This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Pencipta Lagu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pencipta Lagu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Desember 2015

Biografi Isyana Sarasvati - Artis Indonesia Multi Talenta


biodata isyana sarasvati
Isyana Sarasvati
bila memang harus berpisah
aku akan tetap setia
bila memang ini ujungnya
kau kan tetap ada di dalam jiwa

Pasti sering bangetkan mendengar lirik lagu diatas. Tahu gak siapa yang menyanyikan? Yup itu adalah penggalan lagu Isyana Sarasvati yang berjudul Tetap Dalam Jiwa.

Siapa sich Isyana Sarasvati ini, mengapa akhir-akhir ini karyanya begitu sering muncul di media. Yuk dibaca Biografi Isyana Sarasvati



Masa Kecil Isyana Sarasvati

Isyana Sarasvati lahir pada tanggal 2 Mei 1993 di Bandung. Perempuan berbintang Taurus ini putrid dari pasangan Sapta Dwikarna dan Luana Marpanda.

Latar belakang keluarga Isyana Sarasvati adalah pecinta music. Ayahnya bekerja sebagai seorang dosen dan terapis yang sangat menggemari music. Ibunya berprofesi sebagai guru music. Sejak dalam kandungan Isyana Sarasvati sudah sering didengarkan music klasik oleh ibunya. Tak pelak lagi jika Isyana begitu menggemari music. Saudara kandungnya yang bernama Sekar Larasati atau Lala juga pemilik band musik yang bernama Banda Neira

Darah music Isyana Sarasvati begitu kuatnya. Ketika berumur 7 tahun ia sudah bisa menciptakan sendiri lagunya. Ketika keluarganya tinggal di Belgia, bakat musil Isyana terus diasah sang ibu. Isyana juga sangat mengidolakan musisi yang memiliki kekuatan karakter vocal seperti Rossa, Marcel dan Glen Fredly.

Isyana Sarasvati sudah sering sekali menjuarai perlombaan music dan menyanyi baik itu di sekolah ataupun di luar sekolah. Bahkan ketika SMP ia pernah mendapat juara 1 se Indonesia perlombaan elektone. Isyana Sarasvati bahkan pernah tampil di ajang music java jazz ketika masih belia.

Berbagai alat music dikuasainya seperti saxophone, piano, elektone, flute. Suara yang merdu, skill bermusik yang memadai dan wajah yang begitu cantiknya, adalah modal yang hamper sempurna untuk menjadikan Isyana Sarasvati sebagai seorang musisi terkenal saat ini.

Ternyata tak hanya di dunia music saja, seorang Isyana Sarasvati juga memendam bakat kepemimpinan yang kuat. Ini terbukti ketika dirinya menjadi ketua OSIS saat SMP dan SMA. Diluar padatnya jadwal kegiatan music dan sekolah , ia masih sempat saja mengurus organisasi siswa yang kita juga tahu begitu sibuknya menjadi seorang ketua OSIS.

Merintis Karir Sebagai Pemusik

isyana sarasvati bio
Biografi Isyana Sarasvati
Berbagai ajang music mulai dari tingkat nasional maupun internasional sudah sering dijuarainya. Langganan juara satu sudah tak terhitung lagi. Jadwal sekolah dan bermusik tetap ia lakoni dengan disiplin. Akan tetapi saat SMA mungkin karena terlalu padatnya kegiatan antara sekolah dan music, Isyana Sarasvati terkena penyakit Anoreksia, berat badannya turun drastic menjadi 39kg. Isyana pun memutuskan utk beristirahat dulu.

Ketika itu pemerintah Singapura melihat kualitas Isyana dalam bermusik yang diatas rata-rata. Akhirnya pemerintah Singapura menawarinya beasiswa dibidang music performance di Nanyang Academy Of Fine Arts (NAFA). Isyana Sarasvati saat itu masih duduk di bangku kelas dua SMA. Tentunya kesempatan ini tidak disia-siakan, walaupun ia tidak bisa melanjutkan SMU nya. Dan harus terbang ke Singapore utk mengikuti beasiswa itu.

Disinilah titik awal karier Isyana. Bakat musiknya makin terasah dan makin matang. Isyana Sarasvati bahkan sempat menjadi guru music dan penyanyi opera selama ia kuliah di Singapura. Ketika Festival Asia Pasific tahun 2011, Isyana Sarasvati berhasil memukau para penonton yang ada di sana.

Isyana Sarasvati berhasil menyelesaikan gelar diplomanya dengan predikat Cum Loude. Melihat prestasinya ini, Isyana Sarasvati berhasil menggoalkan beasiswa untuk lanjut ke strata satu di Inggris , tepatnya di Royal College of Music, Brithania Raya dan Cum Loude juga.

Selepas menyelesaikan studinya, Isyana Sarasvati dikontrak oleh Sony Music Asia Pasific. Ia kemudian terbang ke Swedia untuk menyelesaikan 14 album solonya dimana salah satu singlenya yang terkenal adalah Keep Being You.

Single Keep Beeing You sukses melejit dipasaran dan membuat nama Isyana Sarasvati dikenal luas di masyarakat Indonesia. Perpaduan paras yang ayu, olah vocal yang unik membuat nama Isyana semakin diperhitungkan di blantika music Indonesia.

Setelah sukses dengan Keep Being You, Isyana Sarasvati meluncurkan Single keduanya yang berjudul Tetap Dalam Jiwa.

William Tanuwijaya pendiri Tokopedia pun mengagumi seorang Isyana Rarasvati dan mengontraknya menjadi Brand Ambassador Tokopedia.

Tak hanya Tokopedia, pundi rejeki seorang Isyana pun juga datang dengan dikontraknya ia sebagai Brand Ambassador Smartphone Oppo.

Saat ini kita sering menjumpai wajah Isyana Sarasvati dan menikmati lagu-lagunya baik itu di televisi ataupun di youtube.

Kesuksesan Isyana Sarasvati ini tentu tidak datang dalam semalam. Ada proses dan ada harga kerja keras yang harus dibayar bahkan sejak ia ada dalam kandungan.

Nah teman, jika kita punya hobi atau ketertarikan terhadap suatu bidang, teruslah diasah hingga benar-benar unik. Siapa tahu dari hal kecil itulah kita bisa mengukir sejarah cemerlang dalam hidup kita. Seperti seorang Isyana Sarasvati.

Profil Isyana Sarasvati

Berikut ini adalah Profil Isyana Sarasvati atau Biodata Isyana Sarasvati

Nama lahir                          Isyana Sarasvati
Nama lain                            Isyana
Lahir                                    2 Mei 1993
Zodiak                                   Taurus
Kebangsaan                       Indonesia
Jenis musik                         R&B, pop, pop elektro, Jazz
Pekerjaan                           Aktris, Penyanyi, Penulis lagu
Instrumen                           Vokal, Biola, Saksofon
Tahun aktif                         2013 - Sekarang
Pendidikan                         Nanyang Academy Of Fine Arts (NAFA) Singapura , Cumlaude,Diploma
                                                Royal College of Music, Britania Raya, Cumlaude, Strata
Perusahaan rekaman     Sony Music Entertainment Indonesia
Orang tua                            Sapta Dwikardana
                                                Luana Marpanda
Saudara                                Lala Sekar Larasati
Agama                                  Islam
Akun twitter                      Isyanasarasvati
Single                                    Keep Being You (2014)
                                                Tetap dalam Jiwa (2015)
                                                Kau Adalah ft. Rayi Putra (2015)
Album                                   Explore! (2015)


Penghargaan dan Nominasi

Finalis Nasional Yamaha Piano Kompetisi (2007, 2010)
Juara Grand Prix Asia Pasific Electone Festival (2008, 2009, 2011)
Terpilih menjadi salah satu dari 15 Composer Electone Dunia yang tampil di Yamaha Electone Concours [YEC] di Tokyo, Jepang (2012)
Semifinalist Yamaha Electone Concours, Japan (2012)
Juara 1, 6th Tan Ngiang Kaw/Tan Ngiang Ann Memorial Vocal Competition, Singapore (2012)
Terpilih dalam pertukaran pelajar ke Tainan National University of the Arts Tainan, Taiwan (2012)
Juara 1, Kategori Profesional, Kompetisi Vokal Nasional Tembang Puitik Ananda Sukarlan, Indonesia (2013)
Gold Certificate, 5th Bangkok Opera Foundation Singing Competition Bangkok, Thailand (2013)
NET. Indonesian Choice Awards (2015)

Film
Ranah 3 Warna (2015)

Bintang Iklan
Brand Ambassador Tokopedia
Brand Ambassador Oppo
Biore
Aloe Vera Cap Panda


Baca Juga Yuk Artikel Biografi Dibawah Ini :


Biografi Wong Fei Hung – Ulama, Ahli Kung Fu dan Thabib Terkenal dari Tiongkok

Biografi Mesut Ozil – Pemain Bola Dunia Asal Jerman yang Santun

Biografi Armand Traore – Pesepakbola Muslim Asal Prancis

Biografi Ibrahim Afellay – Pemain Bola Muslim Asal Belanda | Pemain Bola Dunia

Biografi Seydou Keita – Pemain Sepakbola Muslim | Gelandang dan Penyerang FC Barcelona

Biografi Eric Abidal – Pemain Sepakbola Mualaf |Bek FC Barcelona

Biografi Samuel Eto’o – Pesepakbola Asal Kamerun Dengan Bayaran Termahal

Biografi Prabowo Subianto – Ketua Umum Partai Gerindra | Pengusaha Sukses

Biografi Amien Rais – Bapak Reformasi Indonesia | Cendekiawan Muslim 

Biografi Megawati Soekarnoputri – Presiden Wanita Pertama di Indonesia | Putri dari Presiden Soekarno     



Jumat, 22 November 2013

Biografi Ahmad Dhani – Musisi Legendaris Indonesia


Ahmad Dhani. Masih segar ingatan kita tentang kasus yang menimpa Abdul Qodir Jaelani atau Dul, anak dari musisi Ahmad Dhani dan Maia Estianti. Dalam kasus itu nama Ahmad Dhani sbagai ayah yang paling dipersalahkan karena ceroboh membiarkan anaknya yang masih dibwah umur dan belum punya SIM mengendarai mobil.

Atau masih ingatkah kalian dengan kasus perceraian artis paling rumit selama tahun 2006. Tentulah itu kasus perceraian Maia dan Ahmad Dhani.

Namun kali ini penulis bukann mau bergosip. Itu biarlah urusan Hallo Selebriti, Silet, Kroscek atau sebangsanya. Penulis kali ini akan mengulas Biografi Ahmad Dhani sebagai musisi legendaris Indonesia.

Ahmad Dhani bernama lengkap Dhani Ahmad Prasetyo atau juga sering dikenal sebagai Dhani Manaf. Ia dilahirkan pada tanggal 26 Mei 1972 di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Ahmad Dhani dikenal sebgai musisi, pencipta lagu, pentolan Band Dewa, aransemen musik, produser dan Presiden Republik Cinta Manajemen.

Banyak band yang dihantarkannya pada posisi puncak seperti Band Dewa, Grup Band The Rock, The Virgin, Dewi-Dewi, Mulan Jamela dan masih banyak lagi. Dhani telah banyak menciptakann banyak lagu yang kemudian menjadi hits dalam jangka waktu cukup lama.

Sejarah Dewa 19

Personil Dewa 19
Sejak kecil Ahmad Dhani sudah akrab dengan musik. Keluarganya tergolong penyuka musik. Karir musik Ahmad Dhani sendiri dimulai saat ia bersekolah di SMPN 6 Surabaya. Ia bertemu dengan tiga temannya yaitu Andra Junaidi, Erwin Prasetya dan Wawan Juniarso yang kemudian pada 1986 bersatu membentuk Grub Band Dewa.

Pada grub band tersebut, Ahmad Dhani memegang vokal dan keyboard. Minat Ahmad Dhani terhadap musik begitu menggebu mengalahkan prioritasnya terhadap sekolah. Ia kemudian sering tak masuk sekolah karena lebih senang kumpul dengan teman bandnya di rumah Wawan di kompleks Universitas Airlangga untuk sekedar bermain musik.

Awalnya aliran musik Dhani adalah rock, namun kemudian ia mencoba hokinya di musik jazz. Ia kemudian merubah nama Dewa menjadi Downbeat. Ahmad Dhani bersama band Downbeat-nya kemudian menjadi pemenang pada Festival Jazz Remaja se-Jawa Timur, Juara I Festival band SLTA '90 dan Juara II Djarum Super Fiesta Musik. Setelah puas berprestasi di jalur jazz, Dhani kembali lagi ke jalur semula yaitu rock dengan mengusung bendera band Dewa 19 dimana kemudian personelnya bertambah satu, Ari Lasso.

Ahmad Dhani kemudian bertekad untuk memasuki dapur rekaman. Namun untuk sukses menjadi musisi hebat di Surabaya sangatlah sulit karena Surabaya tidak memiliki studio rekaman yang baik saat itu. Tak ada jalan lain, ia harus mencoba peruntungannya di Jakarta untuk mencari studio rekaman yang sudi menjadi label Dewa 19.

Dengan bekal yang sangat minim, Ahmad Dhani berpetualang menjelajah kota metropolitan itu guna menemukan studio rekaman yang bagus. Jangan dikira saat itu ia mengendarai mobil mewah, bis kotalah teman nya setiap hari untuk berpindah dari perusahaan rekaman satu ke perusahaan rekaman lainnya.

Walau banyak yang menolak, Dhani tak putus asa. Usahanya membuahkan hasil dengan bertemunya ia dengan Jan Djuhana dari Team Records. Segeralah Dhani bersama Dewa 19 melakukan rekaman dan launching album. Tak perlu menunggu lama, lagu-lagu Dewa 19 langsung meledak di pasaran dan Dewa 19 mendapatkan sukses besar. Beberapa hits yang melejit adalah “Kangen” dan “ Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi” yang kemudian menjadi album terlaris tahun selama 1993. Berbagai penghargaan pun diterimanya, diantaranya adalah sebagai Pendatang Baru Terbaik.

Kesuksesan Dewa 19 pun berlanjut terus di album-album berikutnya. Hampir tak ada lagu Dewa yang tak laris di pasaran. Entahlah, dari mana Ahmad Dhani mendapat kehebatan ilmu dalam mencipta lagu sehingga lagu-lagunya laris manis.

Berikut ini adalah sebelas album yang berhasil ditelorkan oleh Ahmad Dhani bersama Dewa 19 :

Dewa 19 (1992), Format Masa Depan (1994), Terbaik Terbaik (1995), Pandawa Lima (1997), The Best Of Dewa 19 (1999), Bintang Lima (2000), Cintailah Cinta (2002), Atas Nama Cinta I & II (2004), Laskar Cinta (2004), Republik Cinta (2006), dan Kerajaan Cinta (2007).

Menjadi Produser


Selain menggawangi grup band Dewa 19, Ahmad Dhani kemudian membentuk grup band Ahmad Band pada 1999 dan sempat menelorkan album yang berisi lagu yang berjudul “ Bidadari di Kesunyian “ dan “ Aku Cinta Kau dan Dia”.

Ahmad Dhani juga banyak mengorbitkan orang lain dengan memproduserinya. Para artis yang suksesberkat tangan dingin Ahmad Dhani adalah Reza Artamevia, Maia Estianti dengan” Ratu” (saat masih menjadi istrinya), Mulan Jameela, dan juga grup band seperti Andra and teh Backbone, DewiDewi, the Virgin, the Rock, LakiLucky (personelnya adalah ketiga anaknya sendiri, Al, El, Dul).

Ahmad Dhani juga berkolaborasi dengan Andra Ramadhan dan menelorkan album yang berisi 4 lagu dimana single terlarisnya adalah “Kuldesak”.

Semua artis-artis yang telah diorbitkan oleh Ahmad Dhani dinaungi dalam Republik Cinta Manajemen.

Kerikil Kehidupan

Kesuksesan Ahmad Dhani tak berjalan sempurna, berkali-kali Dewa 19 berganti personel. Mulai dari Erwin yang hengkang hingga Ari Lasso yang dikeluarkan dari grup band Dewa 19 karena terbukti menjadi pecandu narkoba yang kemudian ber-Solo karir sendiri.

Selain itu berbagai masalah pribadi kerap menghampiri Ahmad Dhani. Mulai dari masalah dengan FPI karena Dewa dituduh melakukan penghinaan lafadz Allah karena dipakai sebagai gambar grup band-nya, dituduh antek Yahudi (mengingat ibunda Ahmad Dhani masih keturunan Yahudi)  hingga perseteruannya dengan sang istri Maia Estianti yang berujung perceraian.
Walau diterpa masalah pelik seperti itu namun karir musik Ahmad Dhani malah kian cemerlang.

Rumah Tangga Ahmad Dhani


Dhani menikah dengan Maia Estianty di tahun 1994, setelah sekian lama menjalin cinta sejak Dhani masih di SMA Negeri 2 Surabaya. Dari pernikahan mereka, keduanya memiliki 3 anak. Dhani menamai anak-anaknya sesuai tokoh sufi yang dikaguminya, yakni Ahmad Al Gazali, El Jalaluddin Rumi, dan Ahmad Abdul Qodir Jaelani.

Sejak akhir 2006, Dhani dan istrinya terlibat skandal 'tuduh menuduh' yang berujung pada gugatan cerai yang diajukan oleh Maia Estianty. Rumah tangga mereka resmi berakhir pada 23 September 2008 melalui keputusan hakim di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.


Ahmad Dhani kemudian dikabarkan dekat dengan penyanyi Mulan Jameela (vokalis Ratu, mantan penyanyinya Maia) yang dituding sebagai penyebab retaknya rumah tangganya dengan Maia. Dengan Mulan Jameela dikabarkan Ahmad Dhani melakukan nikah siri dan telah dikaruniai seorang anak perempuan cantik yang bernama Safeea.

Ahmad Dhani Bersama Anak-Anaknya

Ahmad Dhani bersama Al, El, Dul

Ahmad Dhani bersama Safeea
Baru-baru ini musibah kembali menimpa keluarga Ahmad Dhani. Slah satu puteranya, Abdul Qodir Jaelani atau Dul telah melakukan kecerobohan dengan mengendarai mobil secara kencang dan akhirnya menabrak mobil didekatnya. Beberapa orang dilaporkan tewas dalam kejadian ini sedangkan Dul mengalami luka yang lumayan serius. HIngga artikel ini diposting, proses hukum sedang berlanjut.

Jumat, 15 November 2013

Biografi WR Soepratman – Pengarang Lagu Indonesia Raya

Wr Supratman

Hai teman-teman...
Kali ini aku mau mengulas tentang Biografi WR Supratman. Itu tuh yang ngarang lagu kebangsaan Indonesia Raya (anak SD aja juga tau). Yuk disimak biografinya.

Lahir dan Masa Kecil

WR Soepratman atau Wage Rudolf Soepratman dilahirkan pada tanggal 9 Maret 1903 tepatnya hari Senin Wage, di Jatinegara Jakarta. Tapi ada pula versi yang menyebutkan kelahirannya adalah tanggal 19 Maret. Ia adalah anak dari seorang sersan di Batalyon VIII yang bernama Senen. WR Soepratman adalah tujuh bersaudara. Salah satu kakaknya yang juga ikut menorehkan sejarah kesuksesan beliau adalah Roekijem yang bersuamikan seorang Belanda yang bernama Willem van Eldik.

Ketika WR Soepratman berumur 11 tahun, ia ikut kakaknya Roekitjem yang berdomisili di Makassar. WR Soepratman kemudian disekolahkan oleh kakak iparnya.

WR Soepratman kemudian mendalami bahasa Belanda selama 3 tahun yang kemudian berlanjut ke Normaalschool. Pada tahun 1923 yaitu ketika WR Soepratman telah menamatkan pendidikannya, ia lalu menjadi guru di Sekolah Angka 2. Pada tahun 1925, ijazah Klein Ambtenaar miliknya keluar.

Setelah keluar dari guru di Sekolah Angka 2, WR Soepratman kemudian bekerja di sebuah perusahaan dagang yang di Ujung Pandang. WR Soepratman kemudian beralih profesi menjadi wartawan surat kabar Kaoem Moeda di Bandung yang kemudian berpindah ke surat kabar Sin Poo di Jakarta. Pada saat itulah, WR Soepratman banyak bergaul dengan tokoh pergerakan nasional dan dirinya mulai tertarik dengan pergerakan nasional.

Dari hubungannya dengan tokoh-tokoh nasionalis tersebut, timbullah rasa benci terhadap Belanda yang kemudian ia tuliskan rasa tidak senang itu di sebuah buku karangannya yang berjudul Perawan Desa. Buku itu memberikan inspirasi banyak orang agar bersatu untuk melawan Belanda sehingga buku tersebut dilarang beredar oleh Belanda.

WR Soepratman kemudian berpindah tugas di kota Singkang, namun kemudian WR Soepratman mengundurkan diri dari wartawan dan pulang kembali ke rumah kakaknya, Roekitjem di Makassar.

Roekitjem adalah seorang yang ahli bermain musik biola dan sandiwara. Banyak hasil kreasinya baik itu musik biola atau sandiwara yang kemudian dipentaskan di mes militer. Keahlian sang kakak ini kemudian menarik minat WR Soepratman akan musik. Beliau akhirnya banyak belajar musik dari sang kakak dan membaca buku-buku musik milik kakaknya. Beliau juga diajari musik oleh kakak iparnya yaitu suami Roekitjem. WR Soepratman menunjukkan kemajuannya dalam bermain musik, beliau bahkan sudah bisa menggubah lagu. Suatu hari, WR Soepratman membaca suatu majalah yang bernama majalah Timbul yang isinya menantang para ahli musik Indonesia untuk menciptakan lagu kebangsaan.

Mengetahui hal ini, WR Soepratman merasa tertantang untuk ikut menciptakan karya luhur tersebut. WR Soepratman lalu menggubah lagu yang kemudian pada 1924 terciptalah lagu “Indonesia Raya” karyanya.
Pada tahun 1928 bulan Oktober, diadakanlah Kongres Pemuda II dimana para tokoh pergerakan nasional dan perwakilan para pemuda seluruh Indonesia berkumpul untuk menyatukan visi mencapai Indonesia Merdeka. Di situ WR Soepratman juga hadir dan pertama kalinya beliau memperdengarkan lagu Indonesia Raya secara instrumental dengan biola (tanpa syair). Mengapa dikumandangkan lagu Indonesia Raya itu secara instrumental? Hal ini adalah usulan Soegondo Djojopuspito, salah satu tokoh pergerakan nasional, dengan alasan menjaga situasai politik dan kondisi saat itu. Banyak hadirin terpukau dengan lagu itu. Lagu tersebut telah berhasil mewakili keinginan rakyat Indonesia untuk segera merdeka dari Belanda.

Sesudah kongres itu, lagu Indonesia raya selalu diperdengarkan di kongres politik dan kongres nasional lainnya.

Belanda begitu khawatir akan efek persatuan yang ditimbulkan oleh lagu itu. Akhirnya Belanda selalu memburu WR Soepratman yang telah menciptakan lagu tersebut. Karena selalu menghindar dari kejaran polisi Belanda, W Soepratman akhirnya kelelahan dan jatuh sakit di Surbaya. WR Soepratman juga menciptakan lagu “Matahari Terbit” pada tahun 1938, ia kemudian menyiarkan lagu tersebut bersama pandu-pandu NIROM di jalan Embong Malang yang akhirnya membuatnya benar-benar ditangkap oleh Belanda dan dijebloskan di penjara Kalisosok Surabaya.

Kesehatannya yang menurun drastis ditambah tekanan fisik serta psikis karena diburu oleh Belanda membuat WR Soepratman akhirnya jatuh sakit dan meninggal dunia pada hari Rabo Wage, tanggal 17 Agustus 1938. Beliau meninggal dunia tepatnya di Jl Mangga no 21 Surabaya dan dimakamkan secara Islam di Makam Umum Kapasan, Jl. Kenjeran Surabaya.
Makam WR Supratman

WR Soeprtman telah berjasa dalam membuat lagu yang bisa menyatukan rakyat Indonesia dan memberikan kobaran semangat demi terciptanya Indonesia Merdeka. Namun WR Sepratman sendiri tak sempat menghirup udara kemerdekaan karena keburu meninggal. Beliau tidak pernah menikah dan memiliki anak bahkan anak angkat sekalipun. Hidupnya diabdikan untuk perjuangan kemerdekaan Indonesia melalui lagu.
Sebelum meninggal, WR Soepratman sempat menulis sebuah surat yang berisi seperti berikut : 

“Nasipkoe soedah begini. Inilah yang di soekai oleh Pemerintah Hindia Belanda. Biar saja meninggal, Indonesia pasti merdeka”.

Yang artinya : “Takdirku memang begini. Inilah yang diinginkan pemerintah Hindia Belanda. Biarlah saya meninggal, Indonesia pasti merdeka”.

Selain Indonesia Raya dan Matahari Terbit, WR Soepratman juga menciptakan lagu-lagu perjuangan lainnya. Berikut ini adalah lagu-lagu karya beliau :

Kebangsaan Indonesia Raya (1928),
Indonesia Ibuku (1928),
Bendera Kita Merah Putih (1929), 
Raden Ajeng Kartini (1929),
Lagu Mars Kepanduan Bangsa Indonesia (1930), 
Di Timoer Matahari (1931), 
Mars Parindra (1937), 
Mars Soerya Wirawan (1937), 
Matahari Terbit (1938), 
dan lagu Selamat Tinggal (1938) belum terselesaikan.

WR Soepratman juga mengarang buku-buku yang isinya mengajak untuk bersatu, seperti Perawan Desa, Darah Moeda dan Kaoem Panatik (1929).

Pada tanggal 26 Juni 1958 dikeluarkanlah Kepres No 44/1958 yang isinya menetapkan lagu Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan Indonesia.
Monumen Wr Supratman

Berikut ini adalah lirik lagu Indonesia Raya
Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Disanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu

Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Yuk Baca Juga Artikel yang tak kalah bagus berikut ini :
Biografi Sisilia Mbimbus – Pahlawan Air Bersih Dari NTT
Biografi Elang Gumilang – Kontraktor Perumahan Khusus Orang Miskin
Biografi Wahyu Aditya – Menjadi Pengusaha Muda dari Hobi Menggambar
Biografi Firmansyah Budi Prasetyo – Pemilik Tella Krezz, Menuai Rupiah Dengan Menaikkan Gengsi Singkong
Biografi Hendy Setiono – Pemilik dan Pendiri Kebab Turki, Hobi Makan Sumber Penghasil Rupiah
Biografi Henky Eko Sriyantono – Pemilik Bakso Cak Eko, Sukses Setelah 10 Kali Bangkrut
Biografi Denni Delyandri – Pemilik Kek Pisang Villa, Oleh-Oleh Khas Batam
Biografi Syammahfuz Chazali – Menyulap Kotoran Sapi Jadi Emas
Biografi Saptuarai Sugiharto – Pemilik Kedai Digital, Sukses Dengan Rumus ATM Dan PISS
Biografi Jerry Aurum – Fotografer Profesional yang Sukses Merubah Keterbatasan Menjadi Kekuatan




Selasa, 29 Oktober 2013

Biografi Yngwie Malmsteen – Gitaris No 1 Dunia

Yngwie Malmsteen
Pernahkah anda membaca atau bahkan menemui cerita seseorang yang justru bertambah sukses ketika cobaan bertubi-tubi menghampiri, mulai dari dianggap nakal di sekolah, di DO, cobaan kematian orang tua hingga cobaan maut yang hampir merenggut nyawa. Namun itu semua justru menjadi penyemangat seseorang tersebut untuk melangkah jauh lebih sukses dari sebelumnya. Hal inilah yang tersirat dari sejarah hidup sang gitaris no 1 dunia, Yngwie Malmsteen. Berikut Ini adalah Biografi Yngwie Malmsteen.
Biografi

Yngwie Malmsteen adalah seorang gitaris berbakat dunia yang telah melahirkan banyak karya besar yang membuat namanya terkenal di seluruh dunia. Yngwie adalah asli Sewedia. Ia dilahirkan di Stockholm pada tanggal 30 Juni 1963. Ayahnya adalah seorang kapten tentara dan ibunya adalah seorang seniman. 

Yngwie Malmsteen adalah anak bontot dari tiga bersaudara, saudaranya yang lain yaitu Ann Louise dan Bjorn. Awalnya kehidupan keluarga Yngwie baik-baik saja namun entah kenapa kemudian ayah dan ibunya bercerai.

Masa Kecil

Nama Yngwie yang berembel-embel Malmsteen adalah pemberian ibunya ketika masih kecil. Yngwie adalah anak yang sangat ‘badung’, di sekolah ia termasuk seorang yang suka membuat kacau. Akan tetapi ia sangat menyukai bahasa Inggris dan seni. Yngwie akhirnya drop out dari sekolahnya. Melihat hal ini, sang ibu mengikutkannya ke sekolah musik, namun dasar Yngwie, ia malah menggantung gitar pembelian ibunya. Ia juga kesulitan belajar terompet dan piano.

Suatu hari, Yngwie melihat sebuah konser yang memperingati meninggalnya seorang musisi yang bernama Jimi Hendrix. Di konser tersebut, diputar ulang gaya permainan Jimi Hendrix dalam memainkan gitarnya. Yngwie sangat terpesona dengan gaya permainannya, dari situlah Yngwie bertekad untuk sungguh-sungguh belajar musik terutama gitar.

Yngwie lalu membeli gitar murah yaitu sejenis Fender Stratocaster, ia kemudian belajar serius dan menggali kecenderungan nya dalam bermain gitar. Lagu yang pertama kali ia pelajari adalah lagu-lagu karya Deep Purple terutama permainan gitarnya Ritchie Blackmore sang gitaris Deep Purple dimana gaya permainan gitarnya cenderung ke arah musik klasik.

Yngwie diam-diam juga sangat mengagumi kakaknya yang sering mendendangkan lagu dari Bach, Vivaldi, Beethoven dan Mozart dengan gitar. Dari situlah Yngwie mendapat ide untuk menggabungkan musik klasik dengan musik rock melalui permainan gitar. Setiap hari Yngwie bermain gitar untuk menajamkan keunikannya dalam bermain gitar hingga tidur pun ia tak mau melepaskan gitarnya.

Rekaman dan Pintu Kesuksesan
Salah Satu Album Tersukses Yngwie Malmsteen

Setelah dirasa cukup ahli dalam bermain gitar, Yngwie dan temannya kemudian merekam 3 lagu dan ditawarkannya ke studio rekaman di seluruh Swedia namun semua studio rekaman tersebut menolaknya. Yngwie tak putus asa, ia kemudian mengirimkan demo rekamannya ke luar negeri. Seorang konstributor Guitar Player dan pemilik Shrapnel Records yang bernama Mike Varney menyukai cara Yngwie bermain gitar yang kemudian mengundangnya ke Los Angeles untuk bergabung dengan band Steeler . Disinilah awal kesuksesan Yngwie di cetak.

Yngwie kemudian menjadi terkenal dalam kecepatan permainan gitarnya pada lagu Hot on Your Heels. Untuk lebih mengasah dirinya, ia kemudian bergabung dengan grup band yang lebih besar yaitu Alcatrazz, namun begitu Yngwie tak lantas berhenti berfikir untuk mengembangkan dirinya. Ia merasa masih terbatasi dalam grub band tersebut walau telah diberi kesempatan bermain solo di lagu Kree Nakoorie, Jet to Jet, dan Hiroshima Mon Amour. Yngwie merasa hanya solo lah pangggilan jiwanya.

Akhirnya Yngwie pun mengakhiri karirnya sebagai anak band dan menelurkan album solo pertamanya yaitu Rising Force yang sampai saat ini me legenda dan dijadikan sebagai acuan dalam musik beraliran Neo-Classical. Album ini kemudian menempati Billboard charts di urutan ke 60 sebagai musik instrumental gitar non komersil. Yngwie pun mendapat penghargaan Grammy Award sebagai musik instrumental rock terbaik serta mendapat penghargaan sebagai gitaris terbaik tahun itu.

Cobaan

Ketika Yngwie berada di puncak popularitasnya, ia justru mengalami musibah. Yngwie mengalami kecelakaan tragis dengan mobil jaguarnya yang membuat dirinya mengalami penyumbatan darah pada otak dan mengakibatkan tangan kanannya tak berfungsi lagi. Yngwie pun sempat koma hingga satu minggu. Ini terjadi pada tanggal 22 Juni 1987 yaitu ketika dirinya hendak merayakan ulang tahunnya yang ke 24. Menyadari bahwa tangannya adalah hartanya yang paling berharga dalam bermain gitar. Ia kemudian serius mengikuti terapi untuk memulihkan lukanya.

Setelah cobaan itu, Yngwie mendapat cobaan yang tak kalah hebatnya lagi yaitu ibu yang telah mendukung dirinya dan mengenalkannya pada dunia seni meninggal dunia. Betapa hancur hati Yngwie, belum pulih lukanya akibat kecelakaan, ia kini harus menerima kenyataan orang yang paling dicintai dan dikasihinya yaitu ibunya meninggalkannya selamanya. Apakah Yngwie menyerah terhadap takdirnya? Tidak. Ia malah terpacu untuk menaiki tangga sukses yang lebih tinggi lagi.

Kesuksesan Demi Kesuksesan

Saat Konser
Dijiwai dengan semangat pantang menyerah pada takdir, Yngwie merilis album yang baru lagi seperti Odyssey, Eclipse, Fire & Ice, Seventh Sign, I Can’t Wait, MAGNUM Opus, Inspiration, Facing the Animal, Alchemy, War To End All Wars yang laris manis di pasaran.

Yngwie juga sempat menyambangi kota-kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Surabaya dan Solo pada tahun 1990 yaitu ketika album Eclipse dirilis. Yngwie pun dikabarkan akan datang kembali ke Indonesia namun batal karena situasi politik yang kurang mendukung keamanannya dalam menggelar konser.

Yngwie mencetak kesuksesan lagi yaitu bermain bersama orkestra penuh di salah satu albumnya yang berjudul Concerto Suite for Electric Guitar and Orchestra in Eb minor, Op. 1 pada tahun 1998.
Yngwie juga ditawari bergaabung dalam G3 yang terdiri dari Joe Satriani, Yngwie dan Steve Vai yang kemudian menghasilkan satu album dan video. Yngwie kemudian melakukan tour bersama G3 di tahun 2005. Pulang dari tour itu, Yngwie melahirkan lagi satu karya fenomenal yaitu album Unleash the Fury. Album Attack yang memuat nomor hits instrumental Baroque& Roll juga menuai kesuksesan.


Kesuksesan demi kesuksesan telah dicapainya bahkan yang tertinggi adalah ketika setelah mendapat musibah kecelakaan. Yngwie dianggap ‘dewa’ nya musik Neo-Classical yang memberikan inspuirasi pada pemain gitar serupa. Setelahnya banyak bermunculan gitaris aliran ini yang mengaku-ngaku dirinya paling cepat dan paling unik permainannya, seperti Paul Gilbert, Marty Friedman, Jason Becker, Richie Kotzen, Vinnie Moore, Tony Macalpine, Greg Howe, dll. Namun itu semua tak sebanding dengan bakat dan kemahiran Yngwie Malmsteen dan menobatkan Yngwie sebagai gitaris terbaik se dunia hingga saat ini.

Yukkk Baca Biografi Yang Tak Kalah Seru Dibawah Ini :
Biografi Riezka Rahmatiana – Pengusaha Muda Pemilik dan Pendiri 100 Gerai Es Pisang Ijo
Biografi Ita Yulianti – Perempuan Tangguh Dalam Bisnis Teknologi Komunikasi dan IT
Biografi Natalia Soetrisna Tjahya – Pendiri Maria Monique Last Wish Foundation
Biografi Yulii Khariton – Penemu Bom Hidrogen Atau Bom Kiamat
Biografi Rustantiningsih – Guru Berprestasi Tingkat Nasional, Melalui Metode “DUGEM”
Biografi Putra Priyadi – Kaya Raya Karena Stroberi
Biografi Yohanes Surya – Bapak Fisiska Indonesia
Biografi Mooryati Soedibyo – Pendiri Perusahaan Mustika Ratu Dengan Modal 25 Ribu
Biografi Iim Fahima Jachja – Mantan Karyawati Yang Sukses Berbisnis On Line
Biografi Agung Nugroho Susanto – Raja Laundry Kiloan Indonesia