This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Kontraktor Sukses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kontraktor Sukses. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Desember 2013

Biografi Jusuf Kalla – Pengusaha | Politikus | Wakil Presiden Indonesia ke 10

biografi jusuf kalla
Jusuf Kalla
Jusuf Kalla atau Yusuf Kalla atau Mohammad Jusuf Kalla adalah salah satu putra terbaik bangsa Indonesia. Berawal dari pengusaha asal Makassar yang kemudian terjun ke panggung politik, bapak yang menurut saya sangat cerdas ini kemudian berhasil menduduki orang nomor dua di Indonesia. Berikut ini Biografi Jusuf Kalla.

Biografi : Lahir - Berbisnis
Jusuf Kalla dilahirkan dari keluarga saudagar Makassar. Ia dilahirkan pada tanggal 15 Mei 1942 diWatampone, Bone, Sulawesi Selatan. Ayah Jusuf Kalla adalahHaji Kalla seorang pengusaha keturunan Bugis dengan group perusahaannya Kalla Group. Sedangkan ibunya adalah Athirah.

Kalla Group adalah grup perusahaan yang awalnya bergerak dibidang ekspor-impor namun ketika Jusuf Kalla juga bergabung mengurus perusahaan, Kalla Group menjadi sebuah grup bisnis yang menggurita dengan bidang bisnis perhotelan, konstruksi, pejualan kendaraan, perkapalan, real estate, transportasi, peternakan udang, kelapa sawit, dan telekomunikasi.

Setelah menamatkan kuliahnya di Universitas Hasanuddin, Makassar, Jusuf Kalla lalu bergabung penuh dalam perusahaan keluarganya. Bisnisnya semakin berkembang tak hanya di Makassar namun juga di seluruh Nusantara serta Luar negeri.

Masuk Dunia Politik - Wapres


Setelah bisnisnya bisa auto pilot dan dipegang oleh saudara serta anak-anaknya, Jusuf Kalla kemudian terjun ke dunia politik. Jusuf Kalla memutuskan bergabung dengan partai Golkar.

Jusuf Kalla kemudian didaulat sebagai ketua umum Golkar yang kemudian digandeng oleh SBY untuk maju di pilpres 2004. SBY-Kalla pun kemudian keluar sebagai pemenang di pilpres 2004. SBY menjadi presiden RI ke 6 sedang JK (Jusuf Kalla) sebagai wapres RI ke 10. SBY-JK juga pasangan presiden dan wakil presiden pertama yang dipilih oleh rakyat langsung. SBY-JK menjadi orang no 1 dan 2 di RI dengan massa jabatan 2004-2009.

Sebelum itu semasa kabinet Abdurrahman Wahid, Jusuf Kalla juga menjabat sebagai menteri namun kemudian diberhentikan. Tetapi ketika kabinet Megawati, JK diangkat kembali sebagai menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat. Jabatan menteri ini kemudian ditanggalkan karena JK memutuskann untuk menerima pinangan SBY untuk jadi pasangannya di pilpres 2004 yang akhirnya menang.

Jusuf Kalla yang menjadi ketua umum Golkar periode 2004 hingga 2009 lalu berkoalisi dengan Wiranto dari Partai Hanura untuk maju ke pilpres 2009. Namun JK-Wiranto kalah telak.

Bersosial

Sejak saat itu praktis Jusuf Kalla mengundurkan diri dari panggung politik. Jusuf Kalla kemudian menyibukkan diri kedalam kegiatan sosial. Jusuf Kalla dipilih sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia periode 2009-2014 dan juga Ketua Umum Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia periode 2012-2017.

Keluarga Jusuf Kalla
Jusuf Kalla menikah dengan Hj Mufidah Jusuf. Dari pernikahan ini mereka dikaruniai seorang anak laki-laki dan empat anak perempuan yang telah memberinya sembilan cucu.

Biodata Jusuf Kalla
Nama
:
Drs. H. Jusuf Kalla
Lahir
:
15 Mei 1942.
Tempat Lahir
:
Makassar, Sulawesi Selatan
Kebangsaan
:
Indonesia
Parpol
:
Partai Golkar
Istri
:
Hj Mufidah Miad Saad
Profesi
:
Pengusaha
Agama
:
Islam
Anak
:
Muchlisa Jusuf
Muswirah Jusuf
Imelda Jusuf
Solichin Jusuf
Chaerani Jusuf
Cucu
:
Ahmad Fikri
Mashitah
Jumilah Saffanah
Emir Thaqib
Rania Hamidah
Aisha Kamilah
Siti Safa
Rasheed
Maliq Jibran

Riwayat Pendidikan

•             Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (1967)
•             The European Institute of Business Administration, Perancis (1977)

PENGALAMAN PEMERINTAHAN
* 1999 – 2000 : Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia
* 2001 – 2004 : Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rayat Republik Indonesia
* 2004 – 2009 : Wakil Presiden RI

PARTAI GOLKAR


* N P A G : 20000000066
* 1965 – 1968 : Ketua Pemuda Golkar Sulsel
* 1978 – 1999 : Anggota Dewan Penasehat DPD Golkar Sulawesi Selatan
* 1999 – 2005 : Anggota Dewan Penasehat DPP Gololongan Karya (Golkar)
* 2005 – 2009 : Ketua Umum DPP Golkar

LEMBAGA LEGISLATIF
* 1965 – 1968 : Anggota DPRD Sulsel, mewakili Pemuda Sekber Golkar
* 1982 – 1987 : Anggota MPR – RI Utusan Golkar

BIDANG AGAMA
* Ketua Yasan Badan Wakaf Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar
* Bendahara Masjid Raya Makasar
* Mustasyar NU Sulsel
* Ketua Forum Antar-Agama Sulsel

BIDANG OLAHRAGA
* 1980-1990 : Ketua PSM Makassar
* 1985-1992 : Ketua Klub Sepak Bola Makassar Utama
* 1980-1990 : Bendahara PERBAKIN Sulawesi Selatan

BIDANG ORGANISASI MAHASISWA
* 1964-1966 : Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNHAS Makassar
* 1965-1966 : Ketua Umum HMI Cabang Makassar
* 1966-1968 : Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) Sulawesi Selatan

BIDANG ORGANISASI PROFESI
* 1985-1997 : Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulawesi Selatan
* 1997-2002 : Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia
* 1985-1995 : Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Sulawesi Selatan
* 1987-2000 : Wakil Ketua ISEI Pusat
* 2000-Sekarang : Penasehat ISEI Pusat
* 1990-Sekarang : Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Hasanudin, Makassar.
* 1987-1992 : Anggota MPR RI (Anggota Badan Pekerja) - Utusan Golkar
* 1992-1997 : Anggota MPR RI (Anggota Badan Pekerja) - Utusan Daerah
* 1997-1999 : Anggota MPR RI (Anggota Badan Pekerja) - Utusan Daerah

BIDANG DUNIA USAHA
* 1969-2001 : Direktur Utama NV. Hadji Kalla
* 1969-2001 : Direktur Utama PT. Bumi Karsa
* 1988-2001 : Komisaris Utama PT. Bukaka Teknik Utama
* 1988-2001 : Direktur Utama PT. Bumi Sarana Utama
* 1988-2001 : Direktur Utama PT. Kalla Inti Karsa
* 1995-2001 : Komisaris Utama PT Bukaka Siagtel International

BIDANG SOSIAL/PENDIDIKAN


* 1982-Sekarang : Ketua Umum Yayasan Pendidikan Hadji Kalla
* 1990-Sekarang : Ketua Umum Yayasan pendidikan Al-Gozali Universitas Islam Makassar
* 1975-1995 : Ketua Yayasan Badan Wakaf Universitas Muslim Indonesia, Makassar
* 1975-Sekarang : Ketua Perguruan islam Dutumuseng, Makassar
* 1980-Sekarang :
* Anggota Dewan Penyantun Universitas Hasanudin,
* Anggota Dewan Penyantun IAIN Makassa,
* Anggota Dewan Penyantun UNM/IKIP Makassar.
* 2002-Sekarang : Anggota Wali Amanat IPB-Bogor.
* 2006-Sekarang : Ketua Dewan Pembina Yayasan Wakaf Paramadina


 Yuk Baca Biografi Berikut Ini :
Biografi Basuki Tjahaja Purnama |Biografi Ahok – Wakil Gubernur Jakarta
Biografi Tri Rismaharini – Walikota Surabaya yang Mendunia
Biografi Mahfud MD – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Yang Bersih Dari Korupsi | Capres RI 2014
Biografi Jokowi – Gubernur DKI Jakarta | Capres 2014
Biografi Gita Wirjawan – Capres Indonesia 2014 | Pendiri Ancora Capital
Biografi Kate Middleton – Istri Pangeran William
Biografi Pangeran William – Putera Pertama Lady Diana dan Suami Kate Middleton
Biografi Lady Diana – Putri Cantik dari Inggris
Biografi Evan Dimas – Pemain Muda Berbakat dalam Sepakbola Indonesia
Biografi Diego Michiels – Pemain Naturalisasi Yang Mulai Bersinar

Jumat, 20 Desember 2013

Biografi Muhadi – Mantan Kondektur yang Memiliki Perusahaan Bus Dedy Jaya


kisah sukses pengusaha dari nol
Muhadi "Dedy Jaya"

Nasib orang siapa yang tahu. Ada yang awalnya menjadi satpam lantas bisa berubah menjadi kontraktor perumahan mewah seperti yang terjadi pada Fauzi Saleh. Ada yang awalnya office boy lalu bisa menjadi vice precident Citibank seperti pada Houtman Zainal Arifin. Ada pula yang awalnya Cuma tukang sapu akhirnya bisa menjadi miliuner seperti pada Tri Sumono.

Dan sekarang adalah kisah hidup Muhadi yaitu seorang kondektur bus yang bisa menjadi pemilik perusahaan bus Dedy Jaya. Berikut ini kisah suksesnya.

Biografi Muhadi

Muhadi lahir di Brebes, Jawa Tengah pada bulan Maret 1961. Ayahnya hanyalah seorang petani desa yang tidak tahu apa itu baca tulis. Muhadi sendiri bukanlah anak yang menonjol di sekolahnya. Biasa-biasa saja. Bahkan ia hanya bisa meluluskan sekolahnya hanya setingkat SMP yaitu di madrasah sanawiyah di sebuah pesantren di Cirebon.

Setelah memutuskan tidak melanjutkan sekolah, Muhadi lantas bekerja membantu bapaknya di sawah. Selain itu ia juga menjadi penjaja es keliling dari kampung ke kampung, berjualan minyak keliling dan juga menjadi kondektur bus. Semua pekerjaan itu ia lakoni selama bertahun-tahun dan setulus hati. Ia pun bukan orang yang neko-neko, setiap uang hasil keringatnya selalu ia simpan buat bekalnya di kemudian hari. Begitulah hari-hari yang dilalui Muhadi, penuh perjuangan dan bekerja keras.

Hingga suatu hari ketika usianya 19 tahun, ia bertemu dengan seorang wanita yangbernama Atik Sri Subekti  lalu dinikahinya pada tahun 1981. Muhadi memang nekat menikah walau usianya masih 19 tahun "Waktu itu umur saya baru 19 tahun, tapi saya nekat menikah," tuturnya mengenang. Setelah menikah Muhadi berfikir bahwa ia tak bisa selamanya bekerja serabutan, selain hasilnya sedikit juga tak ada masa depannya.

Mulai Membangun Bisnis
kisah pengusaha sukses di indonesia
Waterboom Tegal


Muhadi lalu berfikir untuk berdagang bambu. Modal awalnya hanya 50 ribu hasil tabungannya selama ini. Dari berjualan bambu ini titik terang semakin terlihat. Bambunya begitu laris hingga meraup keuntungan berkali lipat. Sering pesanan dalam jumlah besar datang. Biasanya berasal dari pemborong bangunan. Jika sudah demikian ia bisa meraup untung hingga 7 kali dari biasanya.

Bambu mungkin jalannya dalam meraih sukses. Tidak hanya mendapat laba berlipat namun dari jualan bambu ia bisa memiliki banyak kenalan dengan pemborong dan bisa belajar tentang ilmu usaha bangunan. Ia pun berfikir untuk membuka toko bahan bangunan, para pemborong itu juga pasti membutuhkan material bangunan dan ia bisa menyuplainya juga.

Toko bahan bangunan pun akhirnya didirikannya dengan modal dari keuntungan jualan bambu dan dari pinjaman bank.

Agaknya pilihan Muhadi untuk membuka toko bahan bangunan memang tepat. Buktinya tokonya sangat laris. Keuntungan yang didapat pun berlipat-lipat. Selain itu toko bahan bangunan menjadi sumber modalnya yang utama dalam mendirikan bisnis lainnya kelak.

Toko bahan bangunan telah menjadi mesin pencetak uang baginya. Terbukti tujuh tahun setelah itu Muhadi bisa membeli beberapa bus besar. Ia pun mendirikan perusahaan bus PO Dedy Jaya yang melayani trayek Jakarta-Purwokerto, Jakarta-Tegal, dan Jakarta-Pemalang-Pekalongan. Tentunya penumpang asal Pantura, Tegal, Pekalongan, dan Purwokerto yang hendak ke Jakarta tentu sudah tak asing lagi dengan bus ini. Saat ini jumlah armada busnya mencapai ratusan unit. Muhadi mengambil nama anaknya Dedion Supriyono sebagai nama PO nya dan nama grup bisnisnya.

Setelah menjadi miliarder, Muhadi tak lantas berpuas diri menikmati jerih payahnya. Ia selalu berfikir untuk mencari terobosan baru guna membuat mesin pencetak uangnya yang lain. Muhadi lalu menginvestasikan keuntungan usaha busnya dengan membuka toko emas dan menerjuni usaha perkayuan di Tegal.

Karena telah memiliki usaha bambu, toko bahan bangunan dan usaha perkayuan, Muhadi pun berfikir untuk menjadi kontraktor. Ia melirik bisnis pusat perbelanjaan palagi di kotanya yaitu Tegal saat itu peluang tersebut masih sangat terbuka lebar. "Saya ingin menjadi pelopor pengembang pribumi, daripada peluang itu diambil developer dari luar," ucapnya.

Impian Muhadi membangun sebuah mall di Tegal akhirnya menjadi kenyataan. Pada tahun 1998 ketika maraknya krismon, Mall Dedy Jaya pun akhirnya berdiri. Muhadi juga membangun dua hotel berbintang. Lokasinya yaitu di Tegal dan Brebes. Muhadi berfikir bahwa jika ada turis entah itu domestik atau asing tentu membutuhkan penginapan yang berkelas. Saat itu di kedua daerah tersebut belum ada hotel yang berkelas yang ada cuman losmen – losmen kecil saja. Sehingga bisnis hotelnya hampir tak ada saingan.

Pengakuan dan Penghargaan

Kegigihan Muhadi untuk merubah nasibnya patut diacungi jempol. Di usianya yang masih 31 tahun, ia sudah menjadi pemilik grup bisnis beromset miliaran bahkan mungkin triliunan. Bahkan jerih payahnya ini selain menghasilakn uang juga telah membuatnya menerima berbagai penghargaan dan gelar. Dirumanya, ada tiga almari yang penuh dengan berbagai piala dan piagam penghargaan. Yang paling membanggakan adalah penghargaan upakarti dari Presiden. “Saya bangga, karena saya ini cuma orang desa," tuturnya merendah.

Motto hidup Muhadi adalah Masalah nasib urusan belakangan, yang penting kerja keras dulu. Itulah yang mendasari dirinya untuk terus mencoba dan mencoba bisnis baru. Sebagai catatan walau ia sudah memiliki perusahaan bus dan juga menjadi kontraktor, usaha nya yang dulu tak pernah ditinggalkannya seperti usaha bambu dan toko bangunan karena dari dua usaha itulah yang menjadi dasar bisnisnya sekarang ini.
Muhadi tak menampik bahwa peran serta bank dalam mengucurkan pinjaman untuk nya juga sangat penting. Namun perlu dicatat bahwa bank tak mungkin mempercayakan uangnya jika kredibilitas seseorang tak bagus. Muhadi mengakui bahwa hutangnya di bank cukup besar, namun ia tak malu mengakui itu. "Saya baru malu kalau tak bisa membayar," tegasnya.

Muhadi bukan tipe orang yang suka pamer dan bermewah-mewah dengan hasil yang telah dicapainya. Kantor pusatnya sangatlah sederhana, hanya ruangan sebesar 24 m2 yang menempel dengan rumahnya di daerah Jalan Raya Cimohong, Bulakamba. Dari situlah Muhadi mengendalikan kerajaan bisnisnya.

Kegagalan Bisnis Muhadi

Muhadi tidak terus-terusan mendapat sukses. Ia juga pernah gagal bahkan hampir membuatnya berhenti dari segala bisnisnya. Ia pernah merasakan pahitnya rugi, pahitnya gagal dan hampir bangkrut. Salah satu bisnisnya yang gulung tikar adalah usaha bioskop Dedy Jaya di Tegal. Awalnya usaha ini menuai untung yang besar namun kemudian marak VCD bajakan yang membuat orang enggan ke bioskop. Perlahan-lahan pengunjung bioskopnya sepi dan akhirnya Muhadi terpaksa melego bioskopnya.

Muhadi juga pernah menjajal bisnis kapal ikan. Di bisnis ini persaingannya sangat ketat  dan ketika itu bertepatan dengan krismon tahun 98. Sebenarnya saat itu bisnisnya baru berkembang dan sedang butuh modal banyak namun karena krismon dan suku bunga naik terus membuat bank tak ada yang sanggup mengucurkan modal besar. "Berat sekali waktu itu. Ternyata lebih mudah merintis ketimbang mempertahankan usaha yang sudah ada," kenang Muhadi.

Hampir saja bisnis kapal ikan ini juga menyeret bisnisnya yang lain untuk rugi akhirnya ia hentikan bisnis kapal ikannya agar tak berdampak pada bisnisnya yang lain.

Roda itu berputar, begitu juga dengan nasib Muhadi. Kesuksesan demi kesuksesan yang didapatnya selama ini bukanlah didapatnya secara instan. Ia bukan mendapatkan nya dari warisan. Ia mendapakannya dari usaha keras dan doa. Muhadi, yang awalnya hanya seorang tamatan SMP, hanya seorang pedagang es dan minyak keliling dan hanya seorang kondektur bus itu kini telah menjelma menjadi seorang yang sukses bersama raksasa bisnisnya yang berpusat di Tegal Dedy Jaya Group. Tak ada yang tak mungkin di dunia ini selama mau bermimpi besar dan berusaha keras mewujudkannya.


Sungguh Inspiratif kan Biografinya. Yuk Dibaca Juga Biografi Dibawah Ini. Dijamin Bagus-Bagus:

Biografi Soedono Salim | Liem Sioe Liong | Om Liem – Taipan No 1 Indonesia
Biografi Erick Thohir – Pengusaha Indonesia | Presiden Klub Inter Milan
Biografi Kevin Systrom – Pendiri Instagram, Jejaring Sosial Khusus Untuk Berbagi Foto
Biografi Fusajiro Yamauchi – Pendiri Nintendo, Permainan multimedia Modern
Biografi Tokuji Hayakawa – Pendiri SHARP Electronics
Biografi Stan Shih – Pendiri Acer Computer
Biografi Harry Tanoesoedibjo – Penguasa Jaringan Media di Indonesia

Kamis, 19 Desember 2013

Biografi Fauzi Saleh – Mantan Satpam Yang Menjadi Pengusaha Properti Sukses


Fauzi Saleh Pengusaha Properti Pesona Depok
fauzi saleh
Kesuksesan bukan hanya monopoli anak pejabat. Kesuksesan juga tidak hanya milik mereka yang punya modal besar atau yang berpendidikan tinggi. Semua orang ber hak sukses. Semua orang telah dibekali gen sukses oleh Yang Maha Kuasa. Tinggal bagaimana kita saja mengolahnya.

Pernahkah kaliann bayangkan seorang mantan satpam yang kemudian menjadi pengembang properti mewah? Ya, ini dialami oleh Fauzi Saleh. Mantan satpam gudang yang sukses dalam bisnis real estate. Berikut ini kisahnya.

Biografi Fauzi Saleh

Fauzi Saleh adalah anak asli Betawi. Beliau lahir di Tanah Abang, Jakarta. Beliau juga tidak mengenyam pendidikan tinggi. Sekolahnya hanyalah tamatan SMP. Selepas SMP beliau bekerja sebagai tukang cuci disebuah bengkel mobil dimana saat itu gaji per minggu yang diterimanya tak lebih dari 700 rupiah.
Setelah lama menjadi tukang cuci mobil, Fauzi Saleh kemudian melamar sebagai satpam disebuah pergudangan pada tahun 1989.

Saat bekerja sebagai buruh dan kuli cuci, Fauzi terus berfikir bagaimana caranya untuk meningkatkann taraf hidupnya. Hasil gajinya beliau tabung hingga terkumpul 30 juta. Lalu uang itu beliau belikan tanak seluas 6x15m dimana lalu beliau bangun rumah ditanah itu. Setelah rumah jadi, beliau tawarkan rumah itu hingga laku terjual 51 juta.

Menjadi Kontraktor


Uang hasil pembeliannya itu beliau belikan tanah lagi dan begitu seterusnya hingga pada 1992 Fauzi mmeberanikan diri terjun di bisnis real estate yang lebih luas lagi dengan menjadi pengembang perumahan Pesona Depok 1 sebanyak 470 unit, Pesona Depok 2 sebanyak 360 unit, Pesona Khayangan 1 sebanyak 500 unit dan Pesona Khayangan 2 sebanyak 1100 unit.

Setiap rumah yang dibangun oleh Fauzi dibandrol dengan harga mulai 200 jutaan hingga 600 jutaan dimana ketika tahun 90-an harga segitu adalah harga untuk perumahan kelas atas alias elit.

Tak pernah disangka oleh Fauzi jika hidupnya bakal berubah 720 derajat. Bahkan keluarganya pun tak mengira anak lulusan SMP ini bakal menjadi bos perumahan mewah di Jakarta. Fauzi hanya bisa menjawab bahwa “Ini semua dari Alloh, saya tidak ada apa-apanya”. Begitulah jawaban cerdasnya.

Berbagi

Walau sudah sukses,, Fauzi tak pernah lupa bersyukur bahkan semakin ditingkatkannya. Terutama dalam membayar zakat. Di setiap kesempatan Fauzi yang telah beribadah haji ke tanah suci ini selalu menggelar pengajian dan tak lupa berzakat. Tak diitung-itung lagi olehnya, sedekah yang ia keluarkan melebihi 70 miliar yaitu 60% dari keuntungan propertinya sedangkan untuk investasi kembali sebesar 40%.

Dalam hal kesejahteraan karyawan, Fauzi pun bisa menjadi teladan. Sekitar 2000 karyawan yang bekerja padanya mengaku puas dengan gaji serta bonus-bonus yang diberikan Fauzi padanya. Untuk bonus-bonusannya sendiri, Fauzi tak ragu-ragu memberikan hingga 10 kali gaji dalam setahun sehingga jika dihitung-hitung setiap karyawannya mendapatkan 22 kali gaji per tahun. Maka dari itu banyak karyawannya yang rela bekerja melebihi jam kerja walau tak disuruh. Mereka sangat betah bekerja pada Fauzi.

Banyak yang bertanya-tanya mengapa Fauzi melakukan hal itu, beliau hanya menjwab, “Saya hanya mengambil sekedarnya untuk kebutuhan saya, selebihnya saya kembalikan ke karyawan dan sosial.”
Keyakinan yang dipegang Fauzi adalah, “Jika setiap bangun pagi kita bisa mensyukuri dengan tulus apa yang telah kita miliki hari ini, niscaya sepanjang hari kita bisa menikmati hidup ini dengan bahagia.”

Wow... Sungguh kisah yang sangat menginspirasi sekali. Fauzi Saleh tidak hanya mendapatkan kekayaan dunia namun beliau juga membangun real estate-nya di surga melalui amal kebajikan yang dilakukannya. Alloh akan melipatgandakan rezeki orang-orang yang mau membelanjakan hartanya dijalan Alloh sampai beribu kali lipat. Alloh benar-benar menepati janjinya. Semoga kita bisa memetik pelajaran dari kisah ini dan meneladaninya sehingga kita juga bisa mendapatkan kesuksesan seperti beliau. Amin.


Sukses terus untuk Fauzi Saleh. Sukses dunia akherat.

Yuk Baca Biografi Yang Tak Kalah Bagus Dibawah Ini :
Biografi Soedono Salim | Liem Sioe Liong | Om Liem – Taipan No 1 Indonesia
Biografi Erick Thohir – Pengusaha Indonesia | Presiden Klub Inter Milan
Biografi Kevin Systrom – Pendiri Instagram, Jejaring Sosial Khusus Untuk Berbagi Foto
Biografi Fusajiro Yamauchi – Pendiri Nintendo, Permainan multimedia Modern
Biografi Tokuji Hayakawa – Pendiri SHARP Electronics
Biografi Stan Shih – Pendiri Acer Computer
Biografi Harry Tanoesoedibjo – Penguasa Jaringan Media di Indonesia
Biografi Robert Noyce – Pendiri Intel Corporation Bersama Gordon Moore
Biografi Gorgon Moore - Pendiri Intel Corporation
Biografi Rusdi Kirana – Pendiri dan Pemilik Lion Air

Minggu, 15 Desember 2013

Biografi Eka Tjipta Widjaja – Pendiri dan Pemilik Konglomerasi Sinar Mas Group

kisah orang sukses dunia
Eka Tjipta Widjaja
Jika diamati, kebanyakan para konglomerat Indonesia berasal dari keluarga yang sangat miskin dan juga tak mengenyam pendidikan tinggi. Selain itu mereka juga harus bekerja ekstra keras hampir seumur hidup mereka untuk membangun imperium bisnisnya. Tak heran jika mereka bisa menikmati suksesnya ketika mereka sudah berumur. 

Namun begitu, karena dengan sekuat tenaga dan sepenuh hati serta mengerahkan semua anggota keluarganya maka bisnis yang dibangunnya memiliki fondasi yang kuat. Hingga bisa diturunkan ke anak turunan sampai tujuh turunannya. Tak heran jika sang kakek buyutnya berjualan minyak maka cucunya bakalan menjadi pengusaha pengeboran minyak. Itulah yang terjadi pada kebanyakan konglomerat Indonesia.

Biografi Eka Tjipta Widjaja

Salah satu dari sekian banyak konglomerat Indonesia itu adalah Eka Tjipta Widjaja atau Oei Ek Tjhong. Ia dilahirkan di China pada tanggal 3 Oktober 1923. Ia adalah seorang anak dari keluarga miskin. Ketika itu di China sedang ada perang yang membuat kehidupan di sana begitu sulit. Banyak dari kaum lelakinya yang kemudian merantau ke Malaya yaitu Malaysia dan Indonesia untuk memperbaiki nasib. Tak terkecuali ayah Eka Tjipta Widjaja yang saat itu masih menggunakan nama China Oei Ek Tjhong.

Ayah Oei Ek Tjhong merantau ke Massar dan membuka toko kecil-kecilan. Namun Oei Ek Tjhong dan ibunya masih menetap di China. Hingga Oei Ek Tjhong berumur 9 tahun, oleh ibunya diajak menyusul sang ayah ke Makassar.

"Bersama ibu, saya ke Makassar tahun 1932 pada usia sembilan tahun. Kami berlayar tujuh hari tujuh malam. Lantaran miskin, kami hanya bisa tidur di tempat paling buruk di kapal, di bawah kelas dek. Hendak makan masakan enak, tak mampu. Ada uang lima dollar, tetapi tak bisa dibelanjakan, karena untuk ke Indonesia saja kami masih berutang pada rentenir, 150 dollar". Kenangnya.

Suka Duka Berjualan Sejak Kecil

Sesampainya di Makassar, Eka kecil langsung bekerja di toko ayahnya guna mendapat 150 dollar untuk melunasi hutangnya di rentenir. Setelah dua tahun, utangnya terlunasi. Toko sang ayahpun maju pesat. Eka yang sejak kecil belum merasakan sekolah akhirnya meminta ke rang tuanya untuk disekolahkan. Suatu prestasi yang membanggakan bagi Eka yang seorang anak miskin bisa bersekolah walau hanya tamat SD.

Setamat SD, Eka tak melanjutkan sekolah karena tak punya uang. Ia kemudian berjualan keliling Makassar dengan sepeda angin menjajakan permen, biskuit, serta barang dagangan toko ayahnya. Karena ketekunannya, Eka bisa mengumpulkan laba hingga 20 rupiah ketika usianya 15 tahun. Saat itu uang segitu sudah sangat banyak mengingat harga beras per kg nya 3-4 sen.

Jangan dibayangkan kondisi kota Makassar saat itu seramai sekarang. Jalannya pun masih terjal dan penuh hutan belantara di sekitarnya. Sehingga Eka harus mengayuh sepedanya sekuat tenaga.

Untuk mengangkut dagangan yang lebih banyak, Eka akhirnya membeli becak. Usahanya pun semakin berkembang. Namun ketika usahanya dipuncak keberhasilan, Jepang datang menyerbu Indonesia termasuk Makassar. Hal ini membuat usaha yang dirintis Eka susah payah langsung hancur total seketika itu.

Eka pun menganggur. Tak ada barang dagangan yang bisa dijual. Keuntungan sebesar 2000 rupiah yang susah payah ia kumpulkan habis untuk membiayai kebutuhan hidup. Ditengah berkecamuknya perang dan kehidupan yang serba susah, Eka mengayuh sepeda anginnya keliling kota Makassar guna mencari peluang usaha.

Sampailah ia di Paotere (daerah di pinggir kota Makassar). Disana Eka menyaksikan beratus tentara Jepang sedang mengawasi tawanan dari pasukan Belanda. Yang menjadi perhatian Eka sebenarnya adalah tumpukan terigu, semen, beras dan gula yang tergeletak namun masih dalam keadaan baik. Eka pun memutar otak mencari cara agar bisa mengambil tumpukan sembako itu.

Eka mendapat akal, ia harus membuat tenda di sana dan menjual makanan dan minuman di sana. Keesokan harinya pukul empat subuh, Eka sudah berada di sana dengan menggelar dagangan yaitu kopi, gula, kaleng bekas minyak tanah yang sudah dibersihkan dan diisi air, oven kecil berbahan bakar arang untuk membuat air panas, cangkir, sendok, enam ekor ayam yang sudah disembelih dan dibikin ayam putih gosok garam, satu botol wiskey, brandy, serta anggur. Kesemuanya itu ia pinjam dari ibu, ayah dan teman-temannya.
Jam tujuh pagi tepat para tentara Jepang dan tawanan tentara Belanda datang dan bekerja di sana akan tetapi tampaknya bidikan Eka meleset. Tak ada satupun dari mereka yang mengunjungi gerainya. Eka pun tak habis akal. Ia mendekati petinggi tentara Jepang dan mentraktirnya untuk makan dan minum di tendanya. Al hasil semua anak buahnya pun ikut ke tenda Eka, Eka pun menggratiskan semuanya namun dengan syarat ia diperbolehkan mengangkut semua sembako yang tergeletak tak digunakan di sana. Tentara Jepang itu menyetujuinya.

Segera Eka mengerahkan anak kampungnya untuk mengangkut semuanya itu dengan imbalan 5-10 sen per anak. Semua barang itu diangkut dengan becak hingga memenuhi seluruh halaman rumahnya dan separuh halaman tetangganya.

Segera Eka bekerja keras memilah barang tersebut. Yang bagus langsung dijual dengan harga lebih tinggi dan yang kurang bagus diolah lagi agar bisa dijual. Ketika itu zaman perang maka barang-barang tersebut bisa bernilai sangat tinggi. Ia mulai menjual terigu. Semula hanya Rp. 50 per karung, lalu ia menaikkan menjadi Rp. 60, dan akhirnya Rp. 150. Untuk semen, ia mulai jual Rp. 20 per karung, kemudian Rp. 40.

Suatu hari Eka kedatangan orang yang bersedia membeli semennya untuk membangun kuburan orang kaya. Eka pun berfikir ngapain semennya dijual ke dia mending dia sendiri yng mengajukan diri untuk membangun kuburan tersebut. Eka pun menawarkan diri untuk membangun kuburan orang kaya itu dan berhasil mendapatkan proyek itu.

Eka lalu membayar tukang Rp 15 per hari. Ia menawarkan harga Rp 3500 hingga Rp 6000 per kuburan. Setelah stok semen dan bahan bangunan lainnya habis, Eka berhenti menjadi kontraktor kuburan orang kaya.

Selepas menjadi kontraktor, Eka kemudian berdagang kopra. Untuk mendapat kopra yang murah, Eka sampai pergi ke Selayar yaitu ujung selatan SulSel. Ia pun mendapat keuntungan yang berkali-kali lipat. Namun tak seberapa lama, Jepang mengadakan peraturan bahwa perdagangan kopra dimonopoli oleh Mitsubishi dengan harga yang jauh lebih kecil dari harga Eka. Ia pun hampir bangkrut lag gara-gara peraturan itu. Eka kemudian menghentikan bisnis kopranya.

Eka mencari peluang lain yaitu berjualan gula, lalu teng-teng (makanan khas Makassar dari gula merah dan kacang tanah), wijen, kembang gula. Tapi ketika mulai berkibar, harga gula jatuh, ia rugi besar, modalnya habis lagi, bahkan berutang. Eka harus menjual mobil jip, dua sedan serta menjual perhiasan keluarga termasuk cincin kimpoi untuk menutup utang dagang.

Tak ada kata putus asa dalam hidup Eka, gagal di bisnis ini, coba lagi dengan bisnis lainnya. Begitu seterusnya. Eka kemudian mmebuka usaha leveransir dan aneka kebutuhan lainnya. Itupun masih jatuh bangun tak karuan. Akhirnya usaha yang terakhir ini menunjukkan perkembangan yang lumayan. Namun ditahun 1950 kembali lagi Eka dilanda kebangkrutan karena ada Permesta. Barang dagangannya dijarah habis-habisan oleh oknum Permesta.

Membangun Imperium Bisnis

bank sinarmas
Pendiri Sinar Mas

Eka kemudian pindah dari Makassar ke Riau. Di sana ia mmebeli perkebunan kelapa sawit yang sangat luas yaitu 10 ribu hektar. Ia juga membeli mesin penghasil kelapa sawit yang sangat canggih serta membangun pabrik yaitu bisa menampung 60 ribu ton kelapa sawit.Bisnis kelapa sawit ini sangat hoki karena begitu pesat perkembangannya. Eka kemudian membeli lagi perkebunan teh sekaligus pabriknya yang luasnya mencapai 1000 hektar dimana pabriknya bis ammeproduksi hingga 20 ribu ton teh.

Eka Tjipta Widjaja kemudian merambah usaha perbankan. Eka membeli Bank Internasional Indonesia yang memiliki aset 13 miliar rupiah. Di bawah tangan kratif Eka, BII tumbuh menjadi bank yang beraset 9,2 triliun dengan 40 cabang yang dulunya hanya 2 cabang.

Kemujurannya dibidang perkebunan dan perbankan membuat Eka semakin sibuk dan semakin kaya. Ia kemudian merambah bisnis kertas dengan membeli PT Indah Kiat dimana kapasitas produksinya mencapai 700 ribu pul per tahun dan 650 ribu kertas per tahun. Eka juga menjadi pengembang dengan membangun ITC Mangga Dua dan Green View Appartement yang terletak di Roxy. Selain itu ia juga membangun Ambassador di Kuningan.

Semakin tahun aset kekayaann Eka semakin meningkat pesat. Berkat keuletan dann kegigihannya ia kini memiliki total kekayaan mencapai 8,7 miliar dollar Amerika dan hal itu menjadikannya sebagai orang terkaya ke tiga di Indonesia  pada Desember 2012 menurut Majalah Globe Asia. Seluruh Konglomerasi Bisnis nya ini berada dalam satu naungan yaitu Sinar Mas Group.

Dalam pencapaian nya ini, tak lepas akan peran keluarga. Seluruh keluarga besar Eka sangat mendukungnya dalam berbisnis. Istri Eka yaitu Melfie Pirieh Widjaja telah melahirkan 7 anak yang sangat berbakti yaitu Nanny Widjaja, Lanny Widjaja, Jimmy Widjaja, Fenny Widjaja, Inneke Widjaja, Chenny Widjaja, dan Meilay Widjaja.

Kini tak ada lagi si Eka yang miskin, kemana-mana mengonthel sepeda. Yang ada adalah seorang Eka Tjipta Widjaja Pendiri sekaligus Pemimpin Sinar Mas Group, sebuah konglomerasi bisnis yang sangat berjaya di Indonesia dan dunia. Namun begitu Eka tetap memegang teguh etos kerja kerasnya.

Bener-Bener Inspiratif kan Biografi Diatas, Yuk Baca Biografi Yang Tak Kalah Bagus Berikut Ini :
Biografi Sukanto Tanoto – Salah Satu Dari 10 Orang Terkaya Indonesia | Pemilik Group Konglomerasi Raja Garuda Mas
Biografi Sukamdani Sahid Gitosardjono – Pendiri Hotel Sahid dan Pemilik Jaringan Bisnis Sahid Group
Biografi Alexander Graham Bell – Penemu Telepon
Biografi Nelson Mandela – Presiden Afrika Selatan 
Biografi Alexander Bain – Sang Penemu Mesin Faks
Biografi Alessandro Volta – Penemu Baterai
Biografi Paul Walker – Aktor Hollywood Bintang Film Fast & Furious 7
Biografi Al Capone – Pentolan Gangster atau Mafia Terbesar Amerika
Biografi Akira Toriyama – Komikus Dragon Ball
Biografi Jendral Ahmad Yani – Salah Satu Pahlawan Revolusi

Sabtu, 14 Desember 2013

Biografi Sukanto Tanoto – Salah Satu Dari 10 Orang Terkaya Indonesia | Pemilik Group Konglomerasi Raja Garuda Mas


Sukanto Tanoto
Sukanto Tanoto
Kemiskinan dan Diskriminasi tidaklah menghalangi seseorang untuk mencapai puncak kesuksesannya. Setidaknya hal inilah yang dialami oleh salah satu dari sepuluh orang terkaya di Indonesia, Sukanto Tanoto atau Tan Kang Hoo. Ingin tahu bagaimana kisah suksesnya, berikut ini adalah Biografi Sukanto Tanoto.

Sukanto Tanoto atau Tan Kang Hoo dilahirkann pada tanggal 25 Desember 1949 di Belawan, Sumatra Utara. Beliau adalah pendiri sekaligus pemimpin grup konglomerasi Raja Garuda Mas dimana nilai hartanya ditaksir mencapai 2,8 miliar dollr AS. Dengan nilai kekayaan setinggi itu membuat Sukanto Tanoto ditasbihkan sebagai orang terkaya nomor 5 di Indonesia versi Majalah Forbes 2006. Ia juga termasuk dalam 1000 orang terkaya dunia yang menempati urutan ke 418 tahun 2012 lalu.

Suatu prestasi yang mencengangkan bagi seorang Sukanto Tanoko mengingat latar belakangnya yang bukan berasal dari keluarga kaya. Sukanto adalah anak dari seorang penjual minyak dan onderdil mobil di daerah asalnya. Sukanto adalah anak pertama dari tujuh bersaudara. Mengingat posisinya sebagai sulung inilah menjadikan Sukanto sering disuruh membantu ayahnya selepas sekolah.

 Ia juga anak yang paling sering mendapat pukulan rotan dari ibunya yang terkenal sangat keras dalam mendidik anak-anaknya. Mungkin salah satu penyebabnya adalah karena ia anak tertua dan harus bisa menjadi pemimpin bagi saudaranya yang lain sehingga jika ada kesalahan sedikit saja langsung rotan yang menghampiri. Alasan kedua adalah karena sifat keras kepala Sukanto yang kadang sulit diatur, mungkin sifat ini diwarisinya dari sang ibu. Namun justru sifat inilah yang menjadikan modal bagi Sukanto meraih sukses hingga sekarang ini.

Suatu ketika mungkin karena jenuh, iapun pergi ke laut dan tak pulang-pulang, sang ibu mencarinya kemana-mana. Ketika pulang, sang ibu bertanya “ Kemana saja pergi dari pagi hingga sore tak pulang-pulang?” Namun Sukanto sepertinya enggan meladeni ibunya dan menjawab sekenannya saja. Jadilah ia kena sasaran rotan ibunya. “Saya paling banyak makan rotan,” kenangnya.

Masa kecil Sukanto dihabiskan di tanah kelahirannya, Sumatra Utara. SD ia masuk di sekolah di Belawan, baru SMP ia bersekolah agak jauh dari rumahnya yaitu di Medan. Sukanto memiliki hobi membaca sejak kecil. Ia sering membawa –bawa buku kemana saja ia pergi. Di sela – sela membantu sang ayah, saat sedang santai ataupun menunggu sesuatu. Banyak buku dilahapnya terutama tentang revolusi Amerika dan perang dunia. Dari membaca, wawasannya tentang hidup dan dunia menjadi semakin luas. Kebiasaan membaca ini dibawanya hingga saat ini, ketika ia sudah sesukses sekarang.

Sejak kecil cita-cita Sukanto adalah menjadi Dokter. Hingga dewasa ia masih menyematkan panggilan dokter didepan namanya. Dokter Sukanto. Begitu ceritanya sewaktu kecil. Namun ketika usianya menginjak 18 tahun, sang ayahnya yang bernama Amin Tanoto yang sudah terkena stroke meninggal dunia sehingga Sukanto yang sebagai anak sulung harus mau menggantikan ayahnya meneruskan usaha berjualan minyak dan onderdil mobil.

Pupus sudah harapan Sukanto untuk menjadi dokter. Iapun rela menerima suratan takdir. Dari situlah Sukanto belajar apa itu hidup, belajar apa itu bisnis, termasuk belajar cara survive dalam hidup walau sesulit apapun keadaannya. Menurut Sukanto, “Jika saya jadi bersekolah kedokteran maka saya akan menjadi dokter, tetapi hidup tak selalu seprti apa yang direncanakan.”

Mulai Membangun Imperium Bisnis
Orang Kaya di Indonesia
Orang kaya di Indonesia

Sukanto sadar bahwa jika ia ingin maju, maka dirinya harus mau berhijrah ke kota. Maka Sukanto pun bertekad pindah dari Belawan ke Medan yang lebih ramai penduduknya dan lebih menjanjikan untuk suksesnya sebuah bisnis.

Di Medan, ia juga berjualan onderdil mobil yang kemudian merubah usahanya menjadi General Contractor & Supplier. Suatu hari, Sukanto didatangi oleh seseorang yang bernama Syam yang memintanya untuk ikut bekerja sama untuk pekerjaan kontraktor. Sukanto yang kala itu masih berumur 20 tahunan ya mau-mau saja ditawari hal seperti itu. Pekerjaannya adalah membangun rumah, memasang AC, pipa, traktor, dan membuat lapangan golf di Prapat, Pangkalan Brandan, Sumatra Utara. “Itu adalah technical school saya,” jawabnya. Belakangan Sukanto tahu bahwa seseorang yang bernama Syam yang menemuinya tempo hari adalah seorang pejabat Pertamina. “Waktu itu saya tidak tahu kalau dia pejabat,” kenang Sukanto. Dalm mengerjakan proyek tersebut, Sukanto sampai harus rela berplesiran hingga ke Sumbawa dan Lampung guna mencari bahan bangunan.

Sukanto adalah tipe orang yang keras dan taktis. Ia sangat pandai membaca peluang. Suatu waktu impor kayu lapis menghilang dari pasaran. Tentu saja hal ini membuat pebisnis perumahan yang sangat membutuhkan kayu tersebut menjadi susah. Sukanto pun melihatnya sebagai peluang. Ia berfikir, mengapa Indonesia mengimpor kayu lapis padahal Indonesia kan penghasil kayu terbesar se dunia. Sukanto lalu membuat perusahaan kayu di Medan yang bernama CV Karya Pelita pada tahun 1972. Di saat orang belum melirik bisnis ini, Sukanto telah masuk kedalamnya dan itu membuat dirinya menjadi pioner dan tentu saja menjadi pemain utama di bisnis ini. “Saya itu pioner,” katanya. Kayu lapis yang diberi merk Polyplex itupun laku keras di pasaran bahkan di ekspor ke berbagai negara seperti Inggris dan Timur Tengah.
Dalam satu tahun, badan hukum bisnisnya yang semula bernama CV Karya Pelita berubah menjadi PT Raja Garuda Mas dengan dirinya sebagai direktur utama.

Dalam memenangkann kompetisi bisnis, Sukanto memiliki jurus cerdas yaitu masuk dan menguasai sebelum orang lain melirik. Kalau perlu melakukan edukasi pasar. Selain ia terapkann di bisnis kayu lapis, ia juga menerapkan prinsip ini di bisnis kelapa sawit. Ketika itu belum ada yang menjalankan bisis ini kecuali orang asing yang jumlahnya segelitir saja. Sukanto pun lalu masuk dan menguasainya. Sukanto membuka perkebunan kelapa sawit besar-besaran di Sumatra.


Sukses dengan kayu lapis dan kelapa sawit, Sukanto pun lalu masuk dalam bisnis pulp, kertas dan rayon. Ia lalu membuat PT Inti Indorayon Utama (IIU) yang menghasilkann ketiga barang itu. Sukanto juga menyediakan dan menjual bibit unggul pohon pembuat pulp untuk kebutuhan domestik. Tak ada gading yang tak retak. Begitulah pepatah yang pantas untuk mengungkapkan nasib Sukanto. Walaupun sebelumnya telah berpengalaman dalam membesarkan bisnis namun ada saja batu sandungan dalam hidupnya. PT IIU ditentang oleh masyarakat dan pemerhati lingkungan karena dianggap sebagai penyebab rusaknya ekosistem danau Toba. Danau terbesar di INdonesia tersebut mengalami pencemaran berat akibat limbah pulp. Iapun terpaksa menutup bisnisnya ini.

Dari situ Sukanto memetik pelajaran yang sangat berharga sekali untuk langkahnya kemudian. “Apa yang saya pelajari dari situ lalu saya pakai di Riau,” ujarnya. Di Riau Sukanto mendirikan pabrik pulp lagi yang bernama PT Riau Pulp. Ia juga membuka Hutan Tanaman Industri yang mampu menghasilkan pulp hingga menjadi perusahaan penghasil pulp terbesar se dunia. Itulah Sukanto, gagal di Danau Toba namun sukses besar di Riau.

Mengingat pengalaman legagalannya di Danau Toba dulu, Sukanto sewaktu mendirikan pabrib pilp di Riau tak lupa juga mendirikan Community development untuk penduduk setempat yaitu berupa pembinaan bisnis seperti penggemukan sapi dan pertanian. “Saya tidak kasih ikan, tapi saya ajari mancing, itu yang kita kerjakan,” tuturnya. Selain itu Sukanto juga melakukan pembangunan jalan di wilayah setempat. “Mimpi saya, kalau saya dapat seratus pengusaha Riau itu jadi miliader, saya senang,” katanya lagi. 

Sukanto memang rajanya di bisnis perkebunan akan tetapi ia tak puas diri hanya di area tersebut. Ia pun kemudian menjajal bisnis perbankan yaitu dengan mengambil alih mayoritas saham United City Bank ketika bank tersebut mengalami kesulitan finansial. Sukanto kemudian merubah nama bank tersebut menjadi Unibank. Sukanto juga menjajal peruntungannya di bidang properti. Ia membangun Uni Plaza, Thamrin Plaza di Medan.

Go Internasional

Tak puas menguasai pasar dalam negeri, Sukanto melebarkan sayap bisnisnya ke luar negeri. Ia menanamkan uangnya di perkebunan kelapa sawit National Development Corporation Guthrie di Mindanao, Filipina dan electro Magnetic di Singapura juga ikut memiliki pabrik kertas di Cina. Namun pabrik kertas yang di Cina kemudian di jual untuk memperbesar PT Riau pulp.

Agar lebih luas lagi cakupan bisnisnya di luar negeri, maka mulai tahun 1997 Sukanto beserta keluarganya pindah untuk bermukim di Singapura dan menempatkan pusat bisnisnya di sana juga. Tujuan utamanya, menurut dia, “Bagaimana kita bisa memanfaatkan keunggulan kita, untuk bersaing, paling tidak di arena Asia.” Sukanto adalah pebisnis Indonesia yang berhasil menjadi investor di 10 negara di dunia.

Menulis Buku Membagi Ilmu

Selain bisnis, ia juga menulis buku-buku tentang bisnis. Segala ilmunya mengenai perbisnisan ia tuangkan dalam buku-bukunya. Seperti Bagaimana Enterpreneur Menghadapi Krisis. “Yang mau saya lakukan itu adalah penelitian bagaimana pengusaha di Eropa itu survive, pada First World War, Second World War. Bagaimana pengusaha Amerika itu melewati krisis 1930. Bagaimana pengusaha-pengusaha di Cina, waktu perubahan rezim, ketika komunis masuk, bagaimana mereka itu survive. Saya juga akan mempelajari bagaimana pengusaha-pengusaha melalui Latin America krisis, yang di Brasil,” tuturnya. “Apa krisis itu memunculkan bibit-bibit entreprenur yang baru,” katanya lagi.

Hobinya membaca juga tetap tak ditinggalkannya. Buku apapun itu baik bisnis atau non bisnis ia lahap. “Setiap saya pergi, saya bawa buku,” katanya. “Kalau naik travel, kalau tidak tidur, ya, baca,” katanya lagi. Bagi Sukanto dengan membaca ia bis amengupdate wawasannya yang sangat berguna bagi dia untuk menentukan strategi bisnis serta kegiatan sosialnya sehari-hari.

Sukanto yang menguasai bahasa Inggris dan Cina ini sangat senang belajar. Sukanto selalu meluangkan waktu untuk mengikuti berbagai kuliah kilat seperti mengikuti kursus di Insead, Paris, di MIT, di samping tetap jadi peserta Lembaga Pendidikan dan Pemibinaan Manajemen, Jakarta. Sukanto pun tak segan mengambil cuti dua atau tiga minggu hanya untuk pergi ke Harvard, Tokyo, London School of Economic, untuk meng-update pengetahuan. Terakhir, 2001 lalu, ia mengikuti Wharton Fellows Program, Amerika, selama enam bulan, untuk belajar dotcom.

Kunci Sukses

“Karir saya satu lagi: siswa profesional abadi,” katanya.
“Kalau di bisnis, kunci sukses saya: think, act, learn, baca, dengar, lihat,” katanya. “Kedua, kalau saya tidak tahu, saya tanya. Saya juga tidak merasa sungkan menceritakan kegagalan saya,” ujarnya lagi.
Selain itu, pegangannya: do the right thing, do the thing right. Do the right thing diartikan sebagai suatu pedoman pada pola manajemen. Do the thing right memiliki penekanan terhadap pentingnya suatu action. “Prinsip saya, bisnis dan politik tak boleh campur,” ujar pengagum pengusaha plastik dari Taiwan, Wai-Sze Wang, ini. “Tidak ada proteksi. Bisnis, ya, bisnis,” katanya.

Menurut Sukanto, bisnis adalah mengembangkan sumber daya dengan seoptimal mungkin dann bertanggung jawab untuk kehidupan yang lebih baik. Prinsip yang ia tekankan adalah “Continous Improvement.” Inovasi dan improvisasi yang terus menerus dengan mengembangkan produktivitas, dengan. Waktu yang lebih cepat, kualitas lebih tinggi dengan biaya yang lebih rendah.

Selain itu Sukanto juga sangat menekankan "Hand on/down to earh" dimana sikap adalah tindakan nyata kita. "Janganlah menghabiskan waktu sia-sia, lakukan dengan selalu mendengarkan serta terlibat di dalamnya", ujarnya pada Tionghoanews.con. Integrity, yaitu menjungjung tinggi nilai kejujuran dan accountability. Teamwork, bergerak maju sebagai sebuah tim yang saling melengkapi untuk ke arah kemajuan bersama sesuai dengan tujuan awal. Selanjutnya adalah memaknai people, planet, profit, yakni apapun usaha yang dilakukan, pertama adalah untuk memakmurkan masyarakat, untuk kelestarian dunia dan juga tidak terlepas pada laba yang akan diperoleh.

Bagi Sukanto Tanoto bisnis itu harus yang berkaitan dengan kehidupan, seperti pohon. Apa yang dibutuhkan pohon yakni berupa H2O dan CO2, sebgai output-nya O2. Artinya bisnis itu harus menghasilkan sesuatu yang berharga bagi manusia banyak.


Wahhhh...Menginspirasi Banget Ya! Yuk Dibaca Artikel Dibawah Ini! Bagus-Bagus Juga Lho...
Biografi Sukamdani Sahid Gitosardjono – Pendiri Hotel Sahid dan Pemilik Jaringan Bisnis Sahid Group
Biografi Alexander Graham Bell – Penemu Telepon
Biografi Nelson Mandela – Presiden Afrika Selatan 
Biografi Alexander Bain – Sang Penemu Mesin Faks
Biografi Alessandro Volta – Penemu Baterai
Biografi Paul Walker – Aktor Hollywood Bintang Film Fast & Furious 7
Biografi Al Capone – Pentolan Gangster atau Mafia Terbesar Amerika
Biografi Akira Toriyama – Komikus Dragon Ball
Biografi Jendral Ahmad Yani – Salah Satu Pahlawan Revolusi
Biografi Ahmad Dhani – Musisi Legendaris Indonesia

Jumat, 15 November 2013

Biografi Elang Gumilang – Kontraktor Perumahan Khusus Orang Miskin

Elang Gumilang
Jika kita amati perumahan disekitar kita, pada umumnya hanya diperuntukkan untuk orang-orang yang berduit saja. Sedangkan untuk orang ‘kelas bawah’ mungkin hanya gigit jari untuk bisa memiliki rumah sendiri apalagi di perumahan. Mungkin hal inilah yang telah ditangkap oleh Elang Gumilang, seorang anak muda yang tak hanya peduli pada dirinya namun juga pada orang yang kekurangan untuk menciptakan perumahan khusus orang miskin. Bagaimana sebenarnya kisah sukses dan Biografi Elang Gumilang, berikut ulasan penulis.


Biografi

Berayahkan seorang kontraktor bukan mustahil bagi Elang Gumilang untuk mencoba segala jenis usaha. Awal tahun 2005, ketika ia masih menjadi mahasiswa di IPB, ia membeli sepetak tanah dan mulai mmebnagun rumah pertamanya. Modalnya dari patungan bersama teman-teman semasa SMA nya dan kuliahnya. Rumah sederhana berukuran 22 meter persegi dengan luas tanah 60 meter persegi itu langsung laku ketika selesai dibangun. Terbukti orang perlu akan rumah murah seharga 25 jutaan yaitu harga yang bagi sebagian kalangan menengah keatas tak akan cukup untuk membeli sebuah tas bermerk namun sangat dibutuhkan oleh kalangan bawah.

Saat itu jumlah pekerja Elang masih 7 orang untuk mengurus administrasi hingga pemasaran. Namun lambat laun, bisnisnya ini berakar dan menggeliat hingga tumbuh. Dari satu unit bertambah hingga tiga unit, bertambah terus hingga mencapai 200 an rumah dibangunnya.

Setelah berhasil membangun dan memasarkan rumahnya, Elang Gumilang dengan kecerdasan bisnisnya kemudian mentargetkan membangun 2000 unit rumah sederhana. Dibawah bendera Semesta Guna Grup, perusahaan miliknya ia berusaha mewujudkan targetnya. Dalam waktu setahun, investasi yang ditanamkan naik berlipat. Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah yang tadinya bernilai 50 ribu melejit hingga 5 kali lipat dalam dua semester.

Omset pertahunnya pasti bikin pengusaha manapun berdecak kagum – mengingat awal mula sepak terjangnya – karena tak kurang dari 20 miliar per tahun dapat ia bukukan. Belum lagi dari kontrak pre periodik terbarunya menambah 80 miliar hingga 100 miliar ke bisnisnya.

Elang Gumilang, mahasiswa sederhana dari IPB, anak dari pasangan H. Enceh dan Hj. Prianti, kini bisa mempekerjakan ratusan karyawan pada setiap proyeknya. Sekitar 30 tenaga administrasi dan 100 pekerja di setiap proyek siap membantunya. Elang Gumilang, pemuda kelahiran Bogor 6 April 1985 telah mengepakkan sayap bisnisnya sejauuh yang ia bisa dan setinggi yang dapat ia capai.

Rahasia Sukses Bisnis Elang Gumilang


Elang terlahir dari keluarga yang lumayan berda namun bergaya hidup bersahaja. Pendidikan moral dari orang tuanya tertanam baik. Ajaran itu terus berurat akar dalam dirinya. Sebagai pelajar sekolah, ia termasuk siswa yang gemilang. Jiwa wirausaha Elang mulai terasahsaat duduk di bangku kelas tiga SMA. Ketika itu ia menentukan target, saat lulus harus dapat menghasilkan uang 10 juta sendiri untuk biaya kuliah. Padahal jika ia minta ke ortunya tentulah dikasih, namun itulah Elang. Ia ingin menempa dirinya agar bisa mandiri.
Tanpa sepengetahuan orang tuanya, Elang berjualan donat ke sekitar sekolah dasar di Bogor, namun akhirnya ketahuan orang tuanya juga dan dia disuruh berhenti karena UAN akan menjelang.

Bukan Elang namanya jika harus kehilangan akal. Ia kemudian mengikuti perlombaan Java Economic Competition se-Jawa dan Kompetisi Ekonomi oleh UI dan ia keluar sebagai pemenangnya. Uang hadiahnya ia kumpilkan untuk biaya kuliah.

Setamat SMA, Elang masuk ke Fakultas Ekonomi IPB tanpa tes. Saat itulah bermodal uang sejuta ia kembali berniat untuk bisnis. Awalnya ia berjualan sepatu dan mampu menangguk untung 3 juta, kemudian berganti menyuplai lampu neon fakultas. Bermodal surat dari kampus, ia melobi perusahaan lampu Philips untuk menyetok lampu di kampusnya. “Alhamdulillah untuk setiap pembelian saya untung 15 juta rupiah,” ucapnya bangga. Namun karena bisnis lampu perputarannya lambat, ia kemudian beralih ke bisnis minyak goreng.

Bisnis minyak goreng ini perputarannya cepat namun menggunakan otot sehingga mengganggu kuliah. Akhirnya ia berhenti dari bisnis ini. Ia kemudian memikirkan bisnis yang tak menggunakan otot. Ia bertukar pikiran dengan dosen dan beberapa pengusaha lokal. Alhasil tercetuslah bisnis lembaga kursus bahasa Inggris di kampusnya. Elang menggunakan tenaga pengajar langsung dari luar negeri sehingga kampus mempercayakan lembaga milik Elang tersebut sebagai mitra. Karena bisnis kursusan ini tak menggunakan otot, Elang kemudian menggunakan waktu luangnya untuk menjadi pemasar perumahan.

Sebenarnya tanpa harus beralih ke bisnis properti, Elang sudah berkecukupan, ia sudah punya mobil dan rumah sendiri padahal masih kuliah semester 6. Namun Elang merasa ada yang kurang. Ia kemudian berdialog dengan nuraninya, “ Kenapa saya merasa resah, padahal segalanya saya sudah punya. Apa lagi yang membuat sya resah?” begitu isi hatinya berkecamuk.

Jawaban dari Sang Kuasa pun datang. Bisnis propertilah yang ditunjukkan oleh Allah pada Elang untuk digeluti namun properti untuk orang miskin hal ini karena hatinya tersentuh, “ Banyak orang di Indonesia terutama di kota besar yang belum memiliki rumah karena mahalnya harga properti. Padahal diantara mereka sudah berumur 60an tahun. Biasanya kendalanya adalah DP yang mahal dan cicilan yang mencekik,” begitu ungkapnya.

Akhirnya masuklah ia di bisnis ini. Elang kemudian mengiklankan propertinya di koran lokal untuk menekan biaya. Karena harga perumahan yang ditawarkan begitu murah, pada tahap awal langsusng terjual habis. Walau harganya sangat murah namun fasilitas pendukungnya lumayan lengkap seperti klinik 24 jam, angkot 24 jam, ada lapangan olah raganya, dekat sekolah juga serta dekat pasar dan rumah ibadah. Kebanyakan konsumennya adalah buruh pabrik, staf TU IPB, dan ada juga pemulung.

Sukses yang sudah ditangan tak lantas membuat Elang lupa diri. Justru ia semakin mendekatkan diri pada Sang Kuasa, terbukti untuk setiap penjualan ia sisihkan 10 persen untuk kegiatan amal seperti membantu orang miskin, memberi bantuan modal pada pengusaha kecil serta memberi beasiswa.

Sebenarnya ada lagi impian Elang Gumilang, ia ingin mendirikan perusahaan yang bisa mempekerjakan 100 ribu orang untuk menyerap pengangguran.

Wah... Salut sama Elang Gumilang. Semoga hidupnya selalu gemilang seperti namanya.    Suksessss.....

Biodata
Nama : Elang Gumilang
TTL : Bogor, 6 April 1985
Pendidikan : 2003-2007 Mahasiswa Manajemen FEM IPB
Nama Usaha : Developer Griya Salak Endah 1 dan 2, Developer Bumi Warnasari Endah dan Griya Ciampea Endah, Pemilik Pertambangan Pasir Kuarsa.
Alamat : Jl. Kyai Haji Abdullah No 194 Ring Road Taman Jasmin, Bogor
Penghargaan
2008 Indonesia’s Top Young Enterpreneur
2007 Pemenang Wirausaha Muda Mandiri Kategori Mahasiswa Program Diploma dan Sarjana.


 Baca Juga Biografi Berikut Ini :
Biografi Wahyu Aditya – Menjadi Pengusaha Muda dari Hobi Menggambar
Biografi Firmansyah Budi Prasetyo – Pemilik Tella Krezz, Menuai Rupiah Dengan Menaikkan Gengsi Singkong
Biografi Hendy Setiono – Pemilik dan Pendiri Kebab Turki, Hobi Makan Sumber Penghasil Rupiah
Biografi Henky Eko Sriyantono – Pemilik Bakso Cak Eko, Sukses Setelah 10 Kali Bangkrut
Biografi Denni Delyandri – Pemilik Kek Pisang Villa, Oleh-Oleh Khas Batam
Biografi Syammahfuz Chazali – Menyulap Kotoran Sapi Jadi Emas
Biografi Saptuarai Sugiharto – Pemilik Kedai Digital, Sukses Dengan Rumus ATM Dan PISS
Biografi Jerry Aurum – Fotografer Profesional yang Sukses Merubah Keterbatasan Menjadi Kekuatan
Biografi Sinta – Melawan Kemiskinan Dengan Keripik Pisang
Biografi Nur Annisa Rahmawati – Pemilik Butik Online Annisa, Menembus Dunia Dengan Internet