This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Pebisnis muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pebisnis muslimah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 November 2013

Biografi Nur Annisa Rahmawati – Pemilik Butik Online Annisa, Menembus Dunia Dengan Internet

Nur Annisa Rahmawati
Gempa Yogya tahun 2006 telah memporakporandakan ekonomi banyak keluarga Yogya. Ada orang yang depresi karena kehilangan pekerjaannya, rumahnya rusak dan adapula yang malah bersemangat membangun hidupnya.

Untunglah Nur Annisa Rahmawati adalah termasuk golongan yang semakin bersemangat membangun hidupnya. Annisa (begitu ia biasa disapa) adalah alumni dari Universitas Islam Indonesia Yogyakarta di Fakultas Teknik, sangat prihatin melihat para ibu rumah tangga di sekitarnya yang tak memiliki kepercayaan diri dan tak bisa berbuat banyak selain hanya mengurus anak dan memasak di rumahnya. Annisa berfikir, sebenarnya mereka memiliki daya jika diberi semangat dan kesempatan.

Memulai Usaha

Akhirnya, bermodal kemampuannya dalam merancang busana muslim, Annisa memberanikan diri membuka butik busana muslim. Annisa kemudian mempekerjakan dua tetangganya yang bertugas menjahit dan memayet. Annisa kemudiann memproduksi berbagai busana muslim serta berbagai aksesoris jilbab.

Konsep busana muslim Annisa yang chic, elegan dan tetap syar’i ini membntu para muslimah tetap menutup aurat namun masih bisa tampil modis.

Merintis uasaha memang tak mudah. Annisa menyadari, dalam bisnis butuh keuletan, ketangguhan dan kesabaran serta intuisi yang tajam. Dukungan dari keluarga pun membuatnya semakin gigih. Berbagai teknik pemasaran pun ia lakoni seperti milis dan blog serta pameran adalah teknik pemasaran yang sangat jitu untuk memperkenalkan kreasi terbaiknya.

Annisa memang lebih menekankan penjualan online karena dengan begitu ia bisa memangkas cost untuk pemasaran dan untuk promosi. Ini membuat harga busana muslim Annisa menjadi lebih terjangkau.
Kreasi Annisa tak hanya di dalam negeri saja namun meluas hingga ke manca negara seperti Brunei Darussalam, Singapura, Malaysia, Australia dan juga Timur Tengah. Beberapa negara Eropa seperti Perancis dan Jerman juga telah ia tembus. Annisa percaya bahwa internet bisa menembus batas-batas negara, serta membuat bisnisnya lebih mudah terkenal. Online juga menjadi alasan Annisa karena dengan begitu ia tak perlu membutuhkan banyak waktu untuk mengurusi bisnisnya. Ia bisa memiliki kemerdekaan waktu.

Kurang dari lima tahun omsetnya yang awalnya tak sampai 1 juta per bulan kini melejit hingga 70 juta per bulan. Karyawannya pun telah berkembang dari 2 menjadi 40 orang.

Jika Annisa adalah sosok perempuan yang tak melek internet mungkin ceritanya akan lain. Ia mungkin butuh bertahun-tahun untuk mengembangkann bisnisnya. Ia juga mungkin butuh bertahun-tahun untuk menjadi terkenal dann diwawancarai banyak media. Namun beruntunglah ia lahir dalam era internet sehingga itu memudahkan sepak terjangnya dalam dunia bisnis.

Lewat pemasaran online, butiknya bisa melipat gandakan modal yang awaknya hanya 4 juta menjadi 33 juta dalam waktu 3 bulan.

Namun Annisa tak pernah melupakan cara konvensional yaitu mengikuti berbagai pameran busana muslim. Dengan begitu calon buyernya bisa melihat dan menyentuh serta meraba langusng hasil kreasi butik Annisa.
Annisa juga harus lihai mengelola bermacam ibu rumah tangga yang memilki karakteristik bermacam-macam serta dengan kesibukan aneka macam rumah tangganya. Namun ia bisa menghandle semua itu karena ia sendiri juga perempuan yang bisa tahu dan merasakan tuntutann hidup mereka yang harus mengurus rumah serta mencari nafkah.

Biodata

Nama ; Nur Annisa Rahmawati
TTL : Yogyakarta, 29 Mei 1982
Pendidikan
2005-2007 Program Pasca Sarjana Magister Manajemen universitas Islam Indonesia
2000-2005 S1 Teknik Industri, Universitas Islam Indonesia
2001-2004 D3 UGM, Jurusan PR
Perusahaan : CV Annisa Mutiara Persada (Butik Online Annisa)
Penghargaan
2008 Pemennag kategori The Best Development Bussiness, Campus Entrepreneur Program, Ciputra
2008 Finalis Wirausaha Muda MANDIRI
2009 Dekranas Award kategori”Best Quality Product”


Bagus ya biografinya, Yuk baca biografi yang tak kalah bagus berikut ini :
Biografi Yohan Tirtawijaya – Konsultan Arsitektur Sukses Indonesia
Biografi Yoris Sebastian Nisiho – Pendiri OMG Creative Consulting, Mereguk Kesuksesan Dari Kreativitas
Biografi Salman Azis Alsyafdi – Pendiri Warnet Gue, Mulai Usaha Tanpa Uang
Biografi Asri Tadda – Blogger Kaya Raya Dari Indonesia
Biografi Andi Sufariyanto – Pendiri Konglomerasi Adila Group, Berbisnis Untuk Pensiun Muda
Biografi Bayu Reksa Nugraha – Pemilik Banana Crispy, Berdagang Sejak SD
Biografi Anggara Kasih Nugroho Jati – Pemilik Bakso Kepala Sapi
Biografi Fahrurrazi – Pemilik dan Pendiri Sang Bintang School, Kampoenk Jenius
Biografi Hafiz Khairul Rijal – Pemilik Bisnis Es Dawet Cah Mbanjar
Biografi Dwi Kartika Sari – Pemilik Goeboex Coffe, Mencetak Uang Sendiri Saat Usia 22 Tahun

Kamis, 14 November 2013

Biografi Asri Tadda – Blogger Kaya Raya Dari Indonesia

Asri Tadda
Asri Tadda, mungkin nama ini belum begitu terkenal gaungnya di dunia nyata, tetapi bagi kalian yang suka blogging tentu tak asing dengan nama Asri Tadda. Dia adalah salah satu blogger atau internet marketer yang lumayan sukses dari Indonesia. Latar belakangnya bukanlah sekolah komputer. Beliau adalah dokter muda lulusan Universitas Hasanuddin. Bagaimana bisa Asri Tadda menggeluti dunia yang jauh berbeda dengan latar belakang pendidikannya. Berikut ini akan penulis ulas Biografi Asri Tadda.

Biografi

Jika ada sarjana Kedokteran (S.Ked) yang sibuk online di depan komputer ketimbang melakukan ko-asistensi di rumah sakit, Asri Tadda-lah orangnya. Jangan salah kira ia sedang keranjingan bergaul lewat facebook, twitter, atau situs sosialita lainnya atau bermain game online. Dokter lulusan Universitas Hasanuddin Makasar ini justru sedang mencetak dollar dari bisnis online.

Alih-alih terjebak dalam candu konsumerisme media internet, Asri Tadda yang di dunia maya lebih dikenal dengan nama Asta Qauliyah ini justru memanfaatkan candu itu untuk mengasah dunia kewirausahaannya. Ia telah berhasil mencetak pundi-pundi kekayaan dari hobi berselancar di dunia internet.

Asri Tadda dilahirkan di Luwu Timur, Sulawesi Selatan pada tanggal 3 April 1981. Ia meyakini bahwa belajar bisnis sejak dini akan menjadi solusi untuk menghadapi kompetisi hidup yang kian meningkat seiring dengan semakin bertambahnya populasi penduduk negeri ini. Berbekal keyakinan itu maka pada tahun 2005 ketika dirinya masih menjadi mahasiswa pre-klinik Fakultas Kedokterann UnHas, Asri mulai merintis bisnis advertising berbasis blog.

Untuk itu, Asri membuat banyak blog dengan beragam tema terutama tentang kedokteran dan kesehatan yang memang menjadi kompetensinya. Jika teman-temannya sesama dokter mempraktikkan langsung ilmunya pada pasien, maka Asri lebih memilih menjadi dokter internet yang menyebarkan ilmu kedokteran dan kesehatan yang dipelajarinya semasa kuliah kepada masyarakat luas melalui media blog.

Kini ia mengelola sekitar lebih dari 200 blog dengan tema yang lebih luas dan universal. Asri menggunakan bahasa Indonesia dan Inggris di blog-blog yang dikelolanya. Asri sadar penetrasi blog menembus batas-batas geografis negara, sehingga penting sekali menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa dalam blognya.
Bisnis yang dikembangkan Asri meluas ke berbagai layanan tetapi tetap berbasis internet. Ia juga menyediakan jasa internet marketing, web development, jasa konsultan dan mendirikan sekolah blog (blogging school). Asri juga mendirikan dan mengelola cafe yang ada free wifi-nya. Agar pasarnya lebih mengena ke sasaran ia menamai cafenya dengan nama Kafe BLOGGER. Kafe ini terletak di Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar.
Kafe Blogger

Semua bisnisnya dinaungi dalam bendera yang bernama Asta Media Group dimana dalam dua tahun semenjak didirikannya, Asri berhasil membukukan omset sebesar 480 juta per tahunnya atau dalam dua tahun sudah terkumpul kurang lebih 500 juta. Angka ini, kata Asri, meningkat terus di tahun-tahun berikutnya. Sehingga pada akhir tahun 2008, Asri meraih juara dua penghargaan wirausaha muda Mandiri tingkat nasional yang digelar Bank Mandiri.

Kunci Sukses Bisnis Asri Tadda

Sekilas tidak ada yang istimewa dari sosok Asri Tadda. Dia seperti anak muda kebanyakan yang senang bergaul, berselancar di dunia maya, dan aktif di berbagai kegiatan dan organisasi seperti  ketua BEM, ketua HMI cabang Makassar Timur, ketua LKMI dan lain sebagainya.

Yang membedakan Asri Tadda dengan mahasiswa lain ataupun dengan aktivis kampus lain adalah keluasan visinya akan bisnis, visi tentang menciptakan lapangan kerja baru minimal untuk dirinya. Kecintaannya pada blogging berawal saat ia mulai mengenal dunia maya yang kemudian akan menggiringnya pada terbukanya peluang bisnis di dunia per-blogging-an. Berawal dari aktivitasnya menulis jurnal online pada blog pribadinya, ia kemudian sadar ternyata blog bisa menghasilkan keuntungan.

Beberapa bulan kemudian Asri bergabung bersama teman-teman bloggernya dalam forum Paid Review. Pekerjaannya adalah mengulas situs orang lain dan diterjemahkan dalam bahasa Inggris, dari sini ia dibayar antara $10-$15 per bulannya.

Dari situ Asri kemudian melanjutkan ke Paid Links. Dari sini ia bisa menangguk antara 50 hingga 100 dollar satu link per tahunnya. Dengan banyaknya jaringan blog yang dimiliki Asri maka dapat dibayangkan besarnya peluang dari membuat review dan memasang link di blog-blog  tersebut setiap tahunnya.

Besar kecilnya income yang diterima Asri tergantung pada banyaknya pengunjung ke situsnya, google page rank, dan kualitas konten situsnya. Dari seorang blogger amatiran, kini Asri Tadda mengembangkan beragam bisnis online antara lain Article Trade Inc, SEOSEMID Inc, Buy Link Post dan Publish My Articles. Selain itu ia juga mengembangkan layanan periklanan lokal melalui puluhan jaringan situs iklan baris  dan meluncurkan free blog services dengna nama Asta Log.com.

Berbagi Ilmu

Walau Asri Tadda sudah sukses dengan berbagai bisnis online-nya, ia tak ingin menikmatinya sendiri. Asri kemudian mendirikan Asta Media Blogging School dimana ada tiga program yang ditawarkan yaitu basic blogging untuk pemula, pro blogging untuk yang ingin cari duit lewat blog dan blogging for professional yaitu blogging untuk para pekerja profesi sepert dokter, pengacara, politisi, advokat dan lainnya.

Menurut Asri, sekolah yang didirikannya adalah untuk mencetak generasi yang melek internet. Disekolahnya ini orang akan dibimbing untuk tahu apa itu blog, bagaimana membuat dan mengoperasikannya serta bagaimana membuat blog menjadi ladang penghasilan bagi si empunya. Asri Tadda juga memberikan garansi bahwa para siswanya ditarget dapat menghasilkan income dalam jangka waktu maks tiga bulan dari mulai belajar, “Ya, di AstaMedia memang ada jaminan seperti itu,” ungkapnya tentang sekolah yang diklaimnya sebagai sekolah blogging pertama di Indonesia.

Ok dech sukses terus ya Mas Asri Tadda dan jangan sungkan-sungkan bagi ilmu bloggingnya buat kita-kita yang masih newbie agar bisa secepatnya menyusul kesuksesan Mas Asri Tadda he... he... he..

Biodata Asri Tadda
Nama : Asri Tadda
TTL : Palopo, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, 3 April 1981
Pendidikan : 1999-2003 S1 Fakultas Kedokteran, Universitas Hassanudin-Makassar
Nama Usaha : CV. Asta Media Link Perdana (Asta Media Group, Blogging School and Internet Marketing Center)
Alamat : Jl. Perintis Kemerdekaan KM 8 No 28 Tamalanrea – Makassar 90245.

Penghargaan
2008 The Most Productive Writer in THIS Year-2004 dari Penerbitan Kampus (PK) UnHas
2008 Juara 2 Wirausaha Muda Mandiri Kategori Mahasiswa Program Diploma dan Sarjana


Yuk Baca Biografi Yang JUga Menarik Berikut Ini :
Biografi Andi Sufariyanto – Pendiri Konglomerasi Adila Group, Berbisnis Untuk Pensiun Muda
Biografi Bayu Reksa Nugraha – Pemilik Banana Crispy, Berdagang Sejak SD
Biografi Anggara Kasih Nugroho Jati – Pemilik Bakso Kepala Sapi
Biografi Fahrurrazi – Pemilik dan Pendiri Sang Bintang School, Kampoenk Jenius
Biografi Hafiz Khairul Rijal – Pemilik Bisnis Es Dawet Cah Mbanjar
Biografi Dwi Kartika Sari – Pemilik Goeboex Coffe, Mencetak Uang Sendiri Saat Usia 22 Tahun
Biografi Doni Tirtana – Menghasilkan Rupiah Dari Bisnis Kampanye Keselamatan Kerja
Biografi Jefri Van Novis – Jadi Jutawan Melalui Brand Pakaian Dalam “Bonita”
Biografi WS Rendra – Penyair dan Sastrawan Indonesia
Biografi Yasser Arafat – Pejuang Kemerdekaan Palestina

Kamis, 24 Oktober 2013

Biografi Iim Fahima Jachja – Mantan Karyawati Yang Sukses Berbisnis On Line

Iim Fahima Jachja
Sebagian orang bisa terlena dan mempertahankan kemapanannya dengan segala cara. Tapi sebagaian lagi justru berani memulai kembali dari nol untuk mencapai sukses. Iim Fahima Jachja salah satunya, bisnis virtual marketingnya berhasil memasarkan 30 brand kliennya.

Apa yang dilakukan ibu satu anak ini memang sedikit berbeda. Mapan berkarir di sebuah perusahaan periklanan besar, Iim Fahima Jachja beserta suaminya Adhitia Sofyan yang saat itu sebagai art direktor agent periklanan, justru mengambil langkah berani dengan menjadi entrepreneur di dunia virtual marketing.
Padahal untuk mewujudkan keinginan itu mereka harus memulainya dari nol. “Saya tidak tahu darimana mendapatkan keberanian tersebut. Tapi saat itu saya yakin bahwa pemasaran secara on line akan berkembang.” Ungkapnya.


Mendirikan Bisnis 

Berbekal riset dengan mengususng bendera Virus Communication, pada 2005 Iim (panggilan Iim Fahima Jachja) bersama suami mulai menjalankan usaha mereka. “Kenapa on line, karena kesempatannya besar. Saat itu sudah kelihatan, pengguna internet di Indonesia sangat tinggi. Ada potensi maka saya memutuskan masuk ke online,” papar Iim.

Selain itu sekitar 2006 Indonesia sedang dalam masa krisis yang berdampak pada pemangkasan budget di perusahaan-perusahaan. “Saat itu menurut logika saja kita sudah tahu bahwa di biro iklan ini sebentar lagi pasti akan ada perubahan tren. Maka sebelum kapalnya tenggelam kita harus cepat-cepat keluar,” ujarnya, mengenai alasan hengkangnya dari perusahaan saat itu.

Selanjutnya Iim aktif menggunakan internet dengan mengikuti banyak milis. Langkah tersebut berdampak pada Virus Communication yang mulai dikenal di kalangan blogger. Apalagi muncul gejala beralihnya banyak perusahaan dengan memilih promosi di media online yang dirasa lebih murah dan cepat.

Gejala yang sudah terlihat tiga tahun belakangan, berakibat tidak hanya dimanfaatkannya media cetak dan elektronik saja.  Namun berkembang dan menjadikan internet sebagai media dalam menawarkan barang dan jasa atau memebangun citra.

Sebagai sebuah perusahaan konsultasi pemasaran, Virus Communication jelas mulai mendapatkan lahan.
Virus Communication selanjutnya berkolaborasi dengan Virtual Consulting. Virus unggul dalam hal digital advertising sedang Virtual unggul dalam hal online business development. Virus akhirnya melakukan merger dengan virtual untuk memperkokoh diri sebagai perusahaan konsultan online marketing papan atas di Indonesia. “Kelebihan menggunakan media online adalah perusahaan bisa memantau setiap hari soal loyalitas pada sebuah brand. Beberapa brand yang kami kerjakan adalah Centro, Soyjoy, Richees, Hewlett Packard, Telkom, Toyota, Tupperware dan banyak lagi. Ada yang memanfaatkan twitter, facebook, dan website untuk mendekatkan diri kepada konsumennya. Sekarang orang lebih tertarik twitter padahal elemen pendukung lain juga mesti dioptimalkan,” jelas wanita kelahiran 7 Februari 1978 ini.

Strategi Bisnis Online
Iim saat memberikan presentasi

Yang membedakan cara bisnis Iim dengan advertising konvensional adalah hal perantara komusikasi. “Tantangan pemasaran via online seperti yang saya jalani, lebih besar. Bandingkan saja dengan sebuah iklan televisi, yang besarnya memenuhi satu layar. Di satu layar situs internet bisa terdapat lebih dari satu iklan online. Nah disinilah seninya iklan online. Setiap konsultan iklan online butuh strategi khusus agar iklannya dilirik konsumen dan menang bersaing dengan jejeran iklan lain sehingga efektif menjaring konsumen,” ungkap Iim.

Walau bergerak di bidang online, Iim mengaku bahwa antara media konvensional dan virtual  sebenarnya saling mendukung. “Iklan di media konvensional dan internet keduanya perlu. Yang perlu lebih diperhatikan adalah dimana sebenarnya target audience kita, apakah ada di internet atau bukan. Jadi bukan karena internet sedang trend terus semua harus ke internet. Semua tergantung relevan atau tidak,” ucapnya menjelaskan.

Sebagai pelaku di bisnis online, Iim menambahkan bahwa selalu belajar dan memperbaharui diri agar mampu membaca tanda-tanda zaman dengan cepat. “Setiap hari selalu ada yang baru dan kita harus cepat beradaptasi dengan itu. Tidak semua orang bisa survive dengan perubahan yang terjadi akibat adanya teknologi digital. Itu adalah pelajaran yang luar biasa,” ungkapnya.

Walau awalnya berdua dengan suami, namun dalam tiga tahun pertumbuhannya Virus Communication akhirnya menginfeksi dengan cepat, berpartner dan mampu mempekerjakan hingga 60 orang, serta menangani lebih dari 30 brand.


Jika penulis telaah, sosok Iim Fahima Jachja adalah sosok yang berani ambil keputusan akan nasib hidupnya, tidak pernah merasa puas (bukan berarti tidak bersyukur) dan suka mencari tantangan baru. Ya, memang dalam hidup kita harus mengetahui apa yang ingin kita tuju. Jika memang jalan yang saat ini ditempuh tidak bisa mengantarkan ke tujuan kita, ya....harus berani berhenti untuk ambil jalan lain yang mengarahkan kita ke tujuan kita.

Yang penulis kagumi dari sosok Iim adalah ketika penulis mengunjungi FB nya, ia menuliskan suatu yang sangat menyentuh hati, yaitu berupa penghormatannya yang tinggi pada orangtuanya terutama ibunda. Berikut ini tulisan beliau :

Mengenang ibu, The real Best Mom, motivator sepanjang jaman.
22 Juni 2010 pukul 11:59
Iim, bekerja dengan 'ngemong' anak

Tulisan ini saya buat setahun lalu, ketika saya ikut pemilihan Best Mom Award Femina -L'Oreal 2009. Tulisan yang menggambarkan hubungan dan pengaruh ibu dalam kehidupan saya sebagai ibu sekaligus perempuan yang memutuskan berkarya di luar rumah tangga.

22 Desember 2009, Femina-L'Oreal menganugerahi saya 'Best Mom Award 2009'. Yang saya dengar, salah satu alasan kuatnya adalah karena ibu saya berhasil melahirkan another best mom. 

Selesai awarding night, saya serahkan piala Best Mom ke ibu yang malam itu sedang menunggui Kenken di rumah. Sambil mencium pipi ibu, saya bilang "award ini pantesnya buat ibu, karena saya ngga bisa jadi seperti sekarang kalo ngga ada ibu". Ibu cuma senyum sambil mengelus kepala saya.

Ibu meninggal 2 minggu lalu, ketika saya sekeluarga sedang berada di Bali. Menyesal luar biasa saya tidak bisa berada di samping ibu di hari terakhirnya, meski alhamdulillah bisa mengantarkan beliau di pemakaman. Allah mengatur skenario itu, dan saya harus berbaik sangka atas semua rencanaNYA.

Ibu meninggal dengan semua tanda-tanda yang baik, tanda-tanda yang semua muslim inginkan di hari akhirnya. Tidak sakit, dalam keadaan bersiap wudhu, dan dalam posisi menghadap kiblat. Wajahnya pun tidak tampak seperti orang meninggal, melainkan seperti orang yang sedang tidur. Cantik, bersih, dan jauh lebih muda dibanding ketika beliau masih hidup. Insya Allah ibu berada di tempat yang istimewa di samping Allah SWT.

I guess it was too long for opening :p. Pls enjoy my note I wrote one year ago about my best mom. 

Me and My Mom


Dari saya bayi, saya sudah biasa ikut kemanapun ibu pergi. Sebagai penceramah yang cukup popular di masanya, ibu banyak keliling Indonesia untuk mengisi berbagai cara. Saya diajak naik mobil berjam-jam dan ngga pernah rewel. Ketika ibu on stage, saya dititipkan ke salah satu panitia. Kalo saya mulai rewel, ibu cukup melambai dari panggung dan saya langsung anteng lagi.

Selain untuk mengenal lingkungan, salah satu alasan Ibu selalu mengajak saya pergi adalah agar saya bisa terus mendapat ASI. Karena ketelatenan ibu, Alhamdulillah saya bisa menikmati ASI sampai lebih dari 1 tahun.

Hal yang sama saya lakukan pada anak saya Kenken. Dari usia 2 bulan Kenken selalu ikut saya ke kantor. Umur 1 tahun sudah ikut pergi ke luar kota naik pesawat menemani saya jadi pembicara seminar. Kenken menikmati hak ASI selama 2 tahun, sangat dekat dengan saya meski saya sibuk, kehidupan bisnis/karir saya juga berjalan lancar. Alhamdulilah.

***
Setiap menidurkan saya, ibu tidak pernah menyanyikan lagu nina bobo seperti kebanyakan ibu lain. Yang ibu senandungkan adalah shalawat nabi. Ibu juga terbiasa mengeraskan volume TV ketika adzan magrib, mengeraskan suara ketika mengaji. Tiap terbangun tengah malam, saya selalu menemukan ibu sedang shalat tahajud dan baca Qur’an. Ibu juga sangat rajin mengajarkan agama ke anak-anak via dongeng.

Ketika saya beranjak remaja, saya mengerjakan sholat 5 waktu, tahajud dan mengaji dengan kesadaran, tanpa pernah disuruh. Ibu mengajarkan agama dengan contoh, bukan mengumbar kata-kata.

***
Makanan paling nikmat untuk anak, adalah makanan yang yang disuapkan langsung dari tangan ibu. Tidur paling nikmat seorang anak, adalah tidur dipelukan ibu. Saya menikmati kemewahan disuap tangan dan dikeloni oleh ibu tidak hanya ketika anak-anak, tapi sampai satu hari menjelang pernikahan. 

***
Doa ibu itu sakti sekali. Beberapa tahun lalu ketika mengantar saudara naik haji, ibu berbisik ke saya “kamu tahun depan naik haji ya….”. Saya saat itu tidak menjawab apa pun karena merasa ngga yakin akan mau dan mampu. 

Melihat saya yang cuma membisu, ibu mengelus kepala saya sambil berdoa “Ya Allah…semoga tahun depan anakku Iim Fahima dibukakan pintu hati dan pintu rejekinya agar bisa menjalankan perintahMu di usia yang masih muda dan sehat. Amien.” Dan benar, tahun depannya saya dan suami dibukakan hati dan dilimpahi rezki kesehatan dan financial sehingga bisa berangkat
haji .

Iim dan keluarga


Doa –doa ibu terus menyertai langkah saya setiap saat. Ketika saya hamil,melahirkan, menyusui, menyapih, peran doa ibu luar biasa besar. Bahkan ketika saya sedang akan menghadapi presentasi dan pitch besar, saya tidak pernah lupa mengabari ibu dan meminta doanya. 

Apa yang saya raih sekarang, jika ini semua disebut keberhasilan, maka peran ibu sangat luar biasa. Tidak terhitung. Hanya surga balasannya.

***
Seperti kebanyakan anak perempuan yang mulai beranjak dewasa, hubungan dengan ibu tidak selamanya mulus. Namun setajam apapun konflik itu,tidak mengurangi sedikitpun rasa hormat dan cinta saya pada ibu. Begitu juga rasa cinta ibu dan doanya pada saya, anak, dan suami saya.

Untuk ibu, saya akan berusaha jadi anak yang salikha, agar setiap doa saya untuk orangtua terkabul. Saya ingin ibu (dan bapak) hidup mulia dunia akhirat. Amien.

Senin, 21 Oktober 2013

Biografi Hisyam Said Bawahab – Pedagang Es Jadi Milyuner

Hisyam Said Bawahab

Kisah sukses ini dialami seorang lulusan SMA, Hisyam Said Bawahab. Perjuangan hidupnya cukup alot mulai dari kerja sebagai tukang es, kuli angkut, hingga supir. Berkat kerja kerasnya, ia menjadi pengusaha kitchen equipment, merambah bisnis resto pizza hingga menjadi milyuner. Berikut ini Biografinya.....

Biografi Hisyam Said Bawahab

Kenangan berdagang es pada tahun 1980 di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, tak pernah terlupakan bagi Hisyam Said Bawahab. Momen itu adalah detik-detik awal perubahan drastis kehidupannya. Jejak usaha Hisyam diawali setelah dirinya lulus SMA, saat itu merantau ke Palembang dan bekerja selama setahun di perusahaan besi tua. Sekembalinya ke Jakarta, ia beralih profesi sebagai karyawan toko material, “ Saya jadi kuli angkut kayu, nurunin dari truk-truk. Tak jarang tertidurpun diatas papan,” papar pria berdarah Arab-Betawi kelahiran 15 April 1954 itu.


Empat tahun kemudian pindah ke pabrik es, bekerja sebagai sopir. “Saya nyetir ngirim balok es dari Pulo Mas sampai Ampera, ke Buncit, Kebon Sirih terus muter dari jam 2 dini hari sampai pagi,” kenangnya.
Agaknya nasib berkata lain, ia harus pensiun sebagai sopirdan memilih jualan es di Cikini. Di uasaha inilah Hisyam berkenalan dengan seorang pembeli es pemilik PT. Umawar, yang ternyata pemilik UI Metal Work (UMW). “Waktu itu dia baru pulang dari Inggris. Nawarin mau gak ikut dia kerja di perusahaan yang mau dibikinnya dibidang metal works,” ujar Hisyam.

Merintis Bisnis Kitchen Equipment

Gayung bersambut, kesempatan ini membuat Hisyam memperoleh banyak pelajaran di bisnis tersebut. Bahkan tidak berlangsung lama, ia mulai mampu merintis usahanya sendiri. “Setelah menyetir es balok selama dua tahun, saya kerja di metal works. Dari situ saya mendapat ilmu tentang hal-hal mengenai teknik. Akhirnya saya berhenti karena merasa sudah cukup kerja dengan orang lain. Maka saya coba merintis usaha sendiri,” ungkapnya.
Perusahaan yang didirikan Hisyam

Dengan kemampuan yang dimiliki, Hisyam mulai memproduksi perangkat dapur yang dibantu tiga karyawannya. Kabar baik menghampirinya, ia mendapat tawaran untuk memanfaatkan sebuah lahan dari temannya. Tempat ini dipergunakan untuk mulai membangun usahanya yang sempat terhenti. Segala upaya disatukan dengann serius, pada tahun 1985 secara resmi PT Hatindo Metal Utama prakarsanya berdiri. Produk-produk yang dihasilkan spesial peralatan dapur komersil (kitchen equipment) seperti meja, tempat cuci piring, pemanas, pendingin, exhaust, van dan kompor.

Untul memberikan kualitas yang terbaik bagi konsumennya, ia juga mengimpor produk lain dari luar negeri seperti oven, mixer, steamer dan ricecooker besar.  Perkembangan bisnisnya cukup pesat, seperangkat dapur untuk resto nilainya bisa mencapai 300 juta rupiah per gerai. Walhasil sedikit demi sedikit bisa terkumpul modal untuk membeli tanah seluas 1000m2 di Ciputat, Jakarata Selatan dan membangun pabrik sendiri serta investasi dengan membeli mesin bekas. Bahan baku juga mudah didapat dari kawasan Kota, Jakarta Barat. Seiring dengan pertumbuhan bisnisnya, dimana pelanggannya tersebar hingga luar pulau Jawa, sudah selayaknya Hisyam memperbanyak karyawannya.

Untuk memberikan servis yang terbaik bagi konsumennya, Hatindo menerapkan pelayanan 24 jam. “Kalau sore karyawan pulang, saya taruh dua karyawan untuk menjaga, jika ada telefon biar bisa diangkat dan diproses keesokan harinya.” Ujarnya.  Kelebihan lain, Hatindo selalu percaya diri terhadap semua permintaan. Bagi Hisyam, tak ada yang tidak mungkin, sesulit apapun permintaan klien selalu ada jalan keluarnya. Ia menekankan pada karyawannya untuk secepat mungkin mengeksekusi permintaan klien. “Penawaran tak boleh lama, orang telepon sekarang, hari ini juga harus sampai ke dia,” tuturnya.

Perkembangan Hatindo semakin besar, diantaranya memoasok peralatan dapur pada beberapa perusahaan, hotel berbintang lima seperti hotel Hilton, resto Ponderosa di Widjoyo Center hingga Bandara Soekarno-Hatta. Pizza Hut juga pernah mempercayakan pengadaan alat-alat dapurnya pada Hatindo. Ekspansi Pizza Hut yang sangat cepat di tanah air, membawa keuntungan bagi Hatindo yang saat itu mengerjakan perangkat dan instalasi dapur untuk 75 gerainya. Lebih dari itu, juga memperoleh order memproduksi box pengantar Pizza Hut ( ditempelkan di motor).

Berbisnis Resto

Kondisi Hatindo yang semakin mapan, membuat Hisyam pada tahun 2001 melebarkan sayapnya. Sukses mennjadi pemasok perangkat dapur untuk resto pizza, ia pun ingin mencicipi bisnis serupa. Restonya dimulai dengan menyematkan merk Papa Ron’z Pizza, membeli lisensi franchise dari temannya Ron Muller, gerai pertamanya berda di Warung Buncit, yang merupakan gerai Papa Ron’z pertama di Indonesia. Kemudian berkembang di Permata Hijau, Jakarta Selatan dan Depok. “Saat memutuskan menggeluti bisnis lain, karena saya lihat Hatindo sudah bisa jalan sendiri, tinggal melakukan pengawasan saja, “ ujar Hisyam.

Tidak berhenti sampai disitu, Hisyam memperluas cakupan bisnisnya dengan mendirikan perusahaan yang lebih berfokus pada peralatan mesin pendingin, bernama CV Kotajaya yang berlokasi di Buncit – Jakarta Selatan. Saat ini Kotajaya telah berkembnag dengan menjadi pemasok peralatan mesin pendingin ke hotel-hotel, restauran, kafe, bahkan rumah sakit dan pabrik. Seiring berkembangnya teknologi ponsel yang semakin pesat, mendorong dirinya merambah bisnis baru media cetak bersama rekannya dengan mendirikan majalah Pasar Ponsel.

Meniti Bisnis Properti

“Dulu kalau untung, saya lebih memilih untuk memutarkannya. Kini saya lebih investasi ke bidang yang lain seperti properti,” ujarnya. Sebenarnya pada 1994 ia sudah merintis bisnis ini. Dimulai dengan mencoba membeli tanah dan membangun perumahan Pesona Agung sejumlah 23 unitrumah di Lenteng Agung, diatas lahan seluas 2 Ha. Kemudian berkembang dengan membangun beberapa gedung bertingkat dan ruko disepanjang jalan Warung Buncit. 
Perum Pesona Agung 

Kawasan ini termasuk strategis, disamping itu ia juga membangun 22 rumah di sektor 9 Bintaro. Kemudian mendirikan perumahan Pesona Eksklusif. Bisnis perumahan cukup menguntungkan dengan membangun kembali 35 rumah dikawasan pinggiran Jakarta, seperti Ciputat, Supratman, Pondok rangon dan Jati Makmur, bergabung dengan perusahaan Fim Jasa Ekatama.

Apa rahasia dibalik pertumbuhan bisnisnya yang menggurita, Hisyam mengatakan itu semua tak lepas dari visinya yang berkeinginnan untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Hisyam menambahkan yang terpenting dalam memulai usaha adalah jujur dan ulet serta kerja keras, “ Prinsip hidup saya, dalam hidup itu tidak ada yang tidak bisa dan tidak boleh bilang besok. Jika ingin melakukan sesuatu maka lakukanlah hari ini juga.” Ungkap pria yang bersaudara 13 orang ini.

Prinsip Hidup

Sikap toleransinya cukup besar, walau telah menjadi pengusaha yangcukup sukses. Kepeduliannya terhadap pengusaha kecil telah diterapkan melalui hidupnya maupun bidang usahanya. Menurut Hisyam, upaya yang harus dilakukan adalah dengan penerapan prinsip bisnis yang baik. Jangan mengejar untung secara berlebihan misalnya uangnya disimpan di deposito, tapi bukalah lapangan kerja yang baru. “Kita rebut pasar, bikin usaha ini, usaha itu,” ujarnya.

Dalam menjalankan bisnis restoran, Hisyam menekankan pada karyawannya agar membeli bahan baku yang bisa dibeli di pasar tradisional saja, “karena jika kita terus menerus berbelanja di supermarket atau tempat-tempat belanja besar, nanti menimbulkan dua efek, kelompok super miskin dan kelompok super kaya, “ tandasnya.

Ada cerita unik dibalik kesuksesan Hisyam Said Bawahab, dahulu sewaktu Hisyam kecil, ia sering dikatain teman-teman mainnya 'orang Arab' dengan nada mengejek, tentu saja Hisyam tak suka dikatain begitu apalagi itu bernada ejekan, walhasil ia sellau bertengkar dengan temannya. Pulang kerumah baju kumel dan rupa gak karu-karuan membuatnya dimarahin habis-habisan oleh sang ayah.

Pernah juga saat SMA, ia meminta uang saku tambahan ke ayahnya namun tak dikasih, ayahnya malah bilang, harusnya Hisyam berusaha mencari pendapatan sendiri, tak terus-terusan meminta uang pada orang tua karena Hisyam sudah besar, malu. Karena kata-kata ayahnya itulah Hisyam bersemangat untuk cari uang, namun kala itu ia bingung harus cari uang dengan cara bagaimana. Akhirnya ia punya akal jual beli sepeda motor. 

Dannnn yang dijual awalnya adalah sepeda motor pembelian ayahnya. Setelah laku dan dapat uang, Hisyam pulang dan menunjukkan ke ayahnya dengan gembira berharap dapat pujian, bahwa dirinya sudah bisa melakukan apa yang disuruh ayahnya. Bukan pujian yang didapat tapi malah hajaran ditubuhnya. Hisyam yang saat itu polos, tak tahu kenapa sang ayah malah menghajarnya. 

Namun saat ia sudah semakin tua, mengertilah dirinya kenapa sang ayah waktu itu menghajarnya. Ya tentulah sanga ayah marah lha yang dijual sepeda motor ayahnya, dengan harga murah pula, bukan untung tapi buntung.

Hisyam juga pernah sempat jualan es dari sore hari hingga pagi lagi. Ia berprinsip mumpung masih muda. Bekerja keras diwaktu muda tak membuat seseorang mati. Begitu prinsipnya saat itu.

Itulah Biografi Hisyam Said Bawahab, awalnya ekerja serabutan tak tentu arah namun dengan keyakinan hidup bahwa dirinya bisa sukses dan visi yang besar akhirnya ia bisa merubah hidupnya dan merubah ribuan orang diluar sana melalui lapangan kerja yang diciptakannya.


Tak ada yang tak mungkin selama yakin. Itulah prinsip hidupnya. Semoga menginspirasi dan bermanfaat.

Baca Juga Biografi Berikut Ini 
Biografi Yoshida Goro – Pencipta Canon Kamera Tercanggih di Dunia
Biografi Zacharias Janssen – Penemu Mikroskop Optik Pertama
Biografi Nadhifah Jufri – Pendiri ALIB Moslem Store
Biografi Hj. Sias Mawarni – Pemilik Ragusa Es Italia, Membuka 22 Cabang Tanpa Modal Pinjaman.
Biografi Roihatul Jannah – Penemu Helmiat Bonceng Bocah
Biografi Martini – Buruh Bangunan Menjadi Eksportir Sukses
Biografi Ligwina Poerwo Hananto – Tak Betah Menganggur, Ingin Lebih Bermanfaat, Mendirikan Quantum Magna Financial
Biografi Noni Sri Aryati Purnomo – Pewaris Tahta Blue Bird Group
Biografi Zinedine Zidane – Bintang Sepak Bola Dunia
Biografi Synyster Gates – Gitaris Avenged Sevenfold