne kemudian menulis sebuah buku yang berjudul “The Value of Power”, yang kemudian mengubah judulnya menjadi “An Introduction to Microcomputers”. Ini adalah buku manual komputer yang sangat membantu para pengguna komputer yang masih awam agar bisa mengoperasikannya dengan baik. Adam kemudian menawarkan buku tersebut kepada penerbit setempat namun sayang buku itu ditolak oleh penerbit alias Adam Osborne tak bisa menemukan penerbit yang bersedia menerbitkan bukunya. Osborne kemudian bertekad untuk mencetaknya sendiri.

Suatu hari, Osborne diundang dalam suatu acara klub komputer. Ia kemudian memiliki akal untuk memperlihatkan buku karyanya kepada Bruce Van Natta dari AMSAI yang merupakan petinggi salah satu perusahaan komputer ternama di Amerika. Tak diduga, bukunya sangat memikat Bruce dan Osborne berhasil membuat Bruce memutuskan untuk menyertakan satu buku panduan tersebut ke setiap unit komputer AMSAI yang dijualnya. Hubungan mutualisme ini sangat dijaga oleh Osborne. Target Osborne dari kerjasama ini adalah bahwa pengguna komputer terutama yang masih newbie akan berbondong-bondong mencari manual book tentang komputer yang bahasanya ringan, mudah dipahami dan gampang diaplikasikan. Oleh karena itu Adam Osborne kemudian mendirikan sebuah perusahaan penerbitan sendiri yang bernama Osborne Books.

Dalam setengah dasawarsa saja, Osborne books telah berhasil menerbitkan lebih dari 40 judul buku yang mengulas tentang penggunaan komputer. Entahlah apa yang sesungguhnya terjadi dalam perusahaannya itu yang membuat Osborne memutuskan untuk menjual percetakannya itu kepada McGraw-Hill pada tahun 1979. Untuk mengisi kekosongan waktunya dan untuk menghibur dirinya agar tak terlalu kecewa dengan keputusan melepas perusahaannya, Osborne menyibukkan dirinya untuk menulis di kolom majalah komputer Interface Age dan Infowold. Menurut Osborne, penggunaan komputer akan jauh lebih optimal jika bisa digunakan secara mobile atau komputer tersebut bisa dibawa kemana-mana oleh orang yang menggunakannya.

Merakit dan Mendirikan Perusahaan Komputer Sendiri


Osborne berkeyakinan bahwa suatu hari nanti, perusahaan komputer yang ada pasti akan bisa menerima ide-ide nya itu namun untuk sekarang memang belum. Osborne kemudian memberanikan diri untuk merakit sendiri komputer yang mudah digunakan, portable, kuat, menarik dan lebih bisa dibawa oleh sang pengguna. Ia kemudian bertemu dengan Lee Felsenstein yaitu seorang yang ahli dalam membuat papan sirkuit yang digunakan dalam teknologi processor. Ia bertemu dengan Lee dalam acara West Coast Computer Faire di Maret 1980.

Selain sebagai perancang papan sirkuit untuk processor, Lee Felsenstein juga memiliki perusahaan perangkat keras atau hardware komputer yang juga menawarkan softwarenya. Lee Felsenstein sangat tertarik dengan ide Osborne tentang komputer yang menarik, kuat, ringan dan portable. Lee Felsenstein kemudian memutuskan untuk membuatnya. Komputer ini diharapkan bisa dibawa kemana-mana hingga cukup untuk diletakkan di bawah kursi penumpang pesawat. Komputer itu dirancang sangat ringan dimana berat maksimalnya hanya 24 pound, dengan tampilan atau display 52 kolom yang akan cukup untuk layar selebar 5 inci, save tube atau tabung pelindung dan 2 tempat disk atau disk drive. Agar displaynya bisa maksimal, Lee Felsenstein mendesain agar informasi satu layar penuh bisa disimpan di memori dan membuatnya bisa menggulung jika belum perlu untuk ditampilkan dengan menekan tombol-tombol tertentu.

Setelah perangkat kerasnya berhasil diciptakan oleh kerjasama Osborne dan Lee Felsenstein, Adam Osborne kemudian mencari perusahaan penyedia software yang mau menyediakan bahasa BASIC atau Cbasic, pengolah kata wordstar dan pengolah data SuperCalc di setiap hardware komputernya. Harga setiap software itu mencapai dua ribu dolar sehingga Osborne harus menaikkan harga komputernya dari semula. Ia kemudian meluncurkan komputer pertamanya yang diberi nama Osborne 1 kepada publik di “West Coast Computer Fair” pada bulan April 1981. Itu adalah komputer pertama yang harga softwarenya bisa dibawah 2 ribu dolar. Osborne 1 sangat sukses dipasaran mengingat itu adalah komputer portable pertama yang ada. Osborne 1 sangat diminati pasar serta berhasil mencapai puncak penjualan dengan total penjualan perbulannya 10 ribu unit. Hal ini menjadikan OCC (Osborne Computer Corporation ) berhasil mencapai penjualan jutaan dolarnya pada tahun 1981.

Kemajuan Sekaligus Kebangkrutan Osborne

Di tahun kedua, Osborne berhasil membuat OCC mencapai penjualann fantastis yaitu 70 juta dolar yang membuat pesaingnya terutama IBM dan Apple yang merupakan perusahaan komputer raksasa kewalahan. Apalagi OCC mengumumkan akan meluncurkan Executive, komputer keduanya jauh sebelum komputer tersebut diproduksi. Hal ini membuat penjualan Osborne 1 menurun drastis karena publik lebih memilih untuk menunggu Executive daripada membeli Osborne 1.

Ternyata keputusan perusahaan untuk mengumumkan secara dini peluncuran Executive malah membuat perusahaann rugi karena mematikan penjualan Osborne 1 yang merupakan sumber pendapatan perusahaan waktu itu. Ini membuat OCC akhirnya bangkrut karena ternyata setelah Executive diluncurkan, peminatnya tak seramai Osborne 1.

Setelah menyatakan perusahaannya bangkrut. Osborne kemudian kembali di bisnis penerbitan. Ia kemudian mendirikann perusahaan penerbitan baru yang bernama Paperback Software International Ltd yang mmeproduksi software murah untuk menyaingi software mahal di pasaran. Awalnya gebrakan Osborne tersebut mendapat sambutan positif dari pasar terutama perusahaan-perusahaan di Inggris. Produk nya yang paling laris manis adalah VP Planer yaitu software untuk mengolah data. Namun kemudian mendapat gugatan dari Lotus karena telah melanggar hak paten Lotus 123. Pengadilan pun memutuskan bahwa Osborne harus membayar lisensinya. Hal ini membuat Osborne sekali lagi harus gigit jari karena tak bisa mempertahankan bisnisnya.

Adam Osborne Meninggal

Walau Osborne akhirnya harus kalah dan kehilangan semua perusahaan yang didirikannya, namun idenya tentang komputer portable akan sangat berguna bagi perkembangan komputer di kemudian hari yang tentunya akan menjadi kebaikan bagi seluruh umat manusia. Adam Osborne kemudian menderita penyakit yang serius di otaknya sehingga membuat dirinya harus menyerah pada takdir dan menghembuskan nafas terakhirnya di Kodiakanal, India Selatan pada tanggal 25 Maret 2003.

Bagus Ya Biografinya, Yuk Baca Biografi yang Tak Kalah Bagus Berikut Ini :
Biografi Adam Malik – Pendiri ASEAN
Biografi Abraham Samad – Ketua KPK
Biografi Abul Wafa – Matematikawan Muslim Sejati
Biografi Aburizal Bakrie – Pengusaha dan Politisi Indonesia
Biografi Abu Nawas – Pujangga Arab
Biografi Abu Bakar As Sidiq – Sahabat Rosulullah, Khulafaur Rasyidin Pertama
Biografi Syeikh Albani – Ahli Hadist Terkemuka dari Albania
Biografi WR Soepratman – Pengarang Lagu Indonesia Raya
Biografi Sisilia Mbimbus – Pahlawan Air Bersih Dari NTT
Biografi Elang Gumilang – Kontraktor Perumahan Khusus Orang Miskin

Sabtu, 16 November 2013

Biografi Abu Nawas – Pujangga Arab


Jika mendengar nama Abu Nawas, saya terkenang akan masa kecil, dimana nama Abu Nawas pernah menjadi ikon dari salah satu majalah anak-anak jaman dahulu. Kisahnya yang jenaka dan menggelitik membuat saya enggan melewatkan satu episode pun dari majalah tersebut. Kalau tak salah nama majalah yang memuat cerita-cerita Abu Nawas itu adalah “Mentari”. Berikut ini akan dibahas tentang Biografi Abu Nawas.

Biografi
Abu Nawas adalah salah seorang penyair dan pujangga sastra Arab klasik. Namanya sering dikaitkan dengan cerita Seribu Satu Malam. Ia dilahirkan pada 145 H atau 747M di kota Ahvaz Persia (Iran). Abu Nawas memiliki nama asli Abu Ali al-Hasan bin Hani al-Hakami, dari ayah seorang anggota legiun militer Marwan II yaitu Hani Al Hakam yang seorang Arab dan ibu seorang Persia bernama Jalban dimana pekerjaannya adalah mencuci kain wol.

Sejak kecil Abu Nawas sudah yatim, ibunya harus banting tulang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga.  Abu Nawas juga seperti anak lainnya dimana umurnya waktu kecil dihabiskan untuk belajar pada orang terpelajar lainnya. Abu Nawas sangat menyukai syair. Ia belajar sastra Arab dari Abu Zaid al-Anshari dan Abu Ubaidah. Abu Nawas juga memperdalam Al Quran dari seorang ahli yang bernama Ya’qub al Hadrami sedangkan ilmu hadist belajar dari Abu Walid bin Ziyad, Muktamir bin Sulaiman, Yahya bin Said al Qattan dan Azhar bin Sa’ad as Samman.

Orang-orang yang sangat mempengaruhi gaya bahasa Abu Nawas dalam menulis syair adalah Walibah bin Habab al-Asadi. Ia adalah penyair dari Kufah yang sangat tertarik dengan bakat Abu Nawas. Dari penyair inilah akhirnya gaya bahasa syair Abu Nawas yang awalnya kasar menjadi lebih halus, berkelas dan teratur. Dalam gemblengan Walibah bin Habab al-Asadi, Abu Nawas berhasil mencapai puncak karirnya.

Menjadi Penyair Terkenal

Abu Nawas yang sudah terkenal itu kemudian pindah ke Baghdad yang merupakan pusat peradapan dan kejayaan dunia saat itu (mungkin kalau sekarang seperti Amerika). Di pusat peradapan Dinasti Abbasyiah inilah ia kemudian banyak bergaul dengan para bangsawan. Abu Nawas sering bersyair untuk para bangsawan dan saudagar. Tentunya syairnya banyak yang berisi kata-kata pujian dan sanjungan agar mereka senang dan memberikan upah yang tinggi untuk Abu Nawas. Ia jadi terkenal sebagai penyair yang menjilat penguasa untuk kepentingan dirinya.

Gaya hidup Abu Nawas menjadi sering glamour dan hura-hura, banyak hal kontroversial yang dilakukannya. Ia tampil sebagai tokoh unik sekaligus kontroversial dalam khasanah sastra Arab.

Didalam suatu kitab sejarah sastra Arab yang berjudul Al-Wasith fil Adabil 'Arabi wa Tarikhihi, Abu Nawas diceritakan sebagai seorang penyair dan sastrawan yang multi talenta, cerdik, multivisi, tajam berkata-kata dan tentunya jenaka. Ia sebenarnya juga menulis karya-karya ilmiah akan tetapi jarang dibahas dan tertutup oleh karya syairnya. Ia terkenal sebagai penyair yang jenaka, bertingkah lucu dan tak lazim.

Kepandaiannya dalam menulis syair dan puisi memikat penguasa saat itu yaitu Raja Harun Al Rasyid yang kemudian memanggilnya ke istana untuk dijadikan syairul bilad atau penyair istana.

Abu Nawas Dipenjarakan

Abu Nawas tak selalu berlimpah kemewahan, Di akhir hidupnya ia malah terkena masalah dengan penguasa setempat. Ketika Abu Nawas membaca puisi Kafilah Bani Mudar untuk Khalifah, tak disangka Khalifah tersinggung dengan puisi Abu Nawas. Sang penguasa akhirnya menjebloskan Abu Nawas ke penjara.

Di penjara inilah kehidupan Abu Nawas berubah drastis yang semula penuh kemewahan menjadi penuh keprihatinan, namun justru saat itulah sisi spiritualnya terketuk. Ia jadi sering mendekatkan diri pada Allah. Syair-syair dan puisinya yang awalnya berisi kepongahan dan keglamoran menjadi lebih bernuansa religi dan kepasrahan kepada Allah.

Seorang sahabatnya, Abu Hifan bin Yusuf bin Dayah, memberi kesaksian, akhir hayat Abu Nawas sangat diwarnai dengan kegiatan ibadah. Beberapa sajaknya menguatkan hal itu. Salah satu bait puisinya yang sangat indah merupakan ungkapan rasa sesal yang amat dalam akan masa lalunya.

 Mengenai tahun meningalnya, banyak versi yang saling berbeda. Ada yang menyebutkan tahun 190 H/806 M, ada pula yang 195H/810 M, atau 196 H/811 M. Sementara yang lain tahun 198 H/813 M dan tahun 199 H/814 M. Konon Abu Nawas meninggal karena dianiaya oleh seseorang yang disuruh oleh keluarga Nawbakhti – yang menaruh dendam kepadanya. Ia dimakamkan di Syunizi di jantung Kota Baghdad.


Yuk Baca Biografi Berikut Ini, Bagus juga lho....
Biografi Abu Bakar As Sidiq – Sahabat Rosulullah, Khulafaur Rasyidin Pertama
Biografi Syeikh Albani – Ahli Hadist Terkemuka dari Albania
Biografi WR Soepratman – Pengarang Lagu Indonesia Raya
Biografi Sisilia Mbimbus – Pahlawan Air Bersih Dari NTT
Biografi Elang Gumilang – Kontraktor Perumahan Khusus Orang Miskin
Biografi Wahyu Aditya – Menjadi Pengusaha Muda dari Hobi Menggambar
Biografi Firmansyah Budi Prasetyo – Pemilik Tella Krezz, Menuai Rupiah Dengan Menaikkan Gengsi Singkong
Biografi Hendy Setiono – Pemilik dan Pendiri Kebab Turki, Hobi Makan Sumber Penghasil Rupiah
Biografi Henky Eko Sriyantono – Pemilik Bakso Cak Eko, Sukses Setelah 10 Kali Bangkrut
Biografi Denni Delyandri – Pemilik Kek Pisang Villa, Oleh-Oleh Khas Batam

Minggu, 03 November 2013

Biografi WS Rendra – Penyair dan Sastrawan Indonesia

WS Rendra
Anda tentu masih ingat WS Rendra atau Sang Burung Merak. Berikut ini penulis akan mengulas mengenai Biografi WS Rendra.

Masa Kecil Hingga Dewasa

WS Rendra adalah seorang penyair kenamaan yang dimiliki Indonesia. Ia dilahirkan di Solo pada tanggal 7 November 1935. Nama lahir WS Rendra adalah Willibrordus Surendra Broto, ayahnya bernama R. Cyprianus Sugeng Brotoatmodjo dan ibunya bernama Raden Ayu Catharina Ismadillah. 

WS Rendra memang dilahirkan dikeluarga yang kental akan seni, tak heran jika darah seni sangat mudah merasuk dalam diri Rendra. Ayahnya adalah seorang dramawan yang merangkap sebagai guru Bahasa Jawa dan bahasa Indonesia di sebuah sekolah Katolik di Solo, sedangkan ibunya adalah seorang penari serimpi yang banyak di undang oleh Keraton Surakarta.

WS Rendra menghabiskan masa kecil hingga SMA nya di Solo dengan bersekolah TK hingga SMA di Sekolah Katolik St. Yosef. Namun sejak lulus SMA, WS Rendra berhijrah ke Jakarta demi meneruskan sekolah di Akademi Luar Negeri, akan tetapi malang nasibnya, setelah sampai di Jakarta ternyata sekolahan tersebut telah tutup.

WS Rendra akhirnya meninggalkan Jakarta, kota impiannya dan menuju ke Yogyakarta. Pilihannya jatuh pada Fakultas Sastra Universitas Gajah Mada. Di fakultas ini, bakat seninya semakin tertempa dengan baik namun ia tak bisa menyelesaikan studinya di sini. Rendra kemudian mendapat tawaran beasiswa dari American Academy of Dramatical Art (AADA) untuk mempelajari lebih jauh tentang dunia seni tari dan drama, kesempatan ini tentu tak disia-siakannya. Iapun kemudian pergi ke Amerika pada tahun 1954 untuk mengambil beasiswa tersebut. Di Amerika, Rendra tak hanya berkuliah namun juga sering mengikuti seminar tentang seni dan kesusastraan atas undangan pemerintah AS di Harvard University.

Sebenarnya, bakat seni dari WS Rendra sudah tampak saat ia masih SMP. Ketika itu, ia sering ikut mengisi acara sekolah dengan mementaskan drama, puisi serta cerita pendek. Rendra sering mementaskan drama hasil karyanya. Drama pertama yang ia pentaskan di SMP berjudul Kaki Palsu. Ia juga kerap mendapatkan penghargaan , salah satunya adalah saat SMA WS Rendra menang sebagai juara pertama dari Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Yogyakarta dalam dramanya yang berjudul Orang-Orang di Tikungan Jalan.

Yang paling menonjol adalah bakatnya dalam membacakan puisi. Puisi-puisi WS Rendra pun kemudian dipublikasikan di majalah setempat, waktu itu adalah majalah siasat. Awal kali ia menerbitkan puisisnya di majalah adalah saat tahun 1952, setelah itu hampir rutin tiap terbit majalah, puisinya selalu ikut menyemarakkan halaman majalah – majalah lokal tahun 60-an dan 70-an. Beberapa puisi WS Rendra yang tekenal adalah Kisah, Seni, Basis, Konfrontasi, dan Siasat Baru.

Setelah menang dalam berbagai ajang seni dan drama serta puisi, WS Rendra semakin semangat menghasilkan karya-karya baru. Karya-karyanya tak hanya terkenal di dalam negeri, namun juga di manca negara dengan diterjemahkannya karya-karya beliau dalam bahasa asing seperti bahasa Inggris, bahasa Belanda, bahasa Jerman, bahasa Jepang dan bahasa India.

Untuk lebih memfasilitasi dirinya dalam berkarya serta menularkan kejeniusannya dalam bidang seni drama dan puisi, maka pada tahun 1967 WS Rendra mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta dan Bengkel Teater Rendra di Depok.

Kisah Cinta dan Muallaf-nya WS Rendra

WS Rendra - Sang Burung Merak

Pada umur 24 tahun, WS Rendra melabuhkan hatinya pada seorang wanita bernama Sunarti Suwandi yang kemudian memberinya lima orang anak yang bernama Teddy Satya Nugraha, Andreas Wahyu Wahyana, Daniel Seta, Samuel Musa, dan Klara Sinta.

Setelah menikah, WS Rendra bukannya menutup hati, ia malah kepincut dengan salah satu muridnya di Bengkel Teater yang bernama Bendoro Raden Ayu Sitoresmi Prabuningrat yaitu putri Keraton Yogyakarta yang sering maindan belajar di teater Rendra. Jeng Sito adalah panggilan akrabnya. Jeng Sito sering berbaur dalam rumah tangga WS Rendra – Sunarti dengan ikut memandikan dan menyuapi anak-anak Rendra. Dari sinilah kedekatan itu terjalin. Bahkan istri Rendra, Sunarti, mendukung dan ikut melamarkan Jeng Sito untuk menjadi istri kedua WS Rendra. Namun ayahanda Sitoresmi keberatan karena perbedaan agama. Rendra Katolik sedang Sitoresmi Islam.

WS Rendra pun membuat kejutan dengan bersedia mengucapkan dua kalimat syahadat di hari pernikahannya dengan Sitoresmi pada tanggal 12 Agustsu 1970 dan dua rekannya yaitu Taufiq Ismail dan Rosidi sebagai saksinya.

Menjadi Muallafnya Rendra, membuat publik melontarkan komentar yang bernada sinis. Publik banyak yang mempertanyakan ketlusan niat Rendra memeluk Islam, banyak yang menganggap itu hanyalah sensasi Rendra agar dibolehkan poligami. Menanggapi hal itu, WS Rendra mengungkapkan bahwa dirinya tertarik Islam sudah cukup lama yaitu ketika melakukan persiapan pementasan Kasidah Barzanji, beberapa bulan sebelum dirinya menikah dengan Jeng Sito. 

Menurut Rendra, Islam telah berhasil menjawab kegalauan dirinya akan hakekat Tuhan. “Saya bisa langsung beribadah kepada Allah tanpa memerlukan pertolongan orang lain. Sehingga saya merasa hak individu saya dihargai,” begitu katanya. Menurutnya lagi Allah lebih dekat dari urat leher seseorang, jadi jika ingin berdoa tak perlu perantara.

Terlepas dari pro kontra ke-Muallaf-an Rendra, tudingan terhadapnya tentang publik figur yang haus publisitas dan gemar popularitas terus menuju padanya. Terlebih model rumah tangganya yang meletakkan dua istri dalam satu atap.

Ditengah maraknya tudingan miring akan dirinya dan model rumah tangganya, Rendra kedatangan tamu dari Australia. Ketika Rendra menemani tamunya yang dari Australia untuk berkeliling ke Kebun Binatang Gembira Loka, Yogyakarta, Rendra melihat seekor merak jantan yang lagi berjalan dengan diapit dua betinanya. Melihat itu, Rendra langusung berseru dengan tertawa terbahak-bahak Itu Rendra! Itu Rendra!. Mulai saat itulah julukan Si Burung Merak melekat pada dirinya.

Dari pernikahannya dengan Sitoresmi, Rendra dikaruniai empat anak yaitu Yonas Salya, Sarah Drupadi, Naomi Srikandi, dan Rachel Saraswati.

Rendra ternyata tak puas hanya dengan dua istri, naluri kejantanannya bertingkah lagi dengan menikahi seorang gadis bernama Ken Zuraida, akan tetapi pernikahan ketiganya ini harus dibayar mahal dengan mengorbankan dua istri terdahulunya yaitu Sitoresmi dan Sunarti. WS Rendra harus rela menceraikan dua istrinya ini pada tahun 1979 karena tak menyetujui Rendra memiliki istri ketiga. Dari pernikahannya yang ketiga, Rendra mendapat dua anak yaitu Isaias Sadewa dan Maryam Supraba.

Festival, Penghargaan dan Karya WS Rendra

Gaya WS Rendra Membawakan Karya
Yah itulah WS Rendra dengan segala kelebihan prestasi dan kontroversi kehidupannya. Namun tentu kita patut mengacungi jempol untuk berbagai prestasi dan penghargaan yang berhasil digondolnya seperti sebagai berikut :

·         Hadiah Pertama Sayembara Penulisan Drama dari Bagian Kesenian Departemen Pendidikan dan Kebudayaan , Yogyakarta (1954)
·         Hadiah Sastra Nasional BMKN (1956)
·         Anugerah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia (1970).
·         Hadiah Akademi Jakarta (1975)
·         Hadiah Yayasan Buku Utama, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1976)
·         Penghargaan Adam Malik (1989)
·         The S.E.A. Write Award (1996) dan
·         Penghargaan Achmad Bakri (2006)

Selain itu, WS Rendra juga sering melakukan pementasan drama dan puisi serta aktif mengikuti berbagai festival seni dan sastra di luar negeriseperti :

·         The Rotterdam International Poetry Festival (1971 dan 1979),
·         The Valmiki International Poetry Festival, New Delhi (1985),
·         Berliner Horizonte Festival, Berlin (1985),
·         The First New York Festival Of the Arts (1988),
·         Spoleto Festival, Melbourne, Vagarth World Poetry Festival, Bhopal (1989),
·         World Poetry Festival, Kuala Lumpur (1992), dan
·         Tokyo Festival (1995)

Berikut ini adalah Karya Sajak/Puisi W.S. Rendra

Jangan Takut Ibu
Balada Orang-Orang Tercinta (Kumpulan sajak)
Empat Kumpulan Sajak
Rick dari Corona
Potret Pembangunan Dalam Puisi
Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta!
Nyanyian Angsa
Pesan Pencopet kepada Pacarnya
Rendra: Ballads and Blues Poem (terjemahan)
Perjuangan Suku Naga
Blues untuk Bonnie
Pamphleten van een Dichter
State of Emergency
Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api
Mencari Bapak
Rumpun Alang-alang
Surat Cinta
Sajak Rajawali
Sajak Seonggok Jagung

WS Rendra Meninggal


Pada pertengahan tahun 2009, WS Rendra menderita sakit jantung koroner dan harus menjalani perawatan intensif di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara. Setelah satu bulan , penyakitnya semakin menggerogoti tubuhnya dan akhirnya sang penyair besar Indonesia WS Rendra menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit itu juga pada 7 Ogos 2009 tepat jam 22.15 WIB di usianya yang ke 74 tahun.

Jenazah WS Rendra kemudian dikebumikan di kompleks Bengkel Teater, Cipayung-Citayam, Depok selepas shalat jum’at. Makamnya tak jauh dari makam Mbah Surip yaitu penyanyi reggae Indonesia yang terkenal dengann lagu fenomenalnya “Tak Gendong” yang telah berpulang seminggu sebelumnya. Mbah Surip dan WS Rendra memang bersahabat.

Itulah biografi WS Rendra, sang sastrawan Indonesia yang dijuluki Burung Merak. Terlepas dari kurang lebihnya seorang WS Rendra adalah tetap manusia biasa. Sebagaimana peribahasa Tak Ada Gading Yang Tak Retak. Semoga kita bisa meneladani hal-hal positifnya dan tidak meniru hal-hal negatifnya.

Baca juga yukk biografi yang tak kalah menarik berikut ini :
Biografi Yasser Arafat – Pejuang Kemerdekaan Palestina
Biografi Yataro Iwasaki – Pencipta dan Pendiri Mitsubishi
Biografi Yngwie Malmsteen – Gitaris No 1 Dunia
Biografi Riezka Rahmatiana – Pengusaha Muda Pemilik dan Pendiri 100 Gerai Es Pisang Ijo
Biografi Ita Yulianti – Perempuan Tangguh Dalam Bisnis Teknologi Komunikasi dan IT
Biografi Natalia Soetrisna Tjahya – Pendiri Maria Monique Last Wish Foundation
Biografi Yulii Khariton – Penemu Bom Hidrogen Atau Bom Kiamat
Biografi Rustantiningsih – Guru Berprestasi Tingkat Nasional, Melalui Metode “DUGEM”
Biografi Putra Priyadi – Kaya Raya Karena Stroberi
Biografi Yohanes Surya – Bapak Fisiska Indonesia