This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Orang Terkaya Didunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Orang Terkaya Didunia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Desember 2013

Biografi Soedono Salim | Liem Sioe Liong | Om Liem – Taipan No 1 Indonesia

Biografi Liem Sioe Liong
Liem Sioe Liong | Soedono Salim | Om Liem
Masih ingatkah kalian dengan nama Liem Sioe Liong atau Soedono Salim atau Om Liem. Dialah pengusaha no satu Indonesia bahkan Asia di masa pemerintahannya Soeharto. 

Om Liem disebut-sebut sebagai pengusaha yang paling dekat dengan Soeharto saat itu. Banyak yang mengira hampir semua bisnisnya adalah kemudahan yang diberikan oleh penguasa saat itu. Tapi apakah seratus persen demikian? Berikut ini akan diceritakan secara obyektif Biografi Soedono Salim sehingga kita bisa menilai secara obyektif pula dan tidak berdasarkan perasangka.

Biografi Soedono Salim

Soedono Salim atau Liem Sioe Liong adalah termasuk orang Tionghoa asli (bukan peranakan) dimana ia dilahirkan di Fukien, Tiongkok pada tanggal 19 Juli 1916. Ia memiliki saudara tua bernama Liem Sioe Hie dimana pada 1922 telah berimigrasi ke Indonesia. Ketika itu negara Tiongkok sangatlah miskin dan mereka banyak yang berimigrasi ke negara Asia Tenggara khususnya Malaysia dan Indonesia untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Akan tetapi proses imigrasinya tidaklah semudah saat ini. Mereka harus naik kapal layar dimana waktu tempuhnya hingga 1 bulan bahkan tak sedikit yang harus kehilangan nyawa sebelum sampai Indonesia karena diterjang badai besar. Maka dari itu hingga ada lagu yang berbunyi “Nenek moyangku seorang pelaut”.

Kembali lagi ke cerita Liem Sioe Liong. Kakaknya yang telah berimigrasi ke Indonesia kemudian menempati Kudus. Kakaknya sering mengirim kabar bahwa Asia Tenggara khususnya Indonesia adalah gudang harta karun kerajaan-kerajaan Eropa sehingga sangat menjanjikan untuk hidup lebih baik disini ketimbang tetap di Tiongkok. Apalagi saat itu ada kabar bahwa Jepang akan menyerang Cina.

Mulai Berbisnis Cengkeh dan Tekstil

Dengan tekad baja, Liem Sioe Liong kecil menyusul kakaknya di Kudus. Ia berangkat dengan menumpang kapal Belanda yang akan ke Indonesia. Liem menginjakkan kaki di Indonesia sebulan kemudian jadi ia terombang ambing di lautan selama sebulan. Kudus saat itu terkenal sebagai kota penghasil rokok sehingga sering membutuhkan tembakau dan cengkeh dalam jumlah sangat banyak.

Liem melihat peluang ini dan menawarkan diri untuk menyuplai kebutuhan cengkeh tersebut. Liem sangat terlatih akan pekerjaan itu yaitu sebagai supplier cengkeh bahan baku rokok. Liem pun sering mencari jalan belakang agar keuntungan yang didapat berlipat yaitu menyelundupkannya lewat jalur Maluku, Sumatra, Sulawesi Utara, Singapura dan akhirnya Kudus. Liem mendapatkan untung besar sekali dari cengkeh. Ia kemudian merambah bisnis tekstil. Ia membeli tekstil murah dari Shanghai dan menjualnya kembali di Indonesia. Liem memang terkenal piawai mencari sumber dagangan murah.

Ketika tinggal di Kudus, Liem jatuh cinta pada seorang wanita asal Lasem. Wanita itu temasuk keturunan orang berada terbukti si wanita tersebut bersekolah di Sekolah Belanda Tionghoa. Liem pun mengajukan lamaran tetapi sang ayah tak setuju karena takut jika anak perempuannya akan dibawa ke Tiongkok. Liem punmeyakinkan bahwa itu tidak akan terjadi. Sang ayah pun akhirnya setuju dan mereka akhirnya menikah. Acara pernikahannya digelar sangat meriah hingga menghabiskan 12 hari. Untuk menjaga kepercayaan mertua, Liem pun semakin giat bekerja. Usahanya semakin maju.

Musibah Merubah Hidup

Ketika Jepang menjajah Indonesia tahun 1944, usaha Liem mengalami kemunduran hingga akhirnya bangkrut. Selain itu Liem juga mengalami musibah yang lain yaitu kecelakaan mobil. Mobil Liem masuk jurang yang membuat seluruh penumpang tewas kecuali Liem. Namun Liem harus merasakan koma selama 2 hari.

Setelah kondisi fisiknya pulih dan kondisi politik serta keamanan negara terkendali, Liem memutuskan untuk memboyong keluarganya ke Jakarta. Ia pun mulai membangun kembali bisnisnya.

Era Orba Era Keemasan Liem

Ketika era Soeharto, Liem adalah salah satu orang terdekatnya sehingga sering mendapat kemudahan dalam hal bisnis. Ketika itu dikenal istilah The Gang of Four yaitu empat orang pengusaha yang selalu kompak diantaranya yaitu Soedono Salim, Sudwikatmono, Djuhar Susanto dan Ibrahim Risjad. Mereka kemudian mendirikan CV Waringin Kentjana dimana Liem Sioe Liong sebagai chairman dan Sudwikatmono sebagai CEO nya.

Empat orang ini kemudian mendirikan pabrik tepung terigu terbesar di INdonesia yaitu PT Bogasari dimana dananya didapat dari pinjaman pemerintah. Bogasari adalah perusahaan swasta, bukan BUMN namun Bogasari mendapatkan fasilitas melebihi perusahaan BUMN seperti punya pelabuhan sendiri dimana kapal-kapal yang mengangkut atau ada hubungannya dengan terigu bisa langsung merapat ke pabrik.
Dengan kemudahan dari pemerintah seperti ini, Bogasari bisa memonopoli kebutuhan terigu di tanah air. 

Sukses dengan Bogasari, the gang of four kemudian mendirikan pabrik semen di bekas kantor Bogasari yang sudah tak terpakai lagi yaitu di jalan Asemka, Jakarta dimana luasnya hanya 100 m2 kala itu.

The Gang of Four ini kemudian mendirikan PT Indocement Tunggal Perkasa dimana sama seperti Bogasari yaitu memonopoli kebutuhan semen di Indonesia. Karena kekuatannya dalam memonopoli dan mendekati penguasa, kelompok ini juga dijuluki Tycoon of Cement.

Ekspansi usaha selanjutnya adalah di bidang properti dimana The Gang of Four ini menggandeng Ciputra yang kemudian mendirikan real estate PT Metropolitan Development dimana karya-karyanya adalah Perumahan Mewah Pondok Indah dan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai.

Om Liem memang orang yang cerdik. Ia sadar bahwa dirinya sedang dimudahkan oleh penguasa dan ia benar-benar menggunakan itu untuk membuatnya kuat serta membuat bisnisnya besar dan menggurita bukannya malah dibuai dengan kemewahan, Om Liem justru lebih bekerja keras. Kerajaan bisnisnya semakin dikembangkannya. Sektor permobilan pun digarapnya dengan membentuk PT Indomobil.

Tak ketinggalan bidang perbankan juga digarap oleh Liem Sioe Liong. Bersama Mochtar Riyadi Om lIem membuka BCA (Bank Central Asia) dimana dikemudian hari bank ini telah menjadi bank swasta terbesar kedua di Indonesia dengan total asset sebanyak 99 juta dolar.

Kerajaan bisnis Liem Sioe Liong meliputi Indofood, Indomobil, Indocement, Indosiar, BCA, Indomaret, Indomarco, PT Mega, Bank Windu Kencana, PT Hanurata, dan PT Waringin Kencana dan lain-lain dimana kesemua bidang usaha ini bernaung dibawah organisasi bisnis Salim Group.

Dalam masa keemasan ini Om Liem pun dinobatkan sebagai orang terkaya se Indonesia dan Asia bahkan ia masuk dalam daftar 100 orang terkaya dunia dimana sampai saat ini belum ada lagi orang Indonesia yang bisa menempati urutan 100 orang terkaya dunia. Paling banter 1000 terkaya dunia.

Terkena Imbas Krismon

Roda kehidupan memang selalu berputar. Kadang diatas tapi pasti akan merasakan dibawah. Begitu juga dengan perputaran bisnis Liem Sioe Liong. Ketika sang pelindung yaitu Soeharto lengser maka bisnis Salim Group pun juga terkena dampaknya apalagi saat kemunduran Soeharto juga dibarengi dengan krismon. Kekayaan Om Liem pun turu drastis tergerus krisis.


Rumah Om Liem yang berada di Gunung Sahari pun diobrak abrik kelompok yang mengaku golongan reformis sehingga Om Liem dan keluarga terpaksa hijrah ke Singapura. Usia Om Liem yang tak muda lagi ditambah dengan segala masalah yang terjadi di bisnisnya akibat mundurnya Soeharto dan krismon mmebuat Om Liem melimpahkan segala urusan bisnis kepada sang anak yaitu Anthony Salim dan juga menantunya Franciscus Welirang.

Liem Sioe Liong tetap bermukim di Singapura hingga meninggal dunia pada tanggal 10 Juni 2012 di usia 96 tahun.

Gambaran Kekuatan Liem
sejarah pt indofood sukses makmur tbk
Salah Satu Mesin Uang Salim Group

Kekuatan bisnis Liem Sioe Liong tak hanya diketahui di dalam negeri, bahkan di luar negeri pun keperkasaan Soedono Salim dalam hal bisnis mmebuat majalah Insight, Asia’s Bussines Mountly yang terbit di Hngkong edisi Mei 2013 membuat karikatur Liem Sioe Liong yang mengenakan pakaian Napoleon Bonaparte dimana dadanya penuh tempelan lencana bisnisnya.

Group Salim begitu berani dalam segala aktifitas bisnisnya seperti saat Go Public perusahaannya di bursa saham, ia melakukannya dengan gencar tak perduli isu bisnis apapun yang sedang marak. Liem begitu PD dengan langkah-langkah bisnisnya seperti yang disampaikannya pada publik,

“Jika anda hanya mendengarkan apa yang dikatakan orang, anda akan gila. Anda harus melakukan apa yang anda yakini.”


Mungkin falsafah itulah yang membuat anak muda miskin yang merantau dari Tiongkok ke Kudus, Liem Sioe Liong atau Lin Shao Liang atau Soedono Salim atau Om Liem menjelma menjadi Raja Dagang Indonesia.

Itulah Biografi Liem Sioe Liong, ada negatifnya namun juga banyak hal positif yang patut ditiru jadi ambil saja baiknya dan buang jeleknya.

Yuk Baca Biografi Yang Tak Kalah Bagus Dibawah Ini :
Biografi Erick Thohir – Pengusaha Indonesia | Presiden Klub Inter Milan
Biografi Kevin Systrom – Pendiri Instagram, Jejaring Sosial Khusus Untuk Berbagi Foto
Biografi Fusajiro Yamauchi – Pendiri Nintendo, Permainan multimedia Modern
Biografi Tokuji Hayakawa – Pendiri SHARP Electronics
Biografi Stan Shih – Pendiri Acer Computer
Biografi Harry Tanoesoedibjo – Penguasa Jaringan Media di Indonesia
Biografi Robert Noyce – Pendiri Intel Corporation Bersama Gordon Moore
Biografi Gorgon Moore - Pendiri Intel Corporation
Biografi Rusdi Kirana – Pendiri dan Pemilik Lion Air
Biografi Eka Tjipta Widjaja – Pendiri dan Pemilik Konglomerasi Sinar Mas Group

Selasa, 17 Desember 2013

Biografi Kevin Systrom – Pendiri Instagram, Jejaring Sosial Khusus Untuk Berbagi Foto


Instagram dibeli Facebook
Kevin Systrom
Akhir-akhir ini ada suatu trend di dunia maya yaitu Situs jejaring sosial dimana dipelopori oleh facebook mampu membuat orang betah berlama-lama di depan komputer. Salah satu dari situs jejaring sosial yang memiliki keunikan tersendiri adalah Instagram yaitu sebuh situs jejaring sosial yang mengkhususkan untuk berbagi foto antar sesama.

Siapakah pendiri Instagram ini? Dialah dua orang pemuda Kevin Systrom dan Mike Krieger. Dalam kesempatan kali ini penulis hanya akan mengulas tentang Biografi Kevin Systrom.

Biografi

Kevin Systrom dilahirkan pada tanggal 30 Desember 1983 di Holliston, Massachusetts, Amerika Serikat. Ia adalah putra dari pasangan Douglas Systrom dan Diane. Kedua orang tia Kevin adalah seorang profesional, ayahnya sebagai kepala sumber daya manusia dan ibunya seorang marketing eksekutif.

Kevin Systrom menghabiskan masa sekolahnya hingga SMA di Massachusetts. Ia lalu mendaftar sebagai mahasiswa di Standford University dengan mengambil jurusan Management Science and Engineering. Kevin mendapat gelar sarjananya pada tahun 2006.

Menimba Pengalaman Di Perusahaan Startup

Ketika masih berstatus mahasiswa, Kevin pernah bekerja paruh waktu di  perusahaan startup yaitu Odeo. Belakangan Odeo adalah yang membidani lahirnya layanan mikrobloging, Twitter. Setelah mendapat gelar sarjana, Kevin kemudian bekerja di Google dengan jabatan sebagai manajer pemasaran produk yaitu bekerja pada produk seperti Gmail, Google Calendar, Docs dan Spreadsheets.

Setelah mendapat pengalaman yang cukup dari Google, Kevin kemudian bekerja pada Nextstop yaitu startup yang didirikan oleh mantan karyawan Google. Posisi Kevin lagi-lagi adalah dibidang pemasaran namun Kevin juga sering membantu memberi usulan dalam hal coding.

Menciptakan Perusahaan Sendiri

Pengalaman Kevin sewaktu bekerja di beberapa perusahaan startup mmebuatnya berfikir untuk mendirikan perusahaan sendiri. Ia kemudian menciptakan aplikasi bernama Burbn yang kelak akan berubah menjadi Instagram.

Awal perkembangannya, Burbn Inc lebih mengkhususkan pada HTML5 mobile. Versi pertama dari Bubn telah siap diluncurkan dan bisa digunakan pada iPhone namun isinya terllau banyak fitur sehingga kurang unik. Akhirnya Kevin dan Mike memutuskan untuk fokus pada aplikasi foto agar memiliki keunikan tersendiri dari facebook yang saat itu menjadi pesaing mereka.

Membuat Instagram

Terciptalah sebuah aplikasi yang disebut Instagram yang berfokus pada aplikasi foto, komentar, dan untuk menyukai foto. Instagram berasal dari dua kata yaitu “instan” dan “telegram”. Instan artinya foto instan dan telegram yang artinya mengirimkan informasi secara cepat. Jadi Instagram artinya aplikasi berbagi foto dengan cepat karena menggunakan jaringan internet.

Segera setelah Kevin Systrom dan Mike Krieger menyempurnakan Instagram mereka berdua lalu meluncurkan produknya dan sudah diramalkan sebulan setelah peluncurannya Instagram mampu menyabet 1 juta user. Kemudian berkembnag terus hingga dalam satu tahun berhasil menyabet lebih dari 10 juta user.

Menjual Instagram ke Facebook

Melihat kesuksesan Instagram, Mark uckerberg selaku pemilik Facebook menginginkan untuk mengakuisisinya. Jadilah pada 2012 lalu Instagram dibeli oleh Facebook dengan nilai yang sangat fantastis yaitu 1Miliar USD. Ini adalah angka yang paling besar dalam pembelian aplikasi dalam sejarah facebook.

Pengakuisisian itu membuat Kevin Systrom dan Mike Krieger menjadi seorang miliarder baru. Sedangkan Instagram dibawah bendera facebook menjadi semakin populer dengan jumlah user yang terus bertambah. Tak hanya untuk berbagi foto, Instagram juga dapat digunakan untuk mengedit foto dengan 16 efek yang dimilikinya. Foto-foto tersebut kemudiandapat di download melalui berbagai jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Filckr, Foursquare serta Posterous.

Foto-foto ini pun dapat di save kedalam berbagai gadget seperti iPhone, android dan lainnya. Pengguna Instagram juga dapat secara langsung memanfaatkan fitur yang ada dalam Instagram untuk mengatur coloring dari foto. Dalam Instagram juga dilengkapi dengan efek kamera tilt-shift dimana fungsinya adalah untuk mmefokuskan sebuah foto di titik tertentu. Instagram juga memungkinkan user untuk memutar fotonya sesuai yang diinginkan.

Instagram dapat diaplikasikan melalui iPhone, iPad, Ipod touch versi apapun dengan menggunakan operating system ios 3.1.2 atau yang lebih new dan juga dengan Android versi apapun dengan OS 2.2 (Froyo) dan yang lebih baru. Para pengguna Windows Phone pun juga bisa menggunakannya. Hanya Blackberry saja yang elum mensupport aplikasi ini.

Dengan kecanggihan yang dimilikinya, Instagram juga menyimpan kelemahan yaitu terbatasnya ukuran foto namun mungkin suatu saat kekurangan ini dapat diatasi.

Bagus Khan Biografi Diatas, Yuk Baca Juga Biografi Dibawah Ini, Bagus-Bagus Lho....
Biografi Fusajiro Yamauchi – Pendiri Nintendo, Permainan multimedia Modern
Biografi Tokuji Hayakawa – Pendiri SHARP Electronics
Biografi Stan Shih – Pendiri Acer Computer
Biografi Harry Tanoesoedibjo – Penguasa Jaringan Media di Indonesia
Biografi Robert Noyce – Pendiri Intel Corporation Bersama Gordon Moore
Biografi Gorgon Moore - Pendiri Intel Corporation
Biografi Rusdi Kirana – Pendiri dan Pemilik Lion Air
Biografi Eka Tjipta Widjaja – Pendiri dan Pemilik Konglomerasi Sinar Mas Group
Biografi Sukanto Tanoto – Salah Satu Dari 10 Orang Terkaya Indonesia | Pemilik Group Konglomerasi Raja Garuda Mas
Biografi Sukamdani Sahid Gitosardjono – Pendiri Hotel Sahid dan Pemilik Jaringan Bisnis Sahid Group

Biografi Tokuji Hayakawa – Pendiri SHARP Electronics

Kisah Sukses Pengusaha
Tokuji Hayakawa
Anda tentu tahu SHARP bukan? Sharp adalah salah satu merk terkenal dari peralatan elektronik seperti Televisi, LCD, Mesin cuci, microwave, pendingin udara dan lain sebagainya. Siapakah tokoh dibalik kesuksesan Sharp? Dialah Tokuji Hayakawa. Berikut ini akan dibahas Biografi dari Tokuji Hayakawa.

Biografi Tokuji Hayakawa

Tokuji Hayakawa adalah seorang Jepang. Ia dilahirkan di Tokyo, Jepang pada tahun 1893. Ketika Tokuji lahir, kondisi Jepang belumlah semaju sekarang. Kemiskinan dimana-mana termasuk juga keluarga Hayakawa. Namun Tokuji harus bersyukur karena ia kemudian diadopsi oleh keluarga Sato walau tak sampai dewasa.

Ketika berumur belasan, Tokuji sudah bekerja di sebuah usaha pembuatan ornamen logam. Di sana Tokuji bekerja dengann sangat rajin dan baik, Tokuji sangat ingin sekali memiliki keahlian dalam membuat logam dan tata cara bisnisnya. Tokuji kemudian mendapat kepercayaan penuh dari bosnya.

Bisnis Ikat Pinggang

Suatu hari, Tokuji sedang melihat seorang artis sedang memakai ikat pinggang dari logam namun sepertinya artis tersebut tak terlalu suka dengan modelnya. Tokuji lalu memiliki ide untuk mmebuat ikat pinggang yang digemari. Ia lalu mencari referensi dengan mencari tahu model seperti apakah yang sering dipakai oleh orang barat. Tokuji kemudian menemukannya dan membuatnya. Tokuji berhasil membuat ikat pinggang yang lebih modis dan bisa dikaitkan.

Bos Tokuji mengetahui akan hasil karyanya dan memujinya. Bosnya lalu mendorong Tokuji untuk mematenkan penemuannya itu. Tokuji lalu memberi merk “Tokubijo” untuk ikat pinggang buatannya. Ikat pinggang itu lalu dikomersilkan dan banyak yang meminatinya. Tokuji kebanjiran order sehingga ia harus membuat pabrik sendiri di tengah kota serta tokonya di tahun 1921 bulan September.

Untuk mengejar pesananya ia lalu merekrut karyawan secara besar-besaran. Tokuji mendapat laba yang banyak sekali hingga bisa melunasi semua hutang-hutangnya. Tokuji terus memperluas bisnisnya.
Tokuji lalu mengembangkan pembuatan keran air dan ia memperoleh hak patennya pada 1915. Tokuji juga mengembangkan pensil mekanik yang ber merk “Ever-Sharp” dimana masih dijual hingga saat ini.

Merk SHARP
Melihat perkembangan bisnisnya yang melaju pesat, Tokuji lalu masuk ke bisnis elektronika dengan membuat segala peralatan elektronik. Ia memberi merk “SHARP” pada produk elektroniknya mengambil dari nama pensil mekaniknya yang laku keras “Ever-Sharp”. Produk unggulan Sharp waktu itu adalah radio-tape recorder dan televisi.

Dalam mengembangkan produk-produknya, Tokuji terus bekerja keras tiada henti. Jika ada dari produknya yang laku keras di pasaran maka akan muncul pesaing yang meniru produknya. Hal ini tak membuat Tokuji berkecil hati bahkan ia terus memopa kreativitas dirinya dan karyawan untuk melahirkan produk-produk unggulan lainnya. Tokuji malah senang jika produknya di tiru oleh pesaingnya. Itu bukti jika perusahaannya lebih unggul dari pesaingnya dan itu juga yang memompa semangat Tokuji untuk terus berinovasi tiada henti. Inilah yang namanya persainagn bisnis dan Tokuji menikmati hal itu.

Pensiun dan Meninggal

Tokuji juga aktif dalam kegiatan sosial selain bisnis. Tokuji menutup usia pada 81 tahun tepatnya tahun 1981.
Hingga sekarang Sharp terus menerus mengembangkan perusahaannya dan produk-produknya dengan memunculkan produk unggulan seperti televisis LCD merk Aquos yang kualitasnya sangat unggul dibanding produk sejenis, telepon seluler, microwave, Home cinema dan audio, AC, Kulkas, bahkan kalkulator dan mesin fax pun diproduksinya.


Sharp juga menjadi brand yang terkenal di Indonesia untuk produk elektronik.

Yuk Baca Biografi Yang Tak Kalah Seru Dibawah Ini :
Biografi Stan Shih – Pendiri Acer Computer
Biografi Harry Tanoesoedibjo – Penguasa Jaringan Media di Indonesia
Biografi Robert Noyce – Pendiri Intel Corporation Bersama Gordon Moore
Biografi Gorgon Moore - Pendiri Intel Corporation
Biografi Rusdi Kirana – Pendiri dan Pemilik Lion Air
Biografi Eka Tjipta Widjaja – Pendiri dan Pemilik Konglomerasi Sinar Mas Group
Biografi Sukanto Tanoto – Salah Satu Dari 10 Orang Terkaya Indonesia | Pemilik Group Konglomerasi Raja Garuda Mas
Biografi Sukamdani Sahid Gitosardjono – Pendiri Hotel Sahid dan Pemilik Jaringan Bisnis Sahid Group
Biografi Alexander Graham Bell – Penemu Telepon
Biografi Nelson Mandela – Presiden Afrika Selatan 

Biografi Stan Shih – Pendiri Acer Computer

kisah pengusaha sukses
Stan Shih Pendiri Acer
Jika kita cermati, kebanyakan teknologi komputer , laptop ataupun hp dikuasai oleh negara Amerika, banyak perusahaan – perusahaan komputer bertaburann di negeriadidaya itu seperti IBM, Apple, Hewlet-Packard atau yang lainnya.

Tahukah teman bahwa orang Asia juga bisa bersaing dengan negara adidaya sekelas Amerika. Kita bisa melihat Samsung, Toshiba dan Acer adalah beberapa raksasa komputer yang berasal dari negara-negara Asia dan bisa bersaing dengan raksasa-raksasa dari Amerika.

Kali ini penulis akan membahas Stan Shih, beliau adalah orang yang berperan penting dalam membesarkan perusahaan komputer ber merk Acer. Berikut ini adalah Biografi Stan Shih.

Biografi Stan Shih

Stan Shih memiliki nama asli Shi Zhenrong adalah seorang Taiwan yang dilahirkan pada tanggal 8 Desember 1944. Latar belakang keluarga Stan Shih bukanlah dari keluarga berada. Stan Shih yang lahir di akhir pendudukan Jepang di Taiwan harus mau mersakan bagaimana itu hidup susah dan miskin.

Sejak kecil Stan Shih adalah anak yatim. Ia harus rela melepaskan waktu kecilnya untuk bermain karena harus membantu sang ibu berjualan telur. Setiap hari selepas sekolah Stan Shih harus menjajakan telur-telur ibunya. Dari sinilah Stan Shih belajar berwirausaha.

Walau kemiskinan menerpanya, Stan Shih tetap kekeuh meneruskan sekolahnya hingga jenjang paling tinggi. Lulus dari SMA di Taiwan, Stan Shih meneruskan pendidikannya di Universitas National Jiao Tong di Taiwan. Dari university inilah ia menerima gelar sarjana dan master di jurusan Teknik Elektro.

Menikah dan Mendirikan Acer


Setelah menyelesaikan study nya Stan Shih kemudian menikah dengan Carolyn Yeh. Mereka berdua kemudian memutuskan untuk menjadi wirausahawan dengan mendirikan Multitech pada 1976. Pada tahun 1987 Multitech diubah namanya menjadi Acer agar mudah diingat.

Perusahaan ini menghasilkan produk-produk seperti komputer, laptop, LCD, notebook dan smart phone. Perusahaan ini pun kemudian mengalami perkembangan yang signifikan dimana menjadi perusahaan teknologi komputer yang bisa mendunia. Terbukti produk-produk Acer banyak juga dijumpai di pasaran Indonesia. Acer pun bisa bersanding dengan merk-merk papan atas seperti NEC, Toshiba, Dell, dan Hewlwett-Packard.

Pensiun Dini

Ketika tahun 2004 dimana perkembangan Acer sangat maju, Stan Shih sang pendiri dan pemimpin Acer justru memutuskan untuk pensiun diusianya yang ke 60. Ini adalah hal yang kontradiktif dengan kebiasaan pengusaha Tionghoa karena biasanya pengusaha Tionghoa justru akan bekerja keras tak peduli sampai umur berapa hingga dirinya tak sanggup. Namun Stan Shih berpikir lain. Ia ingin merubah hal itu. Menurut Stan Shih sebuah organisasi bisnis haruslah terjadi reformasi kepemimpinan dimana yang muda diberi kesempatan untuk berkembnag agar perusahaan tersebut terus bisa eksis dan menjadi yang terbaik. Satu perusahaan harus digerakkan oleh darah-darah baru yang segar dan bertenaga serat dapat mengikuti perkembangan jaman yaitu kaum muda.

Menurut Stan Shih, dibawah kepemimpinan kaum muda ia berharap perusahan Acer bisa membuat gaya baru yang lebih agresif dan ini hanya bisa dicapai jika yang memimpin adalah kaum mudanya.
Selama menjadi pemimpin Acer, Stan Shih dikenal sangat toleran dn memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Ia memperlakukan pegawainya layaknya satu keluarga serta memberikan pembagian keuntungan selain gaji.

Stan Shih dan keluarga termasuk orang yang sederhana walau sebenarnya ia bisa hidup glamour layaknya para konglomerat. Gaya hidup Stan Shih mencerminkan gaya hidup orang Taiwan yaitu sederhana, santai, harmonis, kuat, dan humoris.

Perkembangan Acer


Acer sekarang telah menjadi perusahaan raksasa dimana jumlah pekerjanya melebihi 39 ribu orang dan merambah ke lebih dari 100 negara. Pada tahun 2002 pendapatan Acer Group mencapai 12,9 miliar dollar. Walau Acer sudah menjadi perusahaan internasional namun kantor pusat Acer masih berada di negara asalnya yaitu Taiwan. Stan Shih tak berencana memindahkannya ke Amerika yang merupakan pusat industri dan teknologi karena sangat mencintai Taiwan. Kantor pusat Acer tepatnya berada di kota Sijhih , Taipei County, Taiwan.

Pada beberapa tahun belakangan, pasaran Acer di Amerika Utara merosot drasris namun nama Acer di Eropa justru kian melambung. Hal ini dikarenakan keikutsertaan Acer dalam mensponsori Tim Formula 1 Ferrari dan bekas tim F1, Prost Grand Prix.

Sekarang, Acer telah menjadi raksasa di dunia teknologi komputer dan smartphone. Hal ini tentu tak lepas dari kerja keras dan jatuh bangun para pendahulunya. Dan sekarang para anak turunnya bisa menikmati hasilnya, tentu saja harus terus inovatif agar bisa meningkatkan diri.

Yuk Baca Biografi Yang Tak Kalah Inspiratif Berikut Ini :
Biografi Harry Tanoesoedibjo – Penguasa Jaringan Media di Indonesia
Biografi Robert Noyce – Pendiri Intel Corporation Bersama Gordon Moore
Biografi Gorgon Moore - Pendiri Intel Corporation
Biografi Rusdi Kirana – Pendiri dan Pemilik Lion Air
Biografi Eka Tjipta Widjaja – Pendiri dan Pemilik Konglomerasi Sinar Mas Group
Biografi Sukanto Tanoto – Salah Satu Dari 10 Orang Terkaya Indonesia | Pemilik Group Konglomerasi Raja Garuda Mas
Biografi Sukamdani Sahid Gitosardjono – Pendiri Hotel Sahid dan Pemilik Jaringan Bisnis Sahid Group
Biografi Alexander Graham Bell – Penemu Telepon
Biografi Nelson Mandela – Presiden Afrika Selatan
Biografi Alexander Bain – Sang Penemu Mesin Faks

Biografi Harry Tanoesoedibjo – Penguasa Jaringan Media di Indonesia

Orang Terkaya Indonesia
Harry Tanoesoedibjo
Harry Tanoesoedibjo atau akrab disapa Harry Tanoe adalah salah satu konglomerat Indonesia. Namanya dibesarkan karena bisnisnya dalam hal jaringan televisi dan media cetak nasional. RCTI, MNCTV, GLOBAL, Indovision, Koran Sindo, adalah sederet jaringan yang berada dibawah kepemimpinannya. Harry Tanoe mulai terkenal ketika dirinya membeli sebagian besar saham dari anak Soeharto yaitu Bimantara Group milik Bambang Trihatmojo.

Berikut ini penulis akan mengulas tentang Biografi Harry Tanoesoedibjo agar kita bisa tahu kunci sukses beliau dalam membesarkan bisnisnya.

Biografi Harry Tanoesoedibyo

Harry Tanoesoedibjo dilahirkan di Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 26 September 1965. Masa kecil dan sekolahnya dihabiskan di kota Pahlawan ini. Barulah ketika dirinya lulus SMA, ia memutuskan untuk meneruskan pendidikannya di Kanada yaitu Carleton University, Ottawa Kanada. Dari sanalah ia menyabet gelar Bachelor of Commerce pada 1988.

Harry Tanoe tak lantas berbangga hati. Ia terus mencari ilmu lebih tinggi lagi dengan meneruskan studinya di tempat yang sama untuk memperoleh gelar Master of Business Administration dimana ia mencapainya hanya dalam waktu 1 tahun saja.

Harry Tanoe adalah anak ke tiga dari tiga bersaudara, nama saudaranya adalah Hartono Tanoesoedibjo dan Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo. Harry Tanoe menikah dengan seorang wanita anggun yang bernama Liliana Tanaja Tanoesoedibjo. Dari pernikahannya ini mereka dikaruniai lima orang anak.

Menjadi Entrepreneur


Sejak kecil Harry Tanoe memang terobsesi menjadi seorang pengusaha. Kiprahnya dalam dunia bisnis dimulai ketika tahun 2000. Ketika itu beliau mengambil alih kepemilikan PT Bimantara Citra Tbk milik Bambang Trihatmojo yaitu anak dari mantan presiden Soeharto. Dimana bidang usahanya adalah stasiun televisi RCTI.

Dari situlah minatnya di bisnis media semakin menjadi. Ia kemudian mengukuhkan tekad menjadi pemenang dalam persaingan bisnis media di Indonesia. Harry Tanoe memmang dikenal piawai dalam menata ulang perusahaan yang sudah morat-marit dan hampir bangkrut. Termasuk yang saat itu dialami oleh Bimantara Citra Tbk.

Setelah sukses menata ulang Bimantara Citra Tbk, Harry kemudian menggabungkan diri dengan media televisis lain yaitu TPI milik Siti Hadiyanti Rukmana atau Mbak Tutut yang juga anak dari mantan presiden Soeharto. Tak sampai lima tahun Harry Tanoe bisa menguasai saham mayoritas dan mengubah nama TPI menjadi MNC TV atau Media Nusantara Citra Televisi. Proses ini sempat mengalami perseteruan dengan pemiliknya semula yaitu Mbak Tutu namun kemudian bisa dimenangkan oleh Harry Tanoe.

Selain RCTI dan MNCTV, Harry juga mengambil alih stasiun televisi yang sempat terkenal dengan program MTV yaitu Global TV. Dengan begitu Harry telah menjadi penguasa dengan memiliki tiga stasiun televisi nasional yang paling utama di negeri ini.

Sejak saat itu Harry semakin agresif dalam ambisinya menjadi orang nomor satu di media elektronika. Harry juga membuat radio yaitu Trijaya FM kemudian membuat TV kabel yaitu Indovision, media cetak juga dirambahnya yaitu Koran Sindo, majalah ekonomi dan bisnis yaitu Trust, tabloid remaja yaitu Genie.

Langkah berikutnya, Harry Tanoe melalui MNC yang menjadi subholding dari Bimantara Citra Tbk juga mendirikan rumah produksi yang akan memasok acara-acara di stasiun televisi miliknya. Harry juga dikabarkan akan membuat jaringan radio nasional.

Selain bidang media cetak dan elektronika, Harry juga merambah bisnis investasi melalui PT Bhakti Investama. Ia juga memegang jabatan strategis di berbagai perusahaan ternama seperti menjadi Presdir di PT Global Mediacom Tbk.

Berpolitik


Selain berbisnis, saat ini Harry Tanoesoedibjo adalah seorang bendahara KONI, menjadi pembicara dan dosen tamu di beberapa universitas terkemuka dan juga dalam berbagai seminar bisnis dan keuangan serta juga terjun dalam bidang politik.

Dalam bidang politik, Harry bergabung dengan partai politik Nasional Demokrat atau Nasdem bentukan Surya Paloh, pemilik Metro TV. Namun karena merasa tak sejalan dengan pola pemikirannya akhirnya Harry mengundurkan diri.

Harry kemudian melabuhkan plihan politiknya di partai Hanura besutan Wiranto. Harry memilih partai Hanura karena Wiranto telah memiliki pengalaman dan berjiwa kepemimpinan dari pengalamannya memimpin TNI selama 35 tahun. Di Hanura, Harry menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Hanura. 

Pada bulan Juli 2013 lalu, pasangan Wiranto-Harry mengumumkan menjadi pasangann capres dan cawapres 2014 dengan slogan “Pasti Maju Indonesia”. Menurut pasangan ini, modal besar dalam mencalonkan diri adalah kepemimpinan Wiranto yang telah terasah selama 35 tahun sebagai pemimpin TNI dan kesuksesan Harry dalam bisnis dianggap bisa memahami dan menyelesaikan persoalan ekonomi nasional.

Kunci Sukses Harry
Kesukses Harry dalam berbisnis tak diraihnya semalam. Kerja keras dan pengorbanan banyak dilakukannya dalam membangun imperium bisnisnya. 

Berikut ini adalah kunci suksesnya:

·         Visi yang jelas. Dari awal Harry memang memutuskan menjadi entrepreneurship yang sukses. Inilah visi atau tujuannya. "Saya dari dulu ingin jadi enterpreneurship, dan untuk menjadi tujuan itu, saya terus fokus dan dislipin, anda juga pasti bisa melakukan itu," ujarnya.

·         Fokus pada tujuan dan apa yang ingin dicapai. Jangan menyerah akan kegagalan, karena sukses itu tidak instan, sukses itu butuh proses. "Tujuan kita harus jelas dan fokus dan jangan berhenti sebelum tujuan itu tercapai, tapi kita harus ingat sukses besar adalah akumulasi dari sukses yang kecil-kecil," ujar Harry.

·         Kerja keras dan tak mengenal putus asa. Jika gagal maka terus dicoba lagi hingga berhasil karena pada dasarnya kegagalan itu tak ada. Yang ada adalah berhenti berusaha sehingga tujuannya tak tercapai.

·         Berdoa. Karena spiritual itu adalah kekuatan, untuk mencapai tujuan. "Istri saya banyak berdoa untuk saya, biasanya sebelum gol dalam tujuan, itu kita butuh wisdom, kita harus banyak berdoa, power of pray very strong," ujar Harry.

·         Membangun karakter yang baik untuk selalu maju mencapai tujuan yang jelas. Untuk mencapai itu, hal utama dilakukan adalah fokus pada kualitas bukan kuantitas. "Banyak orang cari uang, tapi kalau saya bekerja uang nomor dua, tapi yang pertama adalah kualitas," jelasnya.

·         Disiplin dan Komitmen. Komitmen yang kuat menghasilkan mental dan fisik yang kuat. "Intinya kita harus berubah, karena musuh terbesar dalam hidup adalah diri kita sendiri," ujar Hary.

Apakah orang sepintar Harry Tanoesoedibjo tak pernah merasakan gagal dan kecewa? Tentulah pernah. Tahukah teman bahwa Harry sewaktu SMA pernah merasakan tidak naik kelas. Coba bayangkan bagaimana kecewa dan malunya jika tidak naik. Harry juga mengalami hal itu namun ia tak berhenti berusaha. Terbukti tekadnya untuk kuliah di luar negeri menghantarkannya dalam kesuksesan studi dan bisnis. Selain itu ketika dirinya berseteru dengan pihak TPI yaitu Mbak Tutut, dirinya sempat kalah namun ia terus berusaha sehingga dirinya dinyatakan menang oleh pengadilan dan berhak atas 99,9% saham TPI yang kemudian berubah nama menjadi MNC TV.

Konglomerasi Harry Tanoe yang begitu menggurita membuatnya dinobatkan menjadi salah satu konglomerat di Indonesia dengan total aset 7,2 miliar dollar. Ini diraihnya hanya dalam tempo 14 tahun.

Bagus Khan Artikel Diatas, Yuk Baca Lagi Artikel Yang Tak Kalah Bagus Berikut Ini :
Biografi Robert Noyce – Pendiri Intel Corporation Bersama Gordon Moore
Biografi Gorgon Moore - Pendiri Intel Corporation
Biografi Rusdi Kirana – Pendiri dan Pemilik Lion Air
Biografi Eka Tjipta Widjaja – Pendiri dan Pemilik Konglomerasi Sinar Mas Group
Biografi Sukanto Tanoto – Salah Satu Dari 10 Orang Terkaya Indonesia | Pemilik Group Konglomerasi Raja Garuda Mas
Biografi Sukamdani Sahid Gitosardjono – Pendiri Hotel Sahid dan Pemilik Jaringan Bisnis Sahid Group
Biografi Alexander Graham Bell – Penemu Telepon
Biografi Nelson Mandela – Presiden Afrika Selatan 
Biografi Alexander Bain – Sang Penemu Mesin Faks
Biografi Alessandro Volta – Penemu Baterai

Minggu, 15 Desember 2013

Biografi Eka Tjipta Widjaja – Pendiri dan Pemilik Konglomerasi Sinar Mas Group

kisah orang sukses dunia
Eka Tjipta Widjaja
Jika diamati, kebanyakan para konglomerat Indonesia berasal dari keluarga yang sangat miskin dan juga tak mengenyam pendidikan tinggi. Selain itu mereka juga harus bekerja ekstra keras hampir seumur hidup mereka untuk membangun imperium bisnisnya. Tak heran jika mereka bisa menikmati suksesnya ketika mereka sudah berumur. 

Namun begitu, karena dengan sekuat tenaga dan sepenuh hati serta mengerahkan semua anggota keluarganya maka bisnis yang dibangunnya memiliki fondasi yang kuat. Hingga bisa diturunkan ke anak turunan sampai tujuh turunannya. Tak heran jika sang kakek buyutnya berjualan minyak maka cucunya bakalan menjadi pengusaha pengeboran minyak. Itulah yang terjadi pada kebanyakan konglomerat Indonesia.

Biografi Eka Tjipta Widjaja

Salah satu dari sekian banyak konglomerat Indonesia itu adalah Eka Tjipta Widjaja atau Oei Ek Tjhong. Ia dilahirkan di China pada tanggal 3 Oktober 1923. Ia adalah seorang anak dari keluarga miskin. Ketika itu di China sedang ada perang yang membuat kehidupan di sana begitu sulit. Banyak dari kaum lelakinya yang kemudian merantau ke Malaya yaitu Malaysia dan Indonesia untuk memperbaiki nasib. Tak terkecuali ayah Eka Tjipta Widjaja yang saat itu masih menggunakan nama China Oei Ek Tjhong.

Ayah Oei Ek Tjhong merantau ke Massar dan membuka toko kecil-kecilan. Namun Oei Ek Tjhong dan ibunya masih menetap di China. Hingga Oei Ek Tjhong berumur 9 tahun, oleh ibunya diajak menyusul sang ayah ke Makassar.

"Bersama ibu, saya ke Makassar tahun 1932 pada usia sembilan tahun. Kami berlayar tujuh hari tujuh malam. Lantaran miskin, kami hanya bisa tidur di tempat paling buruk di kapal, di bawah kelas dek. Hendak makan masakan enak, tak mampu. Ada uang lima dollar, tetapi tak bisa dibelanjakan, karena untuk ke Indonesia saja kami masih berutang pada rentenir, 150 dollar". Kenangnya.

Suka Duka Berjualan Sejak Kecil

Sesampainya di Makassar, Eka kecil langsung bekerja di toko ayahnya guna mendapat 150 dollar untuk melunasi hutangnya di rentenir. Setelah dua tahun, utangnya terlunasi. Toko sang ayahpun maju pesat. Eka yang sejak kecil belum merasakan sekolah akhirnya meminta ke rang tuanya untuk disekolahkan. Suatu prestasi yang membanggakan bagi Eka yang seorang anak miskin bisa bersekolah walau hanya tamat SD.

Setamat SD, Eka tak melanjutkan sekolah karena tak punya uang. Ia kemudian berjualan keliling Makassar dengan sepeda angin menjajakan permen, biskuit, serta barang dagangan toko ayahnya. Karena ketekunannya, Eka bisa mengumpulkan laba hingga 20 rupiah ketika usianya 15 tahun. Saat itu uang segitu sudah sangat banyak mengingat harga beras per kg nya 3-4 sen.

Jangan dibayangkan kondisi kota Makassar saat itu seramai sekarang. Jalannya pun masih terjal dan penuh hutan belantara di sekitarnya. Sehingga Eka harus mengayuh sepedanya sekuat tenaga.

Untuk mengangkut dagangan yang lebih banyak, Eka akhirnya membeli becak. Usahanya pun semakin berkembang. Namun ketika usahanya dipuncak keberhasilan, Jepang datang menyerbu Indonesia termasuk Makassar. Hal ini membuat usaha yang dirintis Eka susah payah langsung hancur total seketika itu.

Eka pun menganggur. Tak ada barang dagangan yang bisa dijual. Keuntungan sebesar 2000 rupiah yang susah payah ia kumpulkan habis untuk membiayai kebutuhan hidup. Ditengah berkecamuknya perang dan kehidupan yang serba susah, Eka mengayuh sepeda anginnya keliling kota Makassar guna mencari peluang usaha.

Sampailah ia di Paotere (daerah di pinggir kota Makassar). Disana Eka menyaksikan beratus tentara Jepang sedang mengawasi tawanan dari pasukan Belanda. Yang menjadi perhatian Eka sebenarnya adalah tumpukan terigu, semen, beras dan gula yang tergeletak namun masih dalam keadaan baik. Eka pun memutar otak mencari cara agar bisa mengambil tumpukan sembako itu.

Eka mendapat akal, ia harus membuat tenda di sana dan menjual makanan dan minuman di sana. Keesokan harinya pukul empat subuh, Eka sudah berada di sana dengan menggelar dagangan yaitu kopi, gula, kaleng bekas minyak tanah yang sudah dibersihkan dan diisi air, oven kecil berbahan bakar arang untuk membuat air panas, cangkir, sendok, enam ekor ayam yang sudah disembelih dan dibikin ayam putih gosok garam, satu botol wiskey, brandy, serta anggur. Kesemuanya itu ia pinjam dari ibu, ayah dan teman-temannya.
Jam tujuh pagi tepat para tentara Jepang dan tawanan tentara Belanda datang dan bekerja di sana akan tetapi tampaknya bidikan Eka meleset. Tak ada satupun dari mereka yang mengunjungi gerainya. Eka pun tak habis akal. Ia mendekati petinggi tentara Jepang dan mentraktirnya untuk makan dan minum di tendanya. Al hasil semua anak buahnya pun ikut ke tenda Eka, Eka pun menggratiskan semuanya namun dengan syarat ia diperbolehkan mengangkut semua sembako yang tergeletak tak digunakan di sana. Tentara Jepang itu menyetujuinya.

Segera Eka mengerahkan anak kampungnya untuk mengangkut semuanya itu dengan imbalan 5-10 sen per anak. Semua barang itu diangkut dengan becak hingga memenuhi seluruh halaman rumahnya dan separuh halaman tetangganya.

Segera Eka bekerja keras memilah barang tersebut. Yang bagus langsung dijual dengan harga lebih tinggi dan yang kurang bagus diolah lagi agar bisa dijual. Ketika itu zaman perang maka barang-barang tersebut bisa bernilai sangat tinggi. Ia mulai menjual terigu. Semula hanya Rp. 50 per karung, lalu ia menaikkan menjadi Rp. 60, dan akhirnya Rp. 150. Untuk semen, ia mulai jual Rp. 20 per karung, kemudian Rp. 40.

Suatu hari Eka kedatangan orang yang bersedia membeli semennya untuk membangun kuburan orang kaya. Eka pun berfikir ngapain semennya dijual ke dia mending dia sendiri yng mengajukan diri untuk membangun kuburan tersebut. Eka pun menawarkan diri untuk membangun kuburan orang kaya itu dan berhasil mendapatkan proyek itu.

Eka lalu membayar tukang Rp 15 per hari. Ia menawarkan harga Rp 3500 hingga Rp 6000 per kuburan. Setelah stok semen dan bahan bangunan lainnya habis, Eka berhenti menjadi kontraktor kuburan orang kaya.

Selepas menjadi kontraktor, Eka kemudian berdagang kopra. Untuk mendapat kopra yang murah, Eka sampai pergi ke Selayar yaitu ujung selatan SulSel. Ia pun mendapat keuntungan yang berkali-kali lipat. Namun tak seberapa lama, Jepang mengadakan peraturan bahwa perdagangan kopra dimonopoli oleh Mitsubishi dengan harga yang jauh lebih kecil dari harga Eka. Ia pun hampir bangkrut lag gara-gara peraturan itu. Eka kemudian menghentikan bisnis kopranya.

Eka mencari peluang lain yaitu berjualan gula, lalu teng-teng (makanan khas Makassar dari gula merah dan kacang tanah), wijen, kembang gula. Tapi ketika mulai berkibar, harga gula jatuh, ia rugi besar, modalnya habis lagi, bahkan berutang. Eka harus menjual mobil jip, dua sedan serta menjual perhiasan keluarga termasuk cincin kimpoi untuk menutup utang dagang.

Tak ada kata putus asa dalam hidup Eka, gagal di bisnis ini, coba lagi dengan bisnis lainnya. Begitu seterusnya. Eka kemudian mmebuka usaha leveransir dan aneka kebutuhan lainnya. Itupun masih jatuh bangun tak karuan. Akhirnya usaha yang terakhir ini menunjukkan perkembangan yang lumayan. Namun ditahun 1950 kembali lagi Eka dilanda kebangkrutan karena ada Permesta. Barang dagangannya dijarah habis-habisan oleh oknum Permesta.

Membangun Imperium Bisnis

bank sinarmas
Pendiri Sinar Mas

Eka kemudian pindah dari Makassar ke Riau. Di sana ia mmebeli perkebunan kelapa sawit yang sangat luas yaitu 10 ribu hektar. Ia juga membeli mesin penghasil kelapa sawit yang sangat canggih serta membangun pabrik yaitu bisa menampung 60 ribu ton kelapa sawit.Bisnis kelapa sawit ini sangat hoki karena begitu pesat perkembangannya. Eka kemudian membeli lagi perkebunan teh sekaligus pabriknya yang luasnya mencapai 1000 hektar dimana pabriknya bis ammeproduksi hingga 20 ribu ton teh.

Eka Tjipta Widjaja kemudian merambah usaha perbankan. Eka membeli Bank Internasional Indonesia yang memiliki aset 13 miliar rupiah. Di bawah tangan kratif Eka, BII tumbuh menjadi bank yang beraset 9,2 triliun dengan 40 cabang yang dulunya hanya 2 cabang.

Kemujurannya dibidang perkebunan dan perbankan membuat Eka semakin sibuk dan semakin kaya. Ia kemudian merambah bisnis kertas dengan membeli PT Indah Kiat dimana kapasitas produksinya mencapai 700 ribu pul per tahun dan 650 ribu kertas per tahun. Eka juga menjadi pengembang dengan membangun ITC Mangga Dua dan Green View Appartement yang terletak di Roxy. Selain itu ia juga membangun Ambassador di Kuningan.

Semakin tahun aset kekayaann Eka semakin meningkat pesat. Berkat keuletan dann kegigihannya ia kini memiliki total kekayaan mencapai 8,7 miliar dollar Amerika dan hal itu menjadikannya sebagai orang terkaya ke tiga di Indonesia  pada Desember 2012 menurut Majalah Globe Asia. Seluruh Konglomerasi Bisnis nya ini berada dalam satu naungan yaitu Sinar Mas Group.

Dalam pencapaian nya ini, tak lepas akan peran keluarga. Seluruh keluarga besar Eka sangat mendukungnya dalam berbisnis. Istri Eka yaitu Melfie Pirieh Widjaja telah melahirkan 7 anak yang sangat berbakti yaitu Nanny Widjaja, Lanny Widjaja, Jimmy Widjaja, Fenny Widjaja, Inneke Widjaja, Chenny Widjaja, dan Meilay Widjaja.

Kini tak ada lagi si Eka yang miskin, kemana-mana mengonthel sepeda. Yang ada adalah seorang Eka Tjipta Widjaja Pendiri sekaligus Pemimpin Sinar Mas Group, sebuah konglomerasi bisnis yang sangat berjaya di Indonesia dan dunia. Namun begitu Eka tetap memegang teguh etos kerja kerasnya.

Bener-Bener Inspiratif kan Biografi Diatas, Yuk Baca Biografi Yang Tak Kalah Bagus Berikut Ini :
Biografi Sukanto Tanoto – Salah Satu Dari 10 Orang Terkaya Indonesia | Pemilik Group Konglomerasi Raja Garuda Mas
Biografi Sukamdani Sahid Gitosardjono – Pendiri Hotel Sahid dan Pemilik Jaringan Bisnis Sahid Group
Biografi Alexander Graham Bell – Penemu Telepon
Biografi Nelson Mandela – Presiden Afrika Selatan 
Biografi Alexander Bain – Sang Penemu Mesin Faks
Biografi Alessandro Volta – Penemu Baterai
Biografi Paul Walker – Aktor Hollywood Bintang Film Fast & Furious 7
Biografi Al Capone – Pentolan Gangster atau Mafia Terbesar Amerika
Biografi Akira Toriyama – Komikus Dragon Ball
Biografi Jendral Ahmad Yani – Salah Satu Pahlawan Revolusi

Sabtu, 14 Desember 2013

Biografi Sukanto Tanoto – Salah Satu Dari 10 Orang Terkaya Indonesia | Pemilik Group Konglomerasi Raja Garuda Mas


Sukanto Tanoto
Sukanto Tanoto
Kemiskinan dan Diskriminasi tidaklah menghalangi seseorang untuk mencapai puncak kesuksesannya. Setidaknya hal inilah yang dialami oleh salah satu dari sepuluh orang terkaya di Indonesia, Sukanto Tanoto atau Tan Kang Hoo. Ingin tahu bagaimana kisah suksesnya, berikut ini adalah Biografi Sukanto Tanoto.

Sukanto Tanoto atau Tan Kang Hoo dilahirkann pada tanggal 25 Desember 1949 di Belawan, Sumatra Utara. Beliau adalah pendiri sekaligus pemimpin grup konglomerasi Raja Garuda Mas dimana nilai hartanya ditaksir mencapai 2,8 miliar dollr AS. Dengan nilai kekayaan setinggi itu membuat Sukanto Tanoto ditasbihkan sebagai orang terkaya nomor 5 di Indonesia versi Majalah Forbes 2006. Ia juga termasuk dalam 1000 orang terkaya dunia yang menempati urutan ke 418 tahun 2012 lalu.

Suatu prestasi yang mencengangkan bagi seorang Sukanto Tanoko mengingat latar belakangnya yang bukan berasal dari keluarga kaya. Sukanto adalah anak dari seorang penjual minyak dan onderdil mobil di daerah asalnya. Sukanto adalah anak pertama dari tujuh bersaudara. Mengingat posisinya sebagai sulung inilah menjadikan Sukanto sering disuruh membantu ayahnya selepas sekolah.

 Ia juga anak yang paling sering mendapat pukulan rotan dari ibunya yang terkenal sangat keras dalam mendidik anak-anaknya. Mungkin salah satu penyebabnya adalah karena ia anak tertua dan harus bisa menjadi pemimpin bagi saudaranya yang lain sehingga jika ada kesalahan sedikit saja langsung rotan yang menghampiri. Alasan kedua adalah karena sifat keras kepala Sukanto yang kadang sulit diatur, mungkin sifat ini diwarisinya dari sang ibu. Namun justru sifat inilah yang menjadikan modal bagi Sukanto meraih sukses hingga sekarang ini.

Suatu ketika mungkin karena jenuh, iapun pergi ke laut dan tak pulang-pulang, sang ibu mencarinya kemana-mana. Ketika pulang, sang ibu bertanya “ Kemana saja pergi dari pagi hingga sore tak pulang-pulang?” Namun Sukanto sepertinya enggan meladeni ibunya dan menjawab sekenannya saja. Jadilah ia kena sasaran rotan ibunya. “Saya paling banyak makan rotan,” kenangnya.

Masa kecil Sukanto dihabiskan di tanah kelahirannya, Sumatra Utara. SD ia masuk di sekolah di Belawan, baru SMP ia bersekolah agak jauh dari rumahnya yaitu di Medan. Sukanto memiliki hobi membaca sejak kecil. Ia sering membawa –bawa buku kemana saja ia pergi. Di sela – sela membantu sang ayah, saat sedang santai ataupun menunggu sesuatu. Banyak buku dilahapnya terutama tentang revolusi Amerika dan perang dunia. Dari membaca, wawasannya tentang hidup dan dunia menjadi semakin luas. Kebiasaan membaca ini dibawanya hingga saat ini, ketika ia sudah sesukses sekarang.

Sejak kecil cita-cita Sukanto adalah menjadi Dokter. Hingga dewasa ia masih menyematkan panggilan dokter didepan namanya. Dokter Sukanto. Begitu ceritanya sewaktu kecil. Namun ketika usianya menginjak 18 tahun, sang ayahnya yang bernama Amin Tanoto yang sudah terkena stroke meninggal dunia sehingga Sukanto yang sebagai anak sulung harus mau menggantikan ayahnya meneruskan usaha berjualan minyak dan onderdil mobil.

Pupus sudah harapan Sukanto untuk menjadi dokter. Iapun rela menerima suratan takdir. Dari situlah Sukanto belajar apa itu hidup, belajar apa itu bisnis, termasuk belajar cara survive dalam hidup walau sesulit apapun keadaannya. Menurut Sukanto, “Jika saya jadi bersekolah kedokteran maka saya akan menjadi dokter, tetapi hidup tak selalu seprti apa yang direncanakan.”

Mulai Membangun Imperium Bisnis
Orang Kaya di Indonesia
Orang kaya di Indonesia

Sukanto sadar bahwa jika ia ingin maju, maka dirinya harus mau berhijrah ke kota. Maka Sukanto pun bertekad pindah dari Belawan ke Medan yang lebih ramai penduduknya dan lebih menjanjikan untuk suksesnya sebuah bisnis.

Di Medan, ia juga berjualan onderdil mobil yang kemudian merubah usahanya menjadi General Contractor & Supplier. Suatu hari, Sukanto didatangi oleh seseorang yang bernama Syam yang memintanya untuk ikut bekerja sama untuk pekerjaan kontraktor. Sukanto yang kala itu masih berumur 20 tahunan ya mau-mau saja ditawari hal seperti itu. Pekerjaannya adalah membangun rumah, memasang AC, pipa, traktor, dan membuat lapangan golf di Prapat, Pangkalan Brandan, Sumatra Utara. “Itu adalah technical school saya,” jawabnya. Belakangan Sukanto tahu bahwa seseorang yang bernama Syam yang menemuinya tempo hari adalah seorang pejabat Pertamina. “Waktu itu saya tidak tahu kalau dia pejabat,” kenang Sukanto. Dalm mengerjakan proyek tersebut, Sukanto sampai harus rela berplesiran hingga ke Sumbawa dan Lampung guna mencari bahan bangunan.

Sukanto adalah tipe orang yang keras dan taktis. Ia sangat pandai membaca peluang. Suatu waktu impor kayu lapis menghilang dari pasaran. Tentu saja hal ini membuat pebisnis perumahan yang sangat membutuhkan kayu tersebut menjadi susah. Sukanto pun melihatnya sebagai peluang. Ia berfikir, mengapa Indonesia mengimpor kayu lapis padahal Indonesia kan penghasil kayu terbesar se dunia. Sukanto lalu membuat perusahaan kayu di Medan yang bernama CV Karya Pelita pada tahun 1972. Di saat orang belum melirik bisnis ini, Sukanto telah masuk kedalamnya dan itu membuat dirinya menjadi pioner dan tentu saja menjadi pemain utama di bisnis ini. “Saya itu pioner,” katanya. Kayu lapis yang diberi merk Polyplex itupun laku keras di pasaran bahkan di ekspor ke berbagai negara seperti Inggris dan Timur Tengah.
Dalam satu tahun, badan hukum bisnisnya yang semula bernama CV Karya Pelita berubah menjadi PT Raja Garuda Mas dengan dirinya sebagai direktur utama.

Dalam memenangkann kompetisi bisnis, Sukanto memiliki jurus cerdas yaitu masuk dan menguasai sebelum orang lain melirik. Kalau perlu melakukan edukasi pasar. Selain ia terapkann di bisnis kayu lapis, ia juga menerapkan prinsip ini di bisnis kelapa sawit. Ketika itu belum ada yang menjalankan bisis ini kecuali orang asing yang jumlahnya segelitir saja. Sukanto pun lalu masuk dan menguasainya. Sukanto membuka perkebunan kelapa sawit besar-besaran di Sumatra.


Sukses dengan kayu lapis dan kelapa sawit, Sukanto pun lalu masuk dalam bisnis pulp, kertas dan rayon. Ia lalu membuat PT Inti Indorayon Utama (IIU) yang menghasilkann ketiga barang itu. Sukanto juga menyediakan dan menjual bibit unggul pohon pembuat pulp untuk kebutuhan domestik. Tak ada gading yang tak retak. Begitulah pepatah yang pantas untuk mengungkapkan nasib Sukanto. Walaupun sebelumnya telah berpengalaman dalam membesarkan bisnis namun ada saja batu sandungan dalam hidupnya. PT IIU ditentang oleh masyarakat dan pemerhati lingkungan karena dianggap sebagai penyebab rusaknya ekosistem danau Toba. Danau terbesar di INdonesia tersebut mengalami pencemaran berat akibat limbah pulp. Iapun terpaksa menutup bisnisnya ini.

Dari situ Sukanto memetik pelajaran yang sangat berharga sekali untuk langkahnya kemudian. “Apa yang saya pelajari dari situ lalu saya pakai di Riau,” ujarnya. Di Riau Sukanto mendirikan pabrik pulp lagi yang bernama PT Riau Pulp. Ia juga membuka Hutan Tanaman Industri yang mampu menghasilkan pulp hingga menjadi perusahaan penghasil pulp terbesar se dunia. Itulah Sukanto, gagal di Danau Toba namun sukses besar di Riau.

Mengingat pengalaman legagalannya di Danau Toba dulu, Sukanto sewaktu mendirikan pabrib pilp di Riau tak lupa juga mendirikan Community development untuk penduduk setempat yaitu berupa pembinaan bisnis seperti penggemukan sapi dan pertanian. “Saya tidak kasih ikan, tapi saya ajari mancing, itu yang kita kerjakan,” tuturnya. Selain itu Sukanto juga melakukan pembangunan jalan di wilayah setempat. “Mimpi saya, kalau saya dapat seratus pengusaha Riau itu jadi miliader, saya senang,” katanya lagi. 

Sukanto memang rajanya di bisnis perkebunan akan tetapi ia tak puas diri hanya di area tersebut. Ia pun kemudian menjajal bisnis perbankan yaitu dengan mengambil alih mayoritas saham United City Bank ketika bank tersebut mengalami kesulitan finansial. Sukanto kemudian merubah nama bank tersebut menjadi Unibank. Sukanto juga menjajal peruntungannya di bidang properti. Ia membangun Uni Plaza, Thamrin Plaza di Medan.

Go Internasional

Tak puas menguasai pasar dalam negeri, Sukanto melebarkan sayap bisnisnya ke luar negeri. Ia menanamkan uangnya di perkebunan kelapa sawit National Development Corporation Guthrie di Mindanao, Filipina dan electro Magnetic di Singapura juga ikut memiliki pabrik kertas di Cina. Namun pabrik kertas yang di Cina kemudian di jual untuk memperbesar PT Riau pulp.

Agar lebih luas lagi cakupan bisnisnya di luar negeri, maka mulai tahun 1997 Sukanto beserta keluarganya pindah untuk bermukim di Singapura dan menempatkan pusat bisnisnya di sana juga. Tujuan utamanya, menurut dia, “Bagaimana kita bisa memanfaatkan keunggulan kita, untuk bersaing, paling tidak di arena Asia.” Sukanto adalah pebisnis Indonesia yang berhasil menjadi investor di 10 negara di dunia.

Menulis Buku Membagi Ilmu

Selain bisnis, ia juga menulis buku-buku tentang bisnis. Segala ilmunya mengenai perbisnisan ia tuangkan dalam buku-bukunya. Seperti Bagaimana Enterpreneur Menghadapi Krisis. “Yang mau saya lakukan itu adalah penelitian bagaimana pengusaha di Eropa itu survive, pada First World War, Second World War. Bagaimana pengusaha Amerika itu melewati krisis 1930. Bagaimana pengusaha-pengusaha di Cina, waktu perubahan rezim, ketika komunis masuk, bagaimana mereka itu survive. Saya juga akan mempelajari bagaimana pengusaha-pengusaha melalui Latin America krisis, yang di Brasil,” tuturnya. “Apa krisis itu memunculkan bibit-bibit entreprenur yang baru,” katanya lagi.

Hobinya membaca juga tetap tak ditinggalkannya. Buku apapun itu baik bisnis atau non bisnis ia lahap. “Setiap saya pergi, saya bawa buku,” katanya. “Kalau naik travel, kalau tidak tidur, ya, baca,” katanya lagi. Bagi Sukanto dengan membaca ia bis amengupdate wawasannya yang sangat berguna bagi dia untuk menentukan strategi bisnis serta kegiatan sosialnya sehari-hari.

Sukanto yang menguasai bahasa Inggris dan Cina ini sangat senang belajar. Sukanto selalu meluangkan waktu untuk mengikuti berbagai kuliah kilat seperti mengikuti kursus di Insead, Paris, di MIT, di samping tetap jadi peserta Lembaga Pendidikan dan Pemibinaan Manajemen, Jakarta. Sukanto pun tak segan mengambil cuti dua atau tiga minggu hanya untuk pergi ke Harvard, Tokyo, London School of Economic, untuk meng-update pengetahuan. Terakhir, 2001 lalu, ia mengikuti Wharton Fellows Program, Amerika, selama enam bulan, untuk belajar dotcom.

Kunci Sukses

“Karir saya satu lagi: siswa profesional abadi,” katanya.
“Kalau di bisnis, kunci sukses saya: think, act, learn, baca, dengar, lihat,” katanya. “Kedua, kalau saya tidak tahu, saya tanya. Saya juga tidak merasa sungkan menceritakan kegagalan saya,” ujarnya lagi.
Selain itu, pegangannya: do the right thing, do the thing right. Do the right thing diartikan sebagai suatu pedoman pada pola manajemen. Do the thing right memiliki penekanan terhadap pentingnya suatu action. “Prinsip saya, bisnis dan politik tak boleh campur,” ujar pengagum pengusaha plastik dari Taiwan, Wai-Sze Wang, ini. “Tidak ada proteksi. Bisnis, ya, bisnis,” katanya.

Menurut Sukanto, bisnis adalah mengembangkan sumber daya dengan seoptimal mungkin dann bertanggung jawab untuk kehidupan yang lebih baik. Prinsip yang ia tekankan adalah “Continous Improvement.” Inovasi dan improvisasi yang terus menerus dengan mengembangkan produktivitas, dengan. Waktu yang lebih cepat, kualitas lebih tinggi dengan biaya yang lebih rendah.

Selain itu Sukanto juga sangat menekankan "Hand on/down to earh" dimana sikap adalah tindakan nyata kita. "Janganlah menghabiskan waktu sia-sia, lakukan dengan selalu mendengarkan serta terlibat di dalamnya", ujarnya pada Tionghoanews.con. Integrity, yaitu menjungjung tinggi nilai kejujuran dan accountability. Teamwork, bergerak maju sebagai sebuah tim yang saling melengkapi untuk ke arah kemajuan bersama sesuai dengan tujuan awal. Selanjutnya adalah memaknai people, planet, profit, yakni apapun usaha yang dilakukan, pertama adalah untuk memakmurkan masyarakat, untuk kelestarian dunia dan juga tidak terlepas pada laba yang akan diperoleh.

Bagi Sukanto Tanoto bisnis itu harus yang berkaitan dengan kehidupan, seperti pohon. Apa yang dibutuhkan pohon yakni berupa H2O dan CO2, sebgai output-nya O2. Artinya bisnis itu harus menghasilkan sesuatu yang berharga bagi manusia banyak.


Wahhhh...Menginspirasi Banget Ya! Yuk Dibaca Artikel Dibawah Ini! Bagus-Bagus Juga Lho...
Biografi Sukamdani Sahid Gitosardjono – Pendiri Hotel Sahid dan Pemilik Jaringan Bisnis Sahid Group
Biografi Alexander Graham Bell – Penemu Telepon
Biografi Nelson Mandela – Presiden Afrika Selatan 
Biografi Alexander Bain – Sang Penemu Mesin Faks
Biografi Alessandro Volta – Penemu Baterai
Biografi Paul Walker – Aktor Hollywood Bintang Film Fast & Furious 7
Biografi Al Capone – Pentolan Gangster atau Mafia Terbesar Amerika
Biografi Akira Toriyama – Komikus Dragon Ball
Biografi Jendral Ahmad Yani – Salah Satu Pahlawan Revolusi
Biografi Ahmad Dhani – Musisi Legendaris Indonesia